• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tanpa Pengawasan, Bansos Berpotensi Jadi Bahan Bakar Kemiskinan Struktural

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 16 November 2025 - 15:39
in Nasional
bansos

Ilustrasi - Penerima bantuan sosial memperlihatkan dana bansos yang diterimanya, di tengah kekhawatiran pemerintah bahwa sebagian bantuan justru mengalir ke judi online dan konsumsi rokok/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah upaya pemerintah mengurangi angka kemiskinan yang masih bertengger di angka 8,5 persen dari total populasi, sebuah ironi kembali menyeruak, dimana bantuan sosial (bansos) yang nilainya mencapai Rp 110,72 triliun hingga akhir 2025 justru sebagian mengalir ke kantong para bandar judi online (judol) dan kios-kios rokok di pelosok negeri.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, dengan nada tegas mengingatkan jutaan penerima bansos agar tidak tergelincir dalam penyalahgunaan bantuan tersebut.

BacaJuga:

Danantara Akuisisi Hotel di Makkah, Komnas Haji Soroti Efisiensi Biaya Jemaah

Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Pusat Solusi Persoalan Daerah

Gus Ipul mengimbau agar dana bansos bukan digunakan untuk judol, bukan untuk membeli rokok, bukan untuk membeli minuman keras (miras), dan bukan untuk bayar utang. Imbauan keras itu dimaksudkan untuk memastikan dana yang seharusnya menopang kebutuhan dasar, benar-benar menyentuh dapur keluarga rentan.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai seruan Gus Ipul memang baik secara moral, tapi sulit menembus realitas sosial penerima bantuan.

“Larangan itu bagus agar bansos tepat guna, tetapi secara sosiologis sulit dipatuhi. Ironis kalau dana yang seharusnya membantu justru dipakai untuk judol, miras, atau merokok,” ujar Tulus melalui gawai, Minggu (16/11/2025).

Tulus membeberkan dua alasan mengapa imbauan tersebut berpotensi hanya menjadi slogan moral belaka. Pertama, tidak ada mekanisme kontrol maupun instrumen hukum yang memungkinkan pemerintah memantau penggunaan dana bansos secara langsung.

“Ini imbauan tanpa gigi. Tidak ada perangkat kebijakan untuk memastikan kepatuhan di lapangan,” kata pegiat perlindungan konsumen itu.

Kedua, data menunjukkan masalah penyalahgunaan sudah mengakar. Di seluruh Indonesia, setidaknya 650 ribu penerima bansos kedapatan menghabiskan bantuan untuk bermain judi online. Bahkan di Jakarta saja, sekitar 5.000 penerima disebut melakukan hal serupa. Meski Gubernur Pramono Anung berjanji akan memberi sanksi, pertanyaannya tetap sama, bagaimana cara menegakkannya?

Tantangan lain yang tak kalah pelik adalah urusan rokok. Dengan 70 juta perokok aktif, sebagian besar dari keluarga menengah bawah, larangan penggunaan bansos untuk membeli rokok hampir mustahil dijalankan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bahkan mencatat, rumah tangga miskin mengalokasikan 10–11 persen pendapatan untuk merokok setiap bulan. “Dengan pola konsumsi seperti itu, sangat mungkin bansos ikut mengalir untuk beli rokok,” kata Tulus.

Karena itu, Tulus menilai langkah Gus Ipul tak cukup berhenti di ruang imbauan. Pemerintah harus bergerak lebih terstruktur, dari hulu hingga hilir. Salah satu caranya adalah memperkuat kerja sama lintas lembaga, mulai dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kepolisian, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memberantas aplikasi judol yang menjebak masyarakat kelas bawah, termasuk anak-anak.

“Sementara untuk persoalan rokok, pemerintah didorong menerapkan kebijakan yang sudah memiliki payung hukum, seperti larangan penjualan rokok batangan sesuai PP 28/2024, serta mengerek harga rokok sehingga tak lagi mudah diakses oleh rumah tangga miskin,” terangnya.

Jika langkah-langkah tersebut tak dijalankan, Tulus memperingatkan, banjir bansos hanya akan menjadi “bancaan bandar judol dan pundi-pundi taipan rokok,” bukan alat yang mampu memutus rantai kemiskinan. “Pada akhirnya dana bansos jadi sia-sia dan masyarakat malah makin terjerat kemiskinan struktural,” tambahnya.

Di tengah besarnya harapan pada dana bantuan negara, tantangan yang mengemuka hari ini memberi satu pesan jelas, yakni tanpa pengawasan serius dan kebijakan yang menyentuh akar persoalan, bantuan sosial akan terus hanyut, bukan pada kebutuhan rakyat, tetapi pada godaan-godaan yang membuat mereka makin tergelincir. Dan ketika itu terjadi, yang rugi bukan hanya penerima bansos, tetapi seluruh bangsa. (her)

Tags: Bansosbantuan sosialFKBIjudi onlineJudolkemiskinanrokoktulus abadi

Berita Terkait.

Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Danantara Akuisisi Hotel di Makkah, Komnas Haji Soroti Efisiensi Biaya Jemaah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:07
Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan
Nasional

Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:15
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Pusat Solusi Persoalan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:05
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

TKA Tetap Bisa Diikuti Semua Murid, Kemendikdasmen Siapkan Solusi untuk Daerah Darurat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:32
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Operasi Patuh 2026, Korlantas Tekankan Pentingnya Helm SNI dan Sabuk Pengaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:22
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Indonesia Kembali Pimpin Komite HS Dunia, Bea Cukai Perkuat Peran di Perdagangan Global

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:17

OLAHRAGA

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Olahraga

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Editor Dilianto
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

INDOPOSCO.ID - Persoalan tata kelola kembali membayangi kompetisi futsal profesional Indonesia. Pergantian struktur organisasi hingga perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal...

SelengkapnyaDetails
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5147 shares
    Share 2059 Tweet 1287
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.