• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Program MBG Didesain Jadi Penggerak Rantai Pangan Nasional

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 4 Oktober 2025 - 12:00
in Nasional
mbg

Pemerintah memastikan kualitas pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengawasan ketat, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian di dapur pelayanan gizi. Foto: Dok. Bapanas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu agenda prioritas nasional. Tak sekadar soal pemberian makanan bergizi, program ini diharapkan mampu membentuk ekosistem pangan yang solid, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebut MBG akan menjadi motor penggerak terbentuknya rantai pangan nasional yang ideal, dari petani, koperasi, hingga dapur penyaji.

BacaJuga:

Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah

Komisi II DPR Minta Ombudsman RI Terus Bergerak, Sidak Lapas Cibinong Jangan Jadi Tren Sesaat

SP4N-LAPOR! Diperkuat, Pemerintah Janjikan Aduan Warga Berujung Solusi

“MBG ini akan semakin baik, kalau nanti menyerapnya dari Koperasi Desa Merah Putih. Bulog juga menjadi standby buyer-nya. Jadi ini dapat dibuat ekosistem yang ideal. Ekosistem pangan yang infrastrukturnya itu pemerintah yang punya,” ujar Arief dalam keterangan, Sabtu (4/10/2025).

Menurut Arief, pola baru ini memungkinkan stabilisasi harga dan distribusi pangan berjalan beriringan. Ketika harga di tingkat petani anjlok, Koperasi Desa Merah Putih bisa menyerap hasil panen, dan stoknya disalurkan ke program MBG.

“Misal kalau harga jatuh di petani, berarti Kopdes Merah Putih yang ambil. Berikutnya stok itu bisa disalurkan ke MBG. Jadi program stabilisasi pangan dan intervensi itu bisa jadi satu. Tidak terpisah-pisah,” jelasnya.

Ia menegaskan, pendekatan baru ini mengakhiri cara lama di mana rantai produksi berhenti begitu panen selesai. Kini, seluruh elemen akan tersambung dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Selain itu, Bapanas juga tengah mengkaji opsi penyaluran beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari MBG. Arief menjelaskan, pemerintah masih perlu memastikan mekanisme subsidi yang tepat agar tidak tumpang tindih.

“Bulog itu kan punya dua skema, yang pertama CPP (Cadangan Pangan Pemerintah), ini beras medium. Satu lagi komersial, ini premium. Keduanya bisa menjadi opsi untuk MBG,” terangnya.

Namun demikian, Arief menegaskan perlu adanya koordinasi lintas kementerian melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas) sebelum SPHP benar-benar menyalurkan berasnya ke SPPG. “Kalau subsidi pemerintah itu perlu Rakortas untuk diputuskan detailnya seperti apa dan bagaimana,” tutur Arief.

Tak hanya soal pasokan, Bapanas juga memastikan aspek keamanan pangan menjadi prioritas. Melalui jaringan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), pengawasan terhadap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dilakukan secara ketat, mulai dari sumber bahan baku hingga dapur penyajian.

“Kalau masalah pengawasan, di setiap daerah itu ada OKKPD untuk PSAT. Itu juga ada registered number-nya. Jadi sebelum diolah di dapur SPPG, tentunya ini juga dipastikan bahwa sumber-sumber bahan baku pangan itu aman untuk diolah dan dikonsumsi,” ungkapnya.

Untuk memperkuat langkah preventif, Bapanas juga menyiapkan mobil laboratorium keliling dan test kit cepat guna memastikan bahan pangan bebas dari zat berbahaya.

“Misalnya mobil laboratorium itu kita maksudkan untuk mencontohkan kepada setiap pemerintah daerah, bisa menggunakan test kit dalam waktu singkat, untuk mengetahui ini pestisidanya kebanyakan atau tidak. Ini ada boraksnya atau tidak. Sehingga ini jadi langkah preventif kita,” tambahnya.

Dengan fondasi ekosistem yang kokoh dan pengawasan yang ketat, program MBG diharapkan tak sekadar memberi makan, tetapi juga membangun kemandirian pangan nasional. (her)

Tags: mbgPangan NasionalProgram MBG

Berita Terkait.

Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
Nasional

Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah

Selasa, 29 September 2026 - 23:21
Bea Cukai Kediri Ungkap Peredaran Rokok Ilegal dengan Modus Motor Modifikasi
Nasional

Komisi II DPR Minta Ombudsman RI Terus Bergerak, Sidak Lapas Cibinong Jangan Jadi Tren Sesaat

Selasa, 29 September 2026 - 22:43
PDIP: Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati Mudah-mudahan saat Ultah Presiden
Nasional

SP4N-LAPOR! Diperkuat, Pemerintah Janjikan Aduan Warga Berujung Solusi

Selasa, 29 September 2026 - 22:25
Jadi Otak Bangsa, Mendiktisaintek Minta Kampus Perkuat Budaya Riset
Nasional

Jadi Otak Bangsa, Mendiktisaintek Minta Kampus Perkuat Budaya Riset

Selasa, 29 September 2026 - 20:31
Paripurna DPR Setujui UU APBN 2027, Ekonomi Dibidik Tumbuh 6 Persen dan Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun
Nasional

Soroti Fasilitas Istimewa Warga Binaan, Pimpinan DPR Izinkan Komisi XIII Cek Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 - 20:15
Aduan Infrastruktur Jalan Jadi Keluhan Terbanyak, Wamendagri Ungkap Data SP4N-LAPOR!
Nasional

Aduan Infrastruktur Jalan Jadi Keluhan Terbanyak, Wamendagri Ungkap Data SP4N-LAPOR!

Selasa, 29 September 2026 - 16:05

OLAHRAGA

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh
Olahraga

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Editor Laurens Dami
Selasa, 29 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID - Peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka, asalkan mampu menang besar...

SelengkapnyaDetails
ganda

Amri/Nita Naik Level Usai Persembahkan Perak Buat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Selasa, 29 September 2026 - 13:52
jasmine

Jasmine Azzahra Raih Perunggu BMX Racing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Selasa, 29 September 2026 - 11:11
paes

Maarten Paes Puji Perjuangan Heroik 10 Pemain Garuda dan Gemuruh SUGBK Usai Tahan Malaysia

Selasa, 29 September 2026 - 10:40
haye

John Herdman Sebut Kartu Merah Thom Haye Jadi Anugerah Sekaligus Kutukan

Selasa, 29 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3911 shares
    Share 1564 Tweet 978
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3867 shares
    Share 1547 Tweet 967
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1125 shares
    Share 450 Tweet 281
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.