• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:35
in Nasional
hakim

Pengasuh Pesantren Tebuireng Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan pentingnya Qonun Asasi sebagai landasan bagi Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, Qonun Asasi merupakan ruh yang menjadi pijakan organisasi sejak awal berdirinya NU.

Hal itu disampaikan Gus Kikin seusai menghadiri acara Sholawat Kebangsaan dan sosialisasi Qonun Asasi di Gedung MPR RI, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

BacaJuga:

Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, Tim Gabungan Fokus Pemadaman Udara

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Dia mengatakan, dokumen Qonun Asasi NU secara lengkap baru berhasil diperoleh dalam tiga tahun terakhir setelah cukup lama tidak muncul dan digunakan.

“Qonun Asasi itu sudah lama tidak muncul, sudah lama tidak digunakan, dan tiga tahun terakhir ini alhamdulillah kita mendapatkan semua dokumen Qonun Asasi empat bab,” kata Gus Kikin.

Dia menjelaskan, dokumen tersebut kemudian disusun dan diperkenalkan kepada para pengurus NU. Menurutnya, sosialisasi Qonun Asasi menjadi penting karena dokumen tersebut merupakan bagian fundamental dari sejarah dan perjalanan NU.

“Itu merupakan dokumennya Nahdlatul Ulama yang dulu disusun dari awal berdirinya Nahdlatul Ulama. Maka oleh karena itu penting karena Qonun Asasi itu merupakan ruh daripada Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Gus Kikin menyebut kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus cabang dan pengurus wilayah NU. Mereka berkumpul untuk mengikuti sosialisasi sekaligus mengingat kembali landasan dasar organisasi.

Di sisi lain, Gus Kikin turut menanggapi dinamika menjelang Muktamar NU, khususnya terkait sejumlah nama yang mulai muncul sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Dia menegaskan bahwa penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya bergantung pada mekanisme Muktamar dan keputusan para muktamirin.

“Nanti tergantung dari mekanisme dari apa pemilihan. Nanti begitu Muktamar kan ada tatib yang perlu dibahas. Dari tatib itu nanti bagaimana mekanismenya. Nah itu nanti siapa yang jadi Ketum ya itu tergantung dari muktamirin,” jelasnya.

Gus Kikin mengakui dirinya juga masuk dalam daftar nama yang dimunculkan untuk memimpin PBNU. Selain dirinya, sejumlah tokoh lainnya juga disebut-sebut masuk dalam bursa, di antaranya Ketua Umum PBNU saat ini Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kiai Zulfa Mustofa, Gus Rozin, dan Gus Salam.

“Ada banyak, ya saya termasuk dimunculkan. Kemudian ada Gus Yahya, Ketum yang sekarang. Ada kemudian Prof. Nasaruddin, ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Rozin, ada Gus Salam, cukup banyak,” tuturnya.

Meski demikian, Gus Kikin berharap seluruh proses menuju Muktamar berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan NU. Dia menekankan pentingnya keputusan yang mampu membawa NU semakin memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi umat.

“Harapan kami semuanya lancar dan itu tadi menghasilkan keputusan-keputusan baik, sehingga ke depan lagi NU akan lebih baik, manfaat dan maslahah bagi umat,” ujarnya.

Terkait sosialisasi Qonun Asasi yang waktunya berdekatan dengan pelaksanaan Muktamar NU, Gus Kikin membantah jika kegiatan tersebut sengaja disiapkan sebagai bagian dari agenda Muktamar.

Dia menjelaskan, kajian mengenai Qonun Asasi sebenarnya telah dimulai sekitar tiga tahun lalu karena menjadi objek disertasi istrinya saat menempuh pendidikan di Universitas Airlangga (Unair). Ujian terbuka disertasi tersebut bahkan telah digelar pada 30 Juni 2026 kemarin.

“Sebetulnya tidak, karena itu Qonun Asasi itu dipakai istri saya untuk kuliah di Unair, itu disertasinya Qonun Asasi. Kemudian berakhir kuliahnya itu ujian terbuka di bulan Juni, 30 Juni,” katanya.

Menurut Gus Kikin, kedekatan waktu antara sosialisasi Qonun Asasi dengan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus hanya kebetulan. “Kebetulan keputusan Muktamar itu di akhir Agustus, jadi seolah-olah ini kita menyiapkan padahal tidak,” tegasnya. (nas)

Tags: DPR RIGus KikinNUPonpes TebuirengQonun Asas

Berita Terkait.

Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, Tim Gabungan Fokus Pemadaman Udara
Nasional

Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, Tim Gabungan Fokus Pemadaman Udara

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:10
Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri
Nasional

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:03
Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI
Nasional

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:09
Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional
Nasional

Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:15
bima
Nasional

Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan di Daerah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:14
gedung polri
Nasional

IPW Desak Kapolri Tindak Mafia Hukum agar Penegakan Hukum Lebih Profesional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2187 shares
    Share 875 Tweet 547
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1378 shares
    Share 551 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1275 shares
    Share 510 Tweet 319
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.