• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Setahun Pemerintahan Prabowo, Analis Nilai Ada “Jarak Komunikasi” di Kabinet

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:58
in Nasional
1000363910

Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka memperingati satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Dok. Wapres RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Satu tahun sudah Presiden Prabowo Subianto memimpin Indonesia. Namun di balik sederet langkah besar yang diambil pemerintahannya, analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai masih ada tantangan serius yang perlu segera dibenahi, terutama soal komunikasi antara presiden dan para menterinya.

“Problem terbesarnya Pak Prabowo itu adalah gap (jarak) yang cukup panjang antara dirinya dengan menteri-menteri. Jadi gapnya itu panjang betul,” ujar Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Jumat (24/10/2025).

BacaJuga:

BPI KPNPA RI Bongkar Dugaan Skandal Rp7,2 Triliun di ANTAM, Kejagung Didesak Bergerak Cepat

Inisiatif Jaminan Nontunai Elektronik, Wujud Transformasi Digital Bea Cukai dan Peningkatan Efisiensi Layanan Kepabeanan

Dokter Internsip Meninggal Berulang, Sistem Pendidikan Klinis Disorot

Menurut Hensa, Prabowo datang dengan visi besar, yakni menghapus ketimpangan sosial dan memperkuat keadilan ekonomi. Sayangnya, semangat itu belum sepenuhnya diterjemahkan oleh jajaran kabinetnya.

“Selain orang-orang yang lama berada di lingkarannya, Prabowo terlihat tidak mudah menyelaraskan visi dan misi dengan anggota kabinet dari partai lain. Bahkan mungkin para menteri ini takut bicara dengan Prabowo sekadar bertanya maksud dari programnya,” jelasnya.

Ia menyebut hanya beberapa nama seperti Sjafrie Sjamsoeddin (Menteri Pertahanan), Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono (Wakil Ketua DPR RI), Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet), Angga Raka Prabowo (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara), dan Sudaryono (Wakil Menteri Pertanian) yang dinilai memiliki komunikasi efektif dengan presiden.

Dampak dari “jarak komunikasi” ini, lanjut Hensa, bisa terlihat dalam sejumlah kebijakan yang terkesan belum matang namun sudah diumumkan ke publik.

“Dampak dari kesenjangan itu ya salah satunya komunikasi. Kita melihat kebijakan yang belum confirm tapi sudah diumumin lalu dibatalkan – seperti kasus gas 3 kilogram (kg) atau BBM (bahan bakar minyak) impor Pertamina. Ini baru sedikit, masih banyak lagi,” tuturnya.

Meski begitu, Hensa mengapresiasi langkah Prabowo yang mulai melakukan koreksi di tahun pertama masa jabatannya.

Ia menilai penunjukan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebagai juru bicara istana dan pembentukan Badan Komunikasi Pemerintah merupakan sinyal positif bahwa presiden mulai memperkuat koordinasi internal.

“Pada akhirnya, banyak hal memang harus diperbaiki. Tapi menurut saya satu tahun ini masa bulan madu-nya sudah selesai, dan Pak Prabowo perlahan memperbaiki itu. Saya mengapresiasi penuh soal ini,” ujar Hensa.

Selain memperkuat komunikasi di kabinet, Hensa juga menyoroti posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai, Gibran perlu diberi tanggung jawab yang lebih konkret agar kehadirannya benar-benar memberi nilai tambah.

“Gibran itu sebagai wakil presiden, dia harus dipaksa untuk kerja. Harus dikasih kerjaan dia, kalau enggak buang-buang duit negara ini,” tegasnya.

Menurutnya, Prabowo sebaiknya tidak ragu melibatkan Gibran dalam program-program strategis nasional.

“Harus ada. Dan harus dipaksa dia berkecimpung di pemerintahan ini. Walaupun Pak Prabowo terlihat enggak ingin ia terlibat secara penuh, buatkan dia program apa saja yang membuatnya sibuk,” katanya.

Hensa menutup dengan catatan tajam: jabatan wakil presiden bukan sekadar simbol.

“Kalau cuma jadi pelengkap tanpa kontribusi nyata, itu sama saja buang-buang duit negara,” tambahnya.

Satu tahun pertama pemerintahan memang selalu menjadi masa adaptasi. Namun jika komunikasi di tubuh kabinet bisa dipererat dan peran wakil presiden dioptimalkan, tahun kedua bisa jadi momentum bagi Prabowo untuk benar-benar menunjukkan arah kepemimpinannya, bukan sekadar visi besar, tapi juga eksekusi yang menyatu dan terasa. (rmn)

Tags: Hendri SatrioKomunikasi MenteriPresiden Prabowo

Berita Terkait.

BPI KPNPA
Nasional

BPI KPNPA RI Bongkar Dugaan Skandal Rp7,2 Triliun di ANTAM, Kejagung Didesak Bergerak Cepat

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:38
TTD
Nasional

Inisiatif Jaminan Nontunai Elektronik, Wujud Transformasi Digital Bea Cukai dan Peningkatan Efisiensi Layanan Kepabeanan

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:08
Petugas-Kesehatan
Nasional

Dokter Internsip Meninggal Berulang, Sistem Pendidikan Klinis Disorot

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:07
Tanri-Abeng
Nasional

Jalin Komitmen Bersama KPK dan Pemda se-Sultra, Staf Ahli Kemen ATR/BPN: untuk Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:46
kemenag
Nasional

Bentuk Tim AHWA, Kemenag: Siapkan Seleksi Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:23
sigit
Nasional

Kapolri Sebut Penguatan Peran Kompolnas Tak Perlu Undang-Undang Baru

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:03

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3696 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Mengasah Kompetensi dari Lapangan, PEP Sangasanga Buka Wawasan Mahasiswa Migas

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.