• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kopdes Merah Putih Desa Aeng Batu-Batu, Membangun Harapan dan Kesejahteraan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 6 Oktober 2025 - 22:54
in Nasional
kopdes
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di sebuah sudut Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Cigasong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), semangat gotong royong yang mengakar kuat di desa itu kini tumbuh menjadi sebuah unit bisnis baru berbentuk Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Koperasi ini bukan hanya muncul sebagai representasi antusiasme masyarakat terhadap komitmen pemerintah untuk membangun simpul perekonomian di desa melalui program Kopdes/ Kel Merah Putih.

Koperasi Desa Aeng Batu-Batu ini tidak hanya sekedar wadah ekonomi masyarakat, melainkan simbol harapan baru masyarakat desa untuk dapat menata kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Kehadiran koperasi ini seolah menjawab keresahan lama tentang mahalnya kebutuhan pokok, jauhnya akses layanan kesehatan, dan terbatasnya peluang usaha di pedesaan. Kini, semua bayang-bayang suram ini perlahan berubah.

BacaJuga:

Soal Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Kemenimipas Akui Ada Perbedaan Hasil Sidak

Pas Foto Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong Hilang, Kemenimipas Turun Tangan

Imbas Temuan Fasilitas Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan

Kisah perjalanan Koperasi Desa Merah Putih Aeng Batu-Batu ini memang tergolong baru tetapi tidaklah muncul secara instan. Namun koperasi ini tumbuh dari nol di tengah keterbatasan masyarakat di desa ini. Namun berkat tekad kuat pengurus dan dukungan masyarakat, serta budaya gotong royong yang telah mendarah daging membuat langkah demi langkah pembentukan koperasi terwujud.

Dari Nol Hingga Beromzet Ratusan Juta Manajer Bisnis dan Operasional Koperasi Desa Merah Putih Aeng Batu-Batu, Wahyudin Mapparetta menceritakan awal mula perjalanan panjang koperasi ini. Ia mengingat betul masa ketika pendirian koperasi masih dibayang-bayangi keterbatasan anggaran. Bermula dari obrolan beberapa orang di bawah pohon dan berbekal dari informasi terbatas dari media sosial terhadap isi pidato Presiden Prabowo usai dilantik yang menyebut soal ekonomi berbasis gotong royong berupa koperasi.

Pidato Presiden yang menyenggol soal pentingnya berkoperasi untuk mewujudkan kemandirian, kesejahteraan dan kedaulatan ekonomi masyarakat menjadi pemantik diskusi beberapa warga di Desa Aeng Batu-Batu. Terlebih setelah beberapa saat kemudian Presiden kembali menegaskan perihal keinginannya membangun koperasi sebanyak 80.000 unit di seluruh desa di Indonesia semakin membulatkan tekad untuk mewujudkan pendirian koperasi.

Namun, Wahyudin mengatakan di awal pembentukan yang diawali dengan musyawarah desa, belum begitu banyak masyarakat yang tertarik apalagi melirik rencana ini. Beberapa waktu kemudian, berbekal komitmen yang tinggi dan dukungan dari pemerintah desa Aeng BatuBatu, perlahan – lahan simbol pendirian koperasi diwujudnyatakan dengan membangun Kantor Koperasi.

Dari sinilah warga masyarakat mulai melirik keseriusan pengurus dan perlahan jumlah anggota meningkat. “Kami memulai dengan mengajak masyarakat satu per satu untuk menanamkan uangnya dalam bentuk simpanan sukarela,” katanya. Dari situlah perlahan dana terkumpul untuk menjalankan roda koperasi.

Dengan bekal keberanian, koperasi ini kemudian didukung dana desa. Maka lahirlah gerai sembako, kantor KSP (Koperasi Simpan Pinjam) unit syariah, hingga klinik dan apotek desa. Semua dibangun agar manfaat langsung terasa oleh masyarakat. Hasilnya luar biasa, sejak launching pada Juli 2025, hanya dalam tiga hari operasional Koperasi Desa Aeng Batu-Batu mampu mencatat omzet Rp45–50 juta. Berbekal capaian ini, Pengurus sempat yakin akan mampu membukukan omset hingga Rp500 juta per bulan. Sayangnya, perjalanan tidak selalu mulus sesuai harapan dan ambisi.

Masalah distribusi bahan pokok yang dijual melalui Gerai Sembako sempat membuat roda usaha tersendat. Namun Wahyudin dan pengurus koperasi lainnya mensiasati dengan komunikasi intensif kepada pemasok sehingga hambatan itu perlahan bisa teratasi. Kini, gerai sembako telah mencatat omzet sekitar Rp400 juta. Selain Gerai Sembako, klinik kesehatan juga ternyata menjadi primadona bagi masyarakat desa. Karena posisinya dekat dengan rumah warga dengan layanan terjangkau, masyarakat desa memanfaatkannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kami sudah buka tiga poli, yaitu poli umum, gigi, dan ibu-anak. Saat ini yang berjalan penuh baru dua, tapi insyaallah dengan dukungan bantuan peralatan, semuanya bisa optimal,” tambah Wahyudin dengan penuh keyakinan. Secara total Koperasi Merah Putih Desa Aeng Batu- Batu memiliki 10 gerai yaitu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah, Gerai Sembako, Pangkalan Gas, Mandiri Agen, Agen Pos, Klinik Kesehatan, Apotek, Cafe Merah Putih, Gudang dan Toko Saprodi (Sarana, Prasarana, Alat Produksi).

Ke depan pengurus berencana menambah tiga unit bisnis baru yaitu Pabrik es karena dibutuhkan untuk hasil tangkapan perikanan oleh nelayan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dan pengadaan kapal perikanan yang difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dengan potensi desa yang cukup lengkap yaitu laut, pantai, tambak, perkebunan, pertanian hingga peternakan akan dioptimalkan oleh koperasi sebagai aset agar mampu mendatangkan cuan bagi masyarakat.

Dalam upaya mewujudkan semua visi, misi tersebut, Wahyudin berharap agar pemerintah melalui Bank Himbara dapat segera mengucurkan dukungan pembiayaan untuk menambah modal kerja bagi Koperasi. Ia sangat yakin bahwa seluruh target jangka pendek, menengah dan panjang dapat tercapai dengan dukungan semua pihak. “Kami sudah menyusun proposal bisnis yang lengkap untuk semua unit usaha termasuk proposal bisnis untuk unit bisnis yang nanti akan kami tambahkan,” tutupnya dengan penuh harap.

Salah satunya Ratu (52 tahun), seorang warga Desa Aeng Batu-Batu, bercerita bagaimana kehidupannya kini jauh lebih mudah terutama untuk mendapatkan kebutuhan dasar seperti sembako dan barang-barang subsidi dari pemerintah. “Setelah ada koperasi desa Merah Putih sangat membantu, apalagi di gerai ada bahan pokok yang lebih murah dibanding warung di luar,” ujarnya dengan penuh rasa syukur. Bagi Ratu, harga minyak, gula, beras, hingga gas LPG di gerai koperasi benar-benar meringankan beban rumah tangganya. Ia bisa berhemat tanpa harus jauh-jauh mencari tempat belanja dengan harga yang lebih murah. Harapannya, gerai sembako koperasi bisa menyediakan lebih banyak komoditas, sehingga masyarakat semakin betah berbelanja di sana.

Tidak hanya kebutuhan pokok, fasilitas kesehatan berupa apotik dan klinik desa juga sangat membantunya. “Kalau lagi sakit, kami lebih dekat untuk periksa kesehatan. Lebih murah, lebih mudah diakses,” ucapnya sambil tersenyum lega. Kisah Ratu ini mewakili suara banyak warga yang merasakan langsung manfaat Kopdes Merah Putih.

Kepala Desa Aeng Batu-Batu, Syarifa Ratu Yuliani, menceritakan baginya keberadaan koperasi ini akan mengubah wajah desa yang ia pimpin untuk lebih baik dan lebih sejahtera. Koperasi ini digadang-gadang dapat menjadi tumpuan baru perekonomian desa.

Menurut Syarifa, koperasi adalah kunci untuk memaksimalkan potensi lokal dan menjadikannya sumber kesejahteraan bersama. Dengan kerja sama yang baik, desa dapat tumbuh lebih mandiri. Untuk itulah, Perangkat Desa tidak segan-segan memberikan dukungan untuk melakukan pembangunan gerai dan fasilitas lainnya dari dana desa yang dimilikinya.

Dukungan penuh ini tanpa ragu diberikan ke pengurus karena pemerintah Desa Aeng BatuBatu menatap optimis para pengelola Koperasi amanah dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Meski demikian, Syarifa mengiba ke pemerintah melalui perbankan untuk segera memenuhi harapan para pengurus untuk memberikan tambahan permodalan agar koperasi bisa berkembang lebih jauh.

“Semoga ke depan masyarakat bisa lebih sejahtera,” imbuhnya penuh doa. Dari kisah Wahyudin, pengalaman Ratu, hingga pandangan Syarifa, tergambar jelas bahwa Kopdes Merah Putih bukanlah sekadar lembaga ekonomi desa.

Ia adalah ruang kebersamaan yang menyatukan masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha lokal dalam satu visi besar: menjadikan desa sebagai pusat kemandirian dan kesejahteraan. (srv)

Tags: Desa Aeng Batu-BatuKopdes Merah Putih

Berita Terkait.

cibinong
Nasional

Soal Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Kemenimipas Akui Ada Perbedaan Hasil Sidak

Sabtu, 26 September 2026 - 23:23
foto
Nasional

Pas Foto Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong Hilang, Kemenimipas Turun Tangan

Sabtu, 26 September 2026 - 22:02
lapas
Nasional

Imbas Temuan Fasilitas Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12
abdul
Nasional

Buka OPSI 2026 di UMJ, Mendikdasmen Dorong Budaya Riset Pelajar

Sabtu, 26 September 2026 - 20:02
sig
Nasional

SIG Gandeng Mitra Perluas Daur Ulang dan Cegah Sampah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 19:39
dpd
Nasional

DPD RI Minta Komnas Perempuan Kawal Nasib Pengungsi Konflik di Papua

Sabtu, 26 September 2026 - 18:18

OLAHRAGA

fortis
Olahraga

Fortis Series-II Hadirkan Panggung Prestasi Karate The Champion Beyond The Mat

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 26 September 2026 - 22:12

INDOPOSCO.ID - Kompetisi karate tidak harus berhenti ketika atlet meninggalkan tatami. Melalui FORTIS Series-II National Open Karate Championship 2026, FORTIS...

SelengkapnyaDetails
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36
Demi Kemanusiaan, DPR Dorong Basarnas Lanjutkan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jelang Indonesia vs Singapura, John Herdman Bicara Soal Risiko Permainan Kaku

Jumat, 25 September 2026 - 11:54

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3163 shares
    Share 1265 Tweet 791
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.