• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Akademisi Sebut Komunitas Masyarakat Adat Cek Bocek Tidak Diakui

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 4 Oktober 2025 - 15:05
in Daerah
nari
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Elemen masyarakat di wilayah Sumbawa sepakat bahwa masyarakat asli hanya ada satu, yaitu Tau Sumawa atau orang Sumbawa. Hal tersebut, terbukti dari ditolaknya rancangan peraturan daerah (Ranperda) masyarakat adat oleh masyarakat itu sendiri.

Kepala Prorgram Study Fakultas Hukum Universitas Samawa, Endra Syaifuddin, mengungkapkan pemicu maraknya masyarakat adat yang tersebar di Sumbawa. Dia menyebut pertambangan menjadi salah satu faktor utama terbentuknya komunitas masyarakat adat.

BacaJuga:

Gempa Bumi Magnitudo 4,3 Guncang Gayo Lues di Aceh, Getaran Susulan Beruntun terjadi

2 Tahun Asta Cita Prabowo, UMKM Jawa Timur Didorong Naik Kelas Tembus Industri Besar

Penyebab Kebakaran KM Batu Mandi Masih Misteri, Polda Banten Tunggu Scientific Evidence

“Menurut pengamatan dan penelitian kami, fenomena munculnya berbagai macam komunitas yang mengaku masyarakat adat khususnya di Sumbawa, yaitu semenjak mulainya beroperasi tambang, mulai dari saat tambang emas dikelola oleh PT Newmont Nusa Tenggara sampai saat ini dikelola oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT),” ungkap Endra.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, lanjut Endra, kemunculan komunitas adat karena ada oknum tertentu yang menuntut konpensasi dari wilayah-wilayah yang masuk dalam wilayah pertambangan. Salah satu yang paling dikenal adalah komunitas masyarakat adat Cek Bocek.

“Sampai saat ini tidak ada pengakuan dari pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa terhadap komunitas Cek Bocek sebagaimana sampai saat ini ranperda tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat ditolak karena data pendukung tidak kuat dan terdapat penolakan dari berbagai macam elemen masyarakat termasuk masyarakat sekitar wilayah yang diklaim sebagai wilayah masyarakat adat tersebut,” katanya.

“Upaya meminta pengakuan tersebut sudah sering dilakukan, salah satunya dengan mengusulkan Ranperda yang kemudian ditolak oleh pemerintah,” lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa pemerintah daerah juga menjadi pihak yang bersebrangan dengan komunitas masyarakat adat tersebut. Terlebih lagi pemerintah memiliki produk hukum yang telah disahkan.

“Perda hanya mengakui lembaga adat yang melindungi dan mengayomi Tau dan Tana Samawa menuju masyarakat yang religius, modern dan demokratis yang berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta nilai-nilai dasar Tau Samawa Adat Barenti ko Syara’, Syara’ Barenti ko Kitabullah hanya Lembaga Adat Tana Samawa (LATS),” ujar Endra.

Endra mengungkapkan, komunitas Cek Bocek pernah melakukan mediasi dengan Komnas HAM pada 2023 silam.

“Proses mediasi yang lakukan di Komnas HAM pada tahun 2023 tersebut memang pernah ada, namun menurut kesimpulan dari Komnas HAM bahwa tidak ditemukan adanya dugaan pelanggaran HAM, baik pelanggaran atas lingkungan hidup, ketenagakerjaan dan tanggung jawab sosial perusahaan maupun penyerobotan lahan dan perusakan situs adat yang dilakukan oleh PT AMNT,” terang Endra.

Lebih lanjut, Endra menjelaskan, bahwa kawasan yang diklaim sebagai kawasan adat Cek Bocek saat ini merupakan kawasan administratif.

“Saat ini status kawan yang diklaim sebagai wilayah adat oleh komunitas cek Bocek tersebut merupakan kawan hutan yang secara administratif merupakan milik pemerintah dan bukan milik personal atau komunitas,” tutupnya. (ibs)

Tags: akademisiKomunitas Masyarakat Adat Cek Bocek

Berita Terkait.

Gempa Bumi Magnitudo 4,3 Guncang Gayo Lues di Aceh, Getaran Susulan Beruntun terjadi
Daerah

Gempa Bumi Magnitudo 4,3 Guncang Gayo Lues di Aceh, Getaran Susulan Beruntun terjadi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:27
2 Tahun Asta Cita Prabowo, UMKM Jawa Timur Didorong Naik Kelas Tembus Industri Besar
Daerah

2 Tahun Asta Cita Prabowo, UMKM Jawa Timur Didorong Naik Kelas Tembus Industri Besar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:02
Penyebab Kebakaran KM Batu Mandi Masih Misteri, Polda Banten Tunggu Scientific Evidence
Daerah

Penyebab Kebakaran KM Batu Mandi Masih Misteri, Polda Banten Tunggu Scientific Evidence

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:55
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Daerah

Pariwisata Lebak Berkembang Pesat, Wisata Alam dan Religi Jadi Primadona Baru di Banten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:15
bcc
Daerah

Bea Cukai Beri Fasilitas Kawasan Berikat, PNM Apparel Jaya Bidik 1.350 Tenaga Kerja

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:23
dimyati
Daerah

Dimyati: Pemuda Pancasila Harus Jadi Garda Terdepan Penjaga Ideologi Bangsa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:03

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5150 shares
    Share 2060 Tweet 1288
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1263 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • APK Kuliah Baru 35 Persen, Alumni Perguruan Tinggi Diminta Ikut Perluas Akses Pendidikan

    915 shares
    Share 366 Tweet 229
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.