• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Setahun Pemerintahan Prabowo, Analis Nilai Ada “Jarak Komunikasi” di Kabinet

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:58
in Nasional
1000363910

Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka memperingati satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Dok. Wapres RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Satu tahun sudah Presiden Prabowo Subianto memimpin Indonesia. Namun di balik sederet langkah besar yang diambil pemerintahannya, analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai masih ada tantangan serius yang perlu segera dibenahi, terutama soal komunikasi antara presiden dan para menterinya.

“Problem terbesarnya Pak Prabowo itu adalah gap (jarak) yang cukup panjang antara dirinya dengan menteri-menteri. Jadi gapnya itu panjang betul,” ujar Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Jumat (24/10/2025).

BacaJuga:

7 Rekomendasi Penting untuk Penyempurnaan Regulasi Perubahan Iklim

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

Era AI, Wartawan Dituntut Tetap Kritis dan Pegang Teguh Etika Jurnalistik

Menurut Hensa, Prabowo datang dengan visi besar, yakni menghapus ketimpangan sosial dan memperkuat keadilan ekonomi. Sayangnya, semangat itu belum sepenuhnya diterjemahkan oleh jajaran kabinetnya.

“Selain orang-orang yang lama berada di lingkarannya, Prabowo terlihat tidak mudah menyelaraskan visi dan misi dengan anggota kabinet dari partai lain. Bahkan mungkin para menteri ini takut bicara dengan Prabowo sekadar bertanya maksud dari programnya,” jelasnya.

Ia menyebut hanya beberapa nama seperti Sjafrie Sjamsoeddin (Menteri Pertahanan), Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono (Wakil Ketua DPR RI), Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet), Angga Raka Prabowo (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara), dan Sudaryono (Wakil Menteri Pertanian) yang dinilai memiliki komunikasi efektif dengan presiden.

Dampak dari “jarak komunikasi” ini, lanjut Hensa, bisa terlihat dalam sejumlah kebijakan yang terkesan belum matang namun sudah diumumkan ke publik.

“Dampak dari kesenjangan itu ya salah satunya komunikasi. Kita melihat kebijakan yang belum confirm tapi sudah diumumin lalu dibatalkan – seperti kasus gas 3 kilogram (kg) atau BBM (bahan bakar minyak) impor Pertamina. Ini baru sedikit, masih banyak lagi,” tuturnya.

Meski begitu, Hensa mengapresiasi langkah Prabowo yang mulai melakukan koreksi di tahun pertama masa jabatannya.

Ia menilai penunjukan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebagai juru bicara istana dan pembentukan Badan Komunikasi Pemerintah merupakan sinyal positif bahwa presiden mulai memperkuat koordinasi internal.

“Pada akhirnya, banyak hal memang harus diperbaiki. Tapi menurut saya satu tahun ini masa bulan madu-nya sudah selesai, dan Pak Prabowo perlahan memperbaiki itu. Saya mengapresiasi penuh soal ini,” ujar Hensa.

Selain memperkuat komunikasi di kabinet, Hensa juga menyoroti posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai, Gibran perlu diberi tanggung jawab yang lebih konkret agar kehadirannya benar-benar memberi nilai tambah.

“Gibran itu sebagai wakil presiden, dia harus dipaksa untuk kerja. Harus dikasih kerjaan dia, kalau enggak buang-buang duit negara ini,” tegasnya.

Menurutnya, Prabowo sebaiknya tidak ragu melibatkan Gibran dalam program-program strategis nasional.

“Harus ada. Dan harus dipaksa dia berkecimpung di pemerintahan ini. Walaupun Pak Prabowo terlihat enggak ingin ia terlibat secara penuh, buatkan dia program apa saja yang membuatnya sibuk,” katanya.

Hensa menutup dengan catatan tajam: jabatan wakil presiden bukan sekadar simbol.

“Kalau cuma jadi pelengkap tanpa kontribusi nyata, itu sama saja buang-buang duit negara,” tambahnya.

Satu tahun pertama pemerintahan memang selalu menjadi masa adaptasi. Namun jika komunikasi di tubuh kabinet bisa dipererat dan peran wakil presiden dioptimalkan, tahun kedua bisa jadi momentum bagi Prabowo untuk benar-benar menunjukkan arah kepemimpinannya, bukan sekadar visi besar, tapi juga eksekusi yang menyatu dan terasa. (rmn)

Tags: Hendri SatrioKomunikasi MenteriPresiden Prabowo

Berita Terkait.

iklim
Nasional

7 Rekomendasi Penting untuk Penyempurnaan Regulasi Perubahan Iklim

Sabtu, 19 September 2026 - 23:23
ika
Nasional

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

Sabtu, 19 September 2026 - 22:02
ukww
Nasional

Era AI, Wartawan Dituntut Tetap Kritis dan Pegang Teguh Etika Jurnalistik

Sabtu, 19 September 2026 - 21:11
ulama
Nasional

Judi Online dan Pinjol Dinilai Saling Menjerat, DSP PKS Dorong Gerakan Nasional

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08
menag
Nasional

Kunjungi 2 Pesantren di Kediri, Menag Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Bahasa Asing

Sabtu, 19 September 2026 - 17:04
hensat
Nasional

Hensa Ingatkan Bahaya Menelan Informasi dari Potongan Video: Jangan Abaikan Konteks

Sabtu, 19 September 2026 - 14:55

OLAHRAGA

sumaya
Olahraga

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Editor Laurens Dami
Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

INDOPOSCO.ID – Sumaya tinggal selangkah lagi dari sejarah. Atlet teqball putri Indonesia itu memastikan tempat di final nomor Women’s Singles...

SelengkapnyaDetails
bultang

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05
Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:16
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5530 shares
    Share 2212 Tweet 1383
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.