• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Islamic Relief Indonesia Gelar event Dialog Talanoa: Krisis Iklim Menghebat, Upaya Mitigasi Perubahan Iklim Justru Rugikan UMKM

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 9 November 2025 - 19:11
in Nasional
iklim2

Chef Executive Officer (CEO) Islamic Relief Indonesia, Nanang Subana Dirja yang menjadi pengundang dalam kegiatan Talanoa Dialogue pada Jumat (7/11/2025) atas kerja sama Islamic Relief dengan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA). Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Krisis iklim dirasakan semakin menghebat, cuaca semakin ekstrim dan bencana hidrometeorology seperti banjir, longsor, kebakaran hutan, abrasi air laut semakin intens. Muara Gembong di Bekasi yang dulunya wilayah subur makmur, kini tergerus abrasi, bahkan beberapa desa terancam tenggelam.

Di Semarang – Jawa Tengah banjir rob akibat air laut pasang semakin sering terjadi mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan karena datang terus menerus. Gelombang panas (Heat Wave) melanda Asia, Eropa, dan Amerika dengan jumlah korban jiwa meningkat setiap tahunnya.

BacaJuga:

Pemerintah Tegaskan Komitmen Berantas Impor Ilegal Pakaian Bekas, Amankan 43 Kontainer Ballpress di Pelabuhan Tanjung Priok

Bea Cukai Tanjung Priok Terapkan Jaminan Nontunai Elektronik, Perkuat Layanan Kepabeanan Digital

MPLS 2026 Resmi Disulap Jadi Gerbang Bahagia bagi Murid Baru

Di Italy, sekitar 19 ribu orang meninggal akibat panas ektrim pada pertengahan musim panas 2024.

Secara global, tercatat sudah 500 ribu orang lebih yang meninggal akibat gelombang panas ini setiap tahunnya. Karena itu, sekjen PBB Antonio Guterres menyebut bahwa era ’global warning’ sudah berakhir, dan sekarang kita memasuki era ‘global boiling’ (pendidihan global).

Itulah sebabnya upaya menjaga agar kenaikan suhu di bawah 2 derajat celcius bahkan idealnya di bawah 1,5 derajat celcius disepakati oleh para pemimpin negara di dunia. Untuk itu, upaya menjaga kenaikan suhu ini harus didukung oleh semua pihak sambil melakukan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim yang sudah terjadi.

Demikian dipaparkan oleh Nanang Subana Dirja selaku CEO Islamic Relief Indonesia yang menjadi pengundang dalam kegiatan Talanoa Dialogue, yang dilaksanakan pada hari Jum’at 7 November 2025 atas kerjasama Islamic Relief dengan UNOCHA – Lembaga PBB yang mengkoordinasikan bantuan-bantuan kemanusiaan di dunia.

Talanoa Dialogue adalah sebuah proses dialog yang inklusif, partisipatif, dan transparan yang berasal dari tradisi Fiji dan Pasifik, yang bertujuan untuk berbagi cerita, membangun empati, dan membuat keputusan yang bijaksana demi kebaikan bersama. Proses ini sering digunakan dalam konteks global, terutama dalam diskusi perubahan iklim, untuk mengumpulkan berbagai pandangan dan pengalaman dari berbagai pihak tanpa ekspektasi kesepakatan yang telah ditentukan.

Pada kesempatan pertama dihadirkan Usnawati, seorang pelaku UMKM yang menggeluti usaha jamur, tinggal di Lombok Barat-NTB. Beliau menyampaikan bahwa akhir-akhir ini usaha jamurnya mengalami kendala produksi karena bahan baku pembuatan jamur serbuk gergaji sulit didapat dan kalau tersedia harganya mahal. “Dulu serbuk gergaji terbuang, kita tidak pernah beli sehingga kita bisa mengembangkan usaha jamur sampai memiliki 12 rumah jamur.

Sekarang, kendalanya serbuk gergaji itu sulit didapat. Kalau pun ada kita mesti beli dengan harga yang mahal. Itu pun kita harus gantian untuk mendapatkannya. Akibatnya kita menurunkan produksi, yang tadinya bisa setiap sehari, sekarang hanya bisa produksi 1 kali dalam sebulan. Kata yang punya sawmill, serbuk gergaji telah dikontrak oleh PLN”.

Cerita Usnawati di dalam sesi pembuka Talanoa Dialogue ini.

Ternyata ibu Uus -nama panggilannya- bersama dengan ratusan petani jamur pernah mengadukan persoalan ini ke berbagai pihak. Namun jawaban yang diterimanya sangat mengecewakan. Salah satu pimpinan daerah yang ditemuinya justru memberikan jawaban yang menghancurkan hati mereka. “Ibu pilih mana, apakah sebaiknya listriknya mati dan ibu terus berusaha jamur, atau Listrik hidup dan usaha ibu sedikit terganggu”, Ujar pimpinan daerah tersebut yang ucapannya ditirukan oleh Uus.

Inilah dampak nyata dari transisi ke arah pembangunan hijau. PLN berupaya mengganti bahan bakar fosil dengan bahan bakar ramah lingkungan agar emisi karbon dalam proses menghasilkan listrik ini dapat dikurangi. Namun demikian nampaknya PLN belum mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari transisi ini.

Menurut Dina Novita Sari dari ILO (International Labour Organization) yang menjadi pembicara keempat dalam dialogue Talanoa ini, proses transisi ke arah ekonomi hijau haruslah berkeadilan (Just Transition). Ada 8 ‘key policy area’ untuk transisi yang berkeadilan, salah satunya adalah kebijakan Proteksi Sosial. Intinya bila ada masyarakat yang terdampak dari sebuah proses transisi, maka masyarakat tersebut harus diberikan perlindungan social agar kehidupannya tidak terganggu.

Dalam catatan ILO, secara global ada sekitar 1,2 milyar pekerjaan dan penghidupan masyarakat yang berhubungan dengan pelayanan ecosystem dan di saat terjadi perubahan termasuk di dalam proses transisi hijau ini, maka para pelaku di dalam lingkup pekerjaan tersebut akan terdampak. Namun di lain sisi, juga akan ada ‘ job opportunity’ baru yang timbul di saat proses transisi ini terjadi, yaitu pekerjaan-pekerjaan baru yang membutuhkan keahlian tertentu yang belum tentu dapat diisi oleh orang-orang yang terdampak tadi.

Karenanya perlu ada proses upskilling (peningkatan keterampilan) dan reskilling (penyesuaian keterampilan) agar mereka yang terdampak tersebut dapat mengisi job opportunity tersebut. Dengan demikian, proses transisi hijau dapat lebih inklusif dan berkeadilan.

Hadir sebagai pembicara lain di dalam dialogue Talanoa ini, Anggi Pertiwi Putri, ST, MEnv dari Kementerian PPN/Bappenas yang memaparkan peta jalan Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim di Tingkat Nasional, Dr H Iswandi, MSI Kepala Bappeda NTB yang memaparkan kesiapaan provinsi NTB dalam melaksanakan Pembangunan Ekonomi Hijau melalui kebijakan Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2025-2045, Dr Hairil Anwar Akademisi dari Universitas Mataram yang memaparkan pendekatan system dynamic dalam memetakan skenario pencapaian net zero emission NTB lebih cepat 10 tahun dari tingkat nasional.

Pembicara lain Prof Muhammad Said, Guru Besar ekonomi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dewan Pengawas Syariah Islamic Relief Indonesia memberikan pencerahan terkait dengan Integrasi Etika dan Keadilan ke dalam Transisi Ekonomi Hijau, termasuk di antaranya melalui penderkatan Hifz’al-Bi’ah (menjaga lingkungan) sebagai maqodid kontemporer, melalui 3 pendekatan. Yaitu, Tawazun (kseimbangan) antara ekonomi, social, dan ekologi; lalu Ta’awun (kolaborasi) lintas sektor untuk mewujudkan keadilan ekologis, dan Hisbah (Pemgawasan moral) untuk memastikan bisnis beretika.

Siaran youtube dialogue talanoa ini dapat dilihat di https://www.youtube.com/live/V5I4B-YaiFs.
Selain pembicara di atas terdapat 4 pembicara lain mewakili berbagai kelompok kepentingan dan lintas pelaku yaitu Dewi dari Human Initiative – sebuah NGO besar di Indonesia, yang menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kerja-kerja perubahan iklim di sektor persampahan dan akan masuk ke dalam konsep ekonomi hijau.

Selanjutnya, Reta dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) menyampaikan pesannya bahwa isu-isu perubahan iklim, pembangunan rendah karbon, transisi ekonomi hijau, integrated farming sangat sulit difahami terutama bagi kelompok disabilitas perempuan.

Karenanya beliau berharap kelompok-kelompok disabilitas dapat dilibatkan dalam dialog-dialog seperti ini, termasuk di dalam penyusunan perencanaan dan kebijakan-kebijakan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terkait perubahan iklim. Selain itu, diharapkan juga ada affirmatif action untuk kaum disabilitas, seperti di dalam pelaksanaan integrated farming (pertanian terintegrasi), kaum disabilitas diberikan quota agar dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Juga dalam pelatihan-pelatihan, diberikan kuota agar perempauan disabilitas dapat turut serta.

“Kami membutuhkan support system yang mendukung kami, terutama berhubungan dengan kenyataan bahwa perempuan disabilitas ini memiliki banyak keterbatasan seperti takut keluar, sulit berjalan sendiri, sulit berkomunikasi, dan lainnya”, Ujar Reta.

Reni dari RECOFTC Indonesia menyampaikan, “satu pesan penting bahwa organisasinya telah menyusun modul pelatihan nilai ekonomi karbon disusun bersama dengan pusdiklat kementerian kehutanan dan sudah memberikan pelatihan bagi 1400 peserta”.

Irfan dari Dinas LHK kabupaten Dompu menyampaikan, “keprihatinannya terkait dengan proses penggundulan hutan yang terus terjadi akibat adanya ekspansi penanaman jagung oleh para petani hutan”.

Komoditi jagung yang cepat menghasilkan dan juga penjualannnya mudah perlu diimbangi dengan komoditi lain yang lebih ramah lingkungan dan cepat menghasilkan agar pengundulan hutan dapat dikurangi.

Dalam menutup kegiatan dialogue Talanoa ini, Nanang Subana Dirja selaku tuan rumah menyampaikan perlunya aksi-aksi nyata dalam menerapkan pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di level tapak, sementara di level nasional perlu dibuat sekretariat Transisi Berkeadilan agar dapat memecahkan persoalan seperti yang dialami oleh ibu Usnawati dari Lombok.

Untuk di level tapak, Islamic Relief dalam dua bulan ke depan akan melaksanakan kegiatan pertanian terintegrasi bekerja sama dengan 3 pemerintah kabupaten di NTB yang diarahkan untuk menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat melalui kegiatan ekonomi sirkular berbagai komoditi ternak yang digabungkan degan perikanan, pertanian hortikultera dan pakan ternak, pengolahan biogas, produksi pupuk organik hayati, dan pupuk organik padat.

“Pertanian terintegrasi ini akan dikelola oleh kompok rentan sehingga tiga pilar pembangunan rendah karbon dapat terpenuhi, yaitu peningkatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan kaum rentan, dan kelestarian lingkungan untuk penyerapan karbon”. (adv)

Tags: cuacaekstremUMKM

Berita Terkait.

Pemerintah Tegaskan Komitmen Berantas Impor Ilegal Pakaian Bekas, Amankan 43 Kontainer Ballpress di Pelabuhan Tanjung Priok
Nasional

Pemerintah Tegaskan Komitmen Berantas Impor Ilegal Pakaian Bekas, Amankan 43 Kontainer Ballpress di Pelabuhan Tanjung Priok

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:41
Bea Cukai Tanjung Priok Terapkan Jaminan Nontunai Elektronik, Perkuat Layanan Kepabeanan Digital
Nasional

Bea Cukai Tanjung Priok Terapkan Jaminan Nontunai Elektronik, Perkuat Layanan Kepabeanan Digital

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:22
MPLS 2026 Resmi Disulap Jadi Gerbang Bahagia bagi Murid Baru
Nasional

MPLS 2026 Resmi Disulap Jadi Gerbang Bahagia bagi Murid Baru

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:02
Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda
Nasional

Kado untuk Driver Ojol, Komisi Platform Resmi Turun Jadi 8 Persen per 1 Juli

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:02
DPR: Skema 8:92 Bukti Perjuangan Ojol Akhirnya Berbuah Hasil
Nasional

DPR: Skema 8:92 Bukti Perjuangan Ojol Akhirnya Berbuah Hasil

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:41
Tak Cukup Penjarakan Pelaku, DPR RI: Korban Penyekapan Bandung Harus Dipulihkan Total
Nasional

Tak Cukup Penjarakan Pelaku, DPR RI: Korban Penyekapan Bandung Harus Dipulihkan Total

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:31

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Hasil Piala Dunia: Cetak Brace saat Argentina Tekuk Austria, Messi Pecahkan Rekor

    814 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
Ronaldo Usung Misi Pembuktian di Laga Portugal vs Uzbekistan
Olahraga

Ronaldo Usung Misi Pembuktian di Laga Portugal vs Uzbekistan

Editor Laurens Dami
Selasa, 23 Juni 2026 - 23:12

INDOPOSCO.ID - Timnas Portugal akan menghadapi Timnas Uzbekistan dalam laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion...

SelengkapnyaDetails
Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda

Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:09
amine

Hasil Piala Dunia: Comeback Atas Yordania, Aljazair Jaga Asa ke Fase Gugur

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:03
didier

Hasil Piala Dunia : Perancis Lolos ke 32 Besar, Didier Deschamps Bernapas Lega

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:52
haaland

Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Bawa Norwegia Bekuk Senegal, Pastikan Tiket 32 Besar

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:22
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.