INDOPOSCO.ID – Bea Cukai terus memperkuat literasi kepabeanan, cukai, dan perpajakan di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun budaya kepatuhan sejak dini. Melalui berbagai program edukasi yang digelar di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Kepulauan Riau, ratusan pelajar diperkenalkan pada peran strategis kepabeanan, cukai, dan pajak dalam mendukung perekonomian nasional.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan industri siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Warureja, Tegal, ke Bea Cukai Tanjung Emas di Semarang serta program Tax and Customs Go to School yang digelar di SMA Negeri 1 Moro, Kabupaten Karimun.
Sebanyak 131 siswa Jurusan Akuntansi Keuangan SMK Negeri 1 Warureja mengikuti kunjungan industri ke Bea Cukai Tanjung Emas pada Selasa (9/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, para siswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung berbagai aspek kepabeanan, mulai dari regulasi ekspor-impor hingga peran Bea Cukai dalam mengawasi lalu lintas barang di wilayah perbatasan dan pelabuhan.
Tak hanya mendapatkan materi dasar mengenai kepabeanan, para siswa juga terlibat dalam diskusi interaktif mengenai prosedur layanan, tata niaga impor, serta peluang pendidikan dan karier di lingkungan Kementerian Keuangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya kepatuhan administrasi dan akuntabilitas dalam mendukung perdagangan internasional.
Sementara itu, di Kepulauan Riau, Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau bersama Bea Cukai Tanjung Balai Karimun dan KPP Pratama Tanjung Balai Karimun menyelenggarakan program Tax and Customs Go to School di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Moro.
Melalui program tersebut, para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai fungsi pajak sebagai sumber utama penerimaan negara sekaligus mengenal peran Bea Cukai dalam pengawasan barang bawaan penumpang, barang kiriman, kegiatan ekspor-impor, serta ketentuan di bidang cukai.
Menariknya, edukasi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan regulasi fiskal, tetapi juga mencakup pemahaman mengenai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Materi ini dinilai penting mengingat maraknya penyalahgunaan nama instansi pemerintah untuk melakukan penipuan terhadap masyarakat.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menegaskan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang memahami pentingnya kepabeanan, cukai, dan perpajakan bagi pembangunan nasional.
“Bea Cukai berupaya menanamkan pemahaman sejak dini mengenai peran kepabeanan, cukai, dan perpajakan dalam mendukung pembangunan nasional. Kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang sadar hukum, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta mampu menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujar Budi.
Menurutnya, peningkatan literasi fiskal di kalangan pelajar akan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih patuh terhadap aturan dan memahami manfaat penerimaan negara bagi pembangunan.
Melalui berbagai program edukasi yang berkelanjutan, Bea Cukai berharap pemahaman masyarakat terhadap aturan kepabeanan, cukai, dan perpajakan semakin meningkat. Dengan demikian, budaya kepatuhan dapat tumbuh lebih kuat dan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (ipo)
















