• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Sektor Jasa Keuangan Jadi Penopang Ekonomi Berkat Inklusi

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 27 Oktober 2025 - 06:01
in Ekonomi
ojk

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar pada Financial Expo (FinExpo), di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/10/2025). Foto : antara/OJK Jatim

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyatakan tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat akan mampu mendorong sektor jasa keuangan menjadi penopang ekonomi daerah dan nasional.

“Sektor jasa keuangan ini sebenarnya memiliki potensi yang mampu melipatgandakan apa yang ada di masing-masing daerah, wilayah, bahkan nasional,” kata Mahendra, dalam keterangan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

BacaJuga:

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

Jasa Marga Maksimalkan Tim Preservasi demi Kelancaran Arus Libur Panjang

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

Mahendra mengatakan pula dengan tingkat inklusi dan literasi yang membaik berarti masyarakat semakin paham dan semakin tinggi tingkat pemanfaatan atau utilisasi dari sektor jasa keuangannya.

Menurutnya, sektor jasa keuangan sebenarnya memiliki potensi yang mampu melipatgandakan potensi yang ada di masing-masing daerah, wilayah, dan nasional.

Ia mengatakan apabila seluruh aset dari perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan ini digabungkan, maka nilai asetnya mencapai sekitar 145 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional.

“Jauh lebih besar dari perekonomian nasional. Dan di negara-negara lain seringkali tingkatnya tadi itu tiga sampai empat kali lebih besar dari PDB,” ujarnya lagi.

Potensi tersebut, katanya pula, hanya akan tercapai apabila masyarakat tidak hanya memahami namun juga memanfaatkan sektor jasa keuangan seperti rekening yang tak hanya untuk simpanan, tapi juga untuk kegiatan lainnya yang bisa mendorong ekonomi.

Kegiatan yang dimaksud di antaranya adalah investasi di pasar modal, di pasar saham, di obligasi, serta penggunaan asuransi dan pembiayaan untuk membeli kendaraan maupun masuk dalam fungsi-fungsi penjaminan.

Berdasarkan data, kini literasi keuangan telah mencapai 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi 80,50 persen. Namun pemerintah memiliki target inklusi keuangan mencapai 98 persen pada 2045.

“Ini yang akan melipatgandakan suatu perekonomian berkali-kali lebih besar daripada PDRB-nya. Jadi kami harapkan dengan literasi dan inklusi yang besar menjadi modal dasar kita, kita sekarang bergerak kepada pemanfaatan utilisasinya yang lebih tinggi lagi,” kata Mahendra pula dikutip Antara. (aro)

Tags: OJKrupiahuang

Berita Terkait.

Mata-Uang
Ekonomi

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:01
Perbaikan-Jalan
Ekonomi

Jasa Marga Maksimalkan Tim Preservasi demi Kelancaran Arus Libur Panjang

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:00
Fajar-Wibhiyadi
Ekonomi

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:49
Program TJSL
Ekonomi

PLN EPI dan Bahtera Adhiguna Hidupkan Ekonomi Sirkular di Kawasan Wisata Pesisir

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:09
Pesawat
Ekonomi

Harga Avtur Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Terapkan Biaya Tambahan 50 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:27
cabai
Ekonomi

Bapanas Klaim Harga Cabai Rawit Turun Signifikan, Jumlah Daerah Terdampak IPH Berkurang

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1126 shares
    Share 450 Tweet 282
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1087 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.