• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dari Buah Batu Bara ke Sinar Matahari: Capaian Prabowo dalam Transisi Energi Nasional

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 20 Oktober 2025 - 17:58
in Nasional
pngtree-prabowo-subianto-respect-png-image_13016068

Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian menegaskan arah besar transisi energi nasional dengan serangkaian capaian di sektor kelistrikan dan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Dalam beberapa bulan terakhir pemerintah meresmikan puluhan proyek pembangkit EBT termasuk 55 proyek yang diresmikan serentak di 15 provinsi sebagai bagian dari upaya memperluas pasokan listrik hijau ke pelosok negeri.

BacaJuga:

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Peresmian ini menambah kapasitas pembangkit terbarukan dan program akses listrik desa (Lisdes), sekaligus merepresentasikan
investasi ratusan triliun rupiah yang mulai mengalir ke proyek EBT.

Angka-angka perencanaan menyokong ambisi tersebut. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 memproyeksikan penambahan kapasitas baru sebesar
69,5 GW, di mana sekitar 42,6 GW (sekitar 61% dari total tambahan) direncanakan berasal dari energi terbarukan, plus 10,3 GW untuk sistem penyimpanan energi—langkah teknis krusial untuk menanggulangi variabilitas PLTS dan PLTB. Implementasi rencana ini diperkirakan memerlukan investasi besar dan kerja lintas sektor agar target dapat direalisasikan.

Potensi alamiah Indonesia dipakai sebagai alasan optimis: Kementerian ESDM mencatat potensi teknis EBT mencapai 3.686 GW, dengan potensi surya sangat dominan
(estimasi beberapa terawatt), membuka peluang besar bagi pengembangan PLTS atap, terapung, dan ladang surya skala besar.

Sementara realisasi bauran EBT dalam sistem kelistrikan nasional telah menanjak ke kisaran ~14% pada periode terakhir yang dilaporkan, menunjukkan kemajuan namun sekaligus mengingatkan bahwa masih banyak celah yang harus ditutup untuk mencapai target 100% listrik dari EBT.

Para pengamat menyambut capaian ini dengan optimisme namun juga kehati-hatian. Fabby Tumiwa, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), menyatakan bahwa
target ambisius untuk menggerakkan seluruh pasokan listrik ke sumber terbarukan dalam dekade mendatang adalah “sinyal kuat” bahwa bangsa ini serius melakukan transisi, namun memerlukan peta jalan kebijakan yang konkret, insentif investasi yang jelas, dan percepatan pembangunan infrastruktur transmisi serta storage. IESR menegaskan bahwa tanpa langkah- langkah praktis tersebut, target ambisius berisiko menjadi janji retorik.

Dari sisi pemerintah, capaian fisik dan anggaran menjadi poin kebanggaan nasional: selain peresmian proyek bernilai puluhan triliun rupiah, RAPBN dialokasikan dukungan fiskal untuk mempercepat proyek PLTS terapung, panas bumi, hingga pengembangan jaringan transmisi antarwilayah. Presiden Prabowo sendiri menekankan pentingnya kedaulatan energi, bahwa listrik bersih harus menjangkau desa dan pulau terpencil dan menjadi bagian dari strategi nasional menuju ketahanan ekonomi dan lingkungan.

Namun realitas teknis dan ekonomi tetap menuntut kewaspadaan. Meski RUPTL menempatkan EBT sebagai mayoritas dari penambahan kapasitas, beberapa analisis
independen memperingatkan bahwa pipeline proyek fosil masih ada dan bahwa pemanfaatan potensi EBT saat ini baru sebagian kecil dari angka teknis yang tersedia—menunjukkan kebutuhan besar akan investasi, perizinan yang dipermudah, dan model bisnis yang menjamin bankabilitas proyek. Selain itu, pembangunan infrastruktur transmisi dan kapasitas penyimpanan energi masih menjadi bottleneck yang harus diatasi agar pasokan terbarukan dapat distabilkan.

Presiden Prabowo telah menyalakan momentum nyata dalam peralihan dari “buah batu bara” ke “sinar matahari” lewat peresmian proyek, alokasi anggaran, dan RUPTL yang
menempatkan EBT sebagai tulang punggung penambahan kapasitas. Data potensi dan rencana ambisius memberi dasar optimis; kritik dari lembaga riset mengingatkan perlunya detail implementasi. Untuk benar-benar mengubah ambisi jadi kenyataan, Indonesia perlu mempercepat pembangunan jaringan transmisi dan storage, menyederhanakan mekanisme investasi, serta memastikan kebijakan jangka panjang yang konsisten, barulah mimpi 100% listrik terbarukan menjadi warisan yang membanggakan bagi bangsa. (ibs)

Tags: Batu BaraPrabowoTransisi Energi Nasional

Berita Terkait.

sufmi
Nasional

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:31
dasco
Nasional

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47
karhutla
Nasional

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:08
umi
Nasional

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Buktikan Ketangguhan Perempuan Memimpin Media

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:27
demonstrasi
Nasional

Students Begin Gathering Outside House of Representatives Building This Afternoon, Raising Issues from Free Nutritious Meals Program to Fuel Prices

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:48
rini
Nasional

Bahas Reformasi Sektor Publik, Indonesia dan Australia Sepakat Perkuat Kapasitas SDM Pemerintahan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:22

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7137 shares
    Share 2855 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1041 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
lesu
Piala Dunia 2026

Keluhkan Performa Socceroos, Pelatih Australia: Kami Lesu, AS Lebih Bertenaga

Editor Ali Rachman
Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:42

INDOPOSCO.ID - Tim nasional (Timnas) Amerika Serikat memetik kemenangan krusial 2-0 atas Timnas Australia dalam pertandingan kedua Grup D Piala...

SelengkapnyaDetails
maroko

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.