• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Tanggapi Pro-Kontra Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Ini Kata Mbak Tutut

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 10 November 2025 - 12:51
in Headline
tutut

Siti Hardijanti Hastuti (Tutut Soeharto) didampingi Bambang Trihatmodjo menanggapi pro dan kontra penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada ayahandanya, H. M. Soeharto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). (ANTARA/Andi Firdaus)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut Soeharto, putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto, memberikan tanggapannya atas munculnya pro dan kontra terkait penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada ayahandanya.

Dalam pernyataannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025), Tutut yang hadir bersama adiknya, Bambang Trihatmodjo, menilai bahwa perbedaan pendapat di masyarakat merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi.

BacaJuga:

Soroti Kenaikan Mendadak Harga Pertamax, YLKI Minta Transparansi dan Perlindungan Konsumen

Pertamina Umumkan Tarif Baru Pertamax, Naik Hampir Rp4.000 per Liter

Pemerintah dan Satgas Pangan Kawal Harga Telur, Peternak Diminta Pegang HAP

“Pro dan kontra itu sesuatu yang wajar. Masyarakat Indonesia kan beragam. Yang penting kita menilai apa yang sudah dilakukan Pak Harto sejak muda hingga akhir hayatnya — semua demi rakyat dan bangsa,” ujar Tutut usai upacara.

Ia menegaskan bahwa keluarga besar Soeharto tidak menyimpan dendam terhadap pihak-pihak yang mengkritik keputusan pemerintah tersebut.

“Kami tidak punya rasa dendam. Ini negara kesatuan, jadi perbedaan pendapat boleh saja, asal tidak berlebihan. Yang utama, kita tetap menjaga persatuan,” ujarnya menambahkan.

Tutut juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan penghargaan tertinggi itu kepada ayahandanya. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil penilaian terhadap dedikasi Soeharto dalam pembangunan nasional.

“Terima kasih kepada Pak Presiden. Beliau tahu betul perjuangan ayah karena juga seorang tentara. Selain itu, beliau juga mendengar aspirasi masyarakat,” kata Tutut.

Ketika ditanya mengapa gelar tersebut baru diberikan pada masa pemerintahan saat ini, Tutut menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya kemungkinan mempertimbangkan situasi sosial dan kesiapan publik.

“Dulu mungkin waktunya belum tepat, karena masih ada yang belum siap. Sekarang masyarakat sudah lebih dewasa dan bisa berpikir jernih,” ujarnya.

Menanggapi pandangan bahwa gelar Pahlawan Nasional dapat menghapus stigma terkait tuduhan korupsi dan pelanggaran HAM pada masa pemerintahan Soeharto, Tutut menilai masyarakat kini bisa menilai dengan objektif.

“Rakyat sekarang makin cerdas, bisa menilai sendiri apa yang dilakukan bapak. Kami tidak perlu membela diri, semua sudah terlihat,” tegasnya.

Sebagai ungkapan syukur, keluarga Soeharto berencana melakukan ziarah ke makam almarhum di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah.

“Kami bersyukur kepada Allah. Kalau bukan karena izin-Nya, tentu hal ini tidak akan terjadi,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto sebagai Pahlawan Nasional bidang perjuangan, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116.TK/Tahun 2025.

Dalam pembacaan di Istana Negara disebutkan bahwa Soeharto memiliki peran penting sejak masa kemerdekaan, termasuk saat menjabat sebagai Wakil Komandan BKR Yogyakarta yang memimpin pelucutan senjata pasukan Jepang di Kota Baru pada 1945. (aro)

Tags: pahlawanPrabowoSoeharto

Berita Terkait.

SPBU
Headline

Soroti Kenaikan Mendadak Harga Pertamax, YLKI Minta Transparansi dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:26
bensin
Headline

Pertamina Umumkan Tarif Baru Pertamax, Naik Hampir Rp4.000 per Liter

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:55
telur
Headline

Pemerintah dan Satgas Pangan Kawal Harga Telur, Peternak Diminta Pegang HAP

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:07
GKR Hemas: Pembangunan Manusia Harus Jadi Fondasi Kemajuan Bangsa
Headline

Temui Prabowo, Luhut Laporkan Hasil Survei MBG hingga Progres GovTech

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:27
Pengguna Internet Anak Usia 5-17 Tahun Naik 73,90 Persen di 2024
Headline

Pengguna Internet Anak Usia 5-17 Tahun Naik 73,90 Persen di 2024

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:05
rokok
Headline

Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar Penerimaan Negara

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:30

BERITA POPULER

  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1435 shares
    Share 574 Tweet 359
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    843 shares
    Share 337 Tweet 211
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.