• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Harga Beras Terkendali Jelang Nataru, 214 Daerah Catat Penurunan

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 17 November 2025 - 10:32
in Nasional
beras

Ilustrasi - Pedagang beras di salah satu pasar tradisional menata dagangannya di tengah tren penurunan harga yang terjadi di lebih dari 200 kabupaten/kota menjelang masa Nataru. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menjelang pergantian tahun, geliat stabilisasi pangan kembali menjadi sorotan utama. Pemerintah memastikan bahwa kebutuhan pokok, khususnya beras, tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali sepanjang masa Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Data terbaru menunjukkan tren menggembirakan. Hingga awal November, 214 kabupaten/kota telah mencatat penurunan harga beras, angka yang meningkat signifikan dibandingkan awal Oktober lalu. Peningkatan wilayah yang mengalami koreksi harga ini menandai bahwa upaya stabilisasi pangan mulai menunjukkan hasil nyata.

BacaJuga:

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

Dalam keterangannya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa situasi harga kian kondusif.

“Alhamdulillah harga baik dan stabil. Ada beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) harganya Rp 12.000 per kilogram (kg). Lalu beras medium ada yang Rp 13.000 per kg. Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) premium Rp 14.900 dan medium Rp 13.500. Artinya sudah sesuai dan bahkan di bawah HET,” ungkap Amran dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menguatkan perkembangan ini. Pada minggu pertama November, jumlah daerah yang mengalami penurunan harga beras naik 19,5 persen dari posisi awal Oktober yang masih berada di angka 179 kabupaten/kota.

Di sisi lain, wilayah yang mencatat kenaikan harga justru menyusut. Kini hanya tersisa 50 kabupaten/kota—turun 18 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 61 daerah.

Amran pun kembali mengingatkan berbagai pihak agar tidak menebar narasi yang menyesatkan soal lonjakan harga.

“Jadi tolong saudaraku, sahabatku, hati-hati statement di media bahwasannya harga naik, melambung tinggi. Tolong ini dijaga, ini adalah untuk rakyat kecil. Dengan segala kerendahan hati, mewakili petani. Janganlah zalimi petani kita. Ini untuk hajat hidup orang banyak. Jangan dipolitisasi, karena kalau pangan bermasalah, negara bisa bermasalah,” tegasnya.

Salah satu faktor utama yang mendorong stabilisasi ini adalah langkah kolaboratif pemerintah melalui pembentukan Satgas Pengendalian Harga Beras. Sejak aktif pada 20 Oktober, Satgas beroperasi intensif selama tiga minggu dan berperan besar menahan laju kenaikan harga di berbagai daerah.

Tren penurunan pun terlihat jelas. Hingga 8 November, harga rata-rata beras medium tercatat tetap berada di bawah HET: Rp 13.233/kg di Zona 1, Rp 13.633/kg di Zona 2, dan Rp 15.453/kg di Zona 3, sementara HET masing-masing zona adalah Rp 13.500, Rp 14.000, dan Rp 15.500 per kg.

Pergerakan ini sejalan dengan catatan BPS yang merekam penurunan harga beras medium sebesar 1,12 persen, serta penurunan harga beras premium sebesar 1,23 persen dibanding Oktober 2025.

Satgas sendiri terdiri atas unsur Polri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bapanas, Bulog, serta pemerintah daerah. Hingga 6 November, lebih dari 5.000 kegiatan pengawasan dilakukan di seluruh Indonesia—dengan rata-rata 800 titik pengecekan per hari.

Menjelang puncak konsumsi akhir tahun, pemerintah bersama Perum Bulog juga mempersiapkan langkah antisipatif dengan memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di seluruh daerah.

“Di samping itu, pemerintah bersama Perum Bulog dalam mempersiapkan Nataru di Desember mendatang, akan memperkuat stok CBP di masing-masing daerah. Ini merupakan mitigasi dalam menjaga kestabilan harga beras tatkala ada peningkatan kebutuhan konsumsi,” tambahnya.

Dengan rangkaian upaya terstruktur ini, pemerintah berharap stabilitas pangan tidak hanya terjaga saat Nataru, tetapi juga menjadi pondasi ketahanan pangan di tahun-tahun berikutnya. (her)

Tags: Bapanasberasnataru

Berita Terkait.

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri
Nasional

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:03
Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI
Nasional

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:09
hakim
Nasional

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:35
ikpi
Nasional

Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:15
bima
Nasional

Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan di Daerah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:14
gedung polri
Nasional

IPW Desak Kapolri Tindak Mafia Hukum agar Penegakan Hukum Lebih Profesional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2462 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2174 shares
    Share 870 Tweet 544
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1378 shares
    Share 551 Tweet 345
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2712 shares
    Share 1085 Tweet 678
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.