INDOPOSCO.ID – Setelah sempat tersendat di laga pembuka, Swiss akhirnya menemukan ritmenya di laga kedua Piala Dunia 2026 pada Jumat (19/6/2026). Tim berjuluk Nati itu tampil meyakinkan saat membungkam Bosnia dan Herzegovina 4-1, dengan salah satu sorotan utama datang dari penampilan impresif Johan Manzambi yang langsung memberi dampak setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Pemain muda Freiburg berusia 20 tahun itu hanya membutuhkan dua menit di lapangan untuk memecah kebuntuan sebelum menambah satu gol lagi dan menjadi pencetak gol termuda Swiss di panggung Piala Dunia sejak edisi 1950 di Brasil. Penampilannya bahkan sempat membuka peluang mencatatkan hat-trick ketika Swiss memperoleh penalti pada masa injury time.
Namun kesempatan penalti tersebut tidak jatuh kepada Manzambi. Justru Granit Xhaka memilih mengambil tanggung jawab sebagai algojo dan sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-97. Gol sang kapten membuatnya menjadi pemain Swiss kedua yang mampu mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia berbeda setelah Xherdan Shaqiri.
“Johan masih muda, dia punya masa depan yang besar di depannya. Saya membiarkan pengalaman mengambil prioritas dan kali ini saya mengambil penalti,” ujar Xhaka usai pertandingan dikutip dari laman resmi FIFA, Jumat (19/6/2026).
Kemenangan tersebut menjadi angin segar bagi Swiss yang sebelumnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Qatar. Kini mereka mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan berada dalam posisi yang menjanjikan untuk melangkah ke babak gugur sebelum menghadapi Kanada pada laga berikutnya.
“Bagi kami, kemenangan ini sangat berarti karena kami tidak memulai turnamen seperti yang kami inginkan saat melawan Qatar. Sekarang kami punya empat poin dari dua pertandingan dan kami bermain sangat baik,” kata Xhaka.
Gelandang berusia 33 tahun itu menilai timnya sebenarnya sudah tampil dominan sejak awal laga. Menurutnya, perbedaan terbesar hanya terletak pada efektivitas penyelesaian akhir yang akhirnya muncul di babak kedua.
“Saya tidak berpikir babak kedua jauh lebih baik daripada babak pertama. Perbedaannya adalah kami mencetak gol di babak kedua, bukan di babak pertama. Secara keseluruhan kami bermain cukup baik, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola, dan kami menciptakan banyak peluang. Kami senang bisa membawa pulang tiga poin karena itu sangat penting,” ungkap mantan pemain Bayer Leverkusen tersebut.
Xhaka juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain pengganti yang dinilainya mengubah jalannya pertandingan. Selain Manzambi, Ruben Vargas turut menyumbang gol usai masuk dari bangku cadangan, sementara Djibril Sow menghadirkan energi baru di lini tengah.
“Pergantian pemain sangat penting bagi kami. Semua pemain harus siap dan mereka menunjukkan mengapa kami memiliki skuad yang besar. Dengan kualitas yang kami miliki, persaingan di dalam tim sangat ketat dan para pemain yang masuk benar-benar membuat perbedaan,” tutup eks Arsenal itu. (her)
















