• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Anatomi Krisis dan Framing Hukum: Membongkar Praktik Scapegoating Pebalap pada Tragedi Drag Race Kotamobagu

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:45
in Daerah
opini
Share on FacebookShare on Twitter

oleh: Galang Ikhwan Aji Sabda, M.I.Kom., Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjdjaran

INDOPOSCO.ID – Tragedi maut yang merenggut 8 nyawa di arena drag race Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara, bukan sekadar kecelakaan otomotif biasa; ini adalah sebuah tragedi struktural. Angka fatalitas yang begitu masif menampar wajah dunia balap nasional sekaligus membuka borok lemahnya standar keselamatan lokal. Namun, ironi terbesar justru terjadi pasca-insiden, di ruang-ruang penyidikan hukum. Keputusan kepolisian yang dengan cepat menetapkan sang pebalap sebagai tersangka sementara panitia penyelenggara seolah tak tersentuh jerat utama memunculkan bias narasi yang sangat tajam.

BacaJuga:

Pemerintah Gulirkan Banpres untuk 200 Ribu UMKM Terdampak Bencana, Bank Sumut Jadi Penyalur

Bukan Cuma Deru Mesin, Pertamina GP Indonesia 2026 Ikut Menggerakkan Ekonomi Lombok

Bea Cukai Jember Gagalkan Peredaran 1,3 Juta Batang Rokok Ilegal

Dalam kacamata publik dan hukum formal, menunjuk pihak yang memegang kemudi sebagai pelaku adalah jalan pintas penyelesaian kasus. Namun, jika realitas ini dibedah menggunakan pisau analisis Ilmu Komunikasi, penetapan tersangka ini merupakan bentuk cacat logika struktural yang kental dengan upaya pengalihan isu.

Suara dari Lintasan: Counter-Narrative Fitra Eri

Pakar otomotif dan pebalap senior, Fitra Eri, melontarkan wacana tandingan ( counter-narrative ) yang sangat rasional menanggapi penetapan tersangka ini. Dalam ekosistem motorsport yang terstandardisasi, pebalap hanya memiliki satu tugas kognitif dan fisik: memacu kendaraan dari garis start hingga finish dengan kecepatan optimal.

Fitra Eri mengatakan sterilisasi lintasan, ketersediaan barikade keselamatan, dan manajemen kerumunan (crowd control) adalah otoritas mutlak milik panitia penyelenggara. Saat mobil melaju dalam kecepatan ekstrem, radius pandang dan waktu reaksi pebalap sangatlah terbatas. Jika ada penonton yang berada di area tak semestinya, hal tersebut merupakan kegagalan mutlak dari sistem komunikasi keselamatan ( safety communication ) dan operasional panitia. Menghukum pebalap dalam insiden di mana 8 nyawa melayang akibat lintasan yang tidak steril, sama artinya dengan mempidanakan korban dari kelalaian panitia penyelenggara.

Bedah Komunikasi: Framing, Krisis, dan Relasi Kuasa

Langkah penegakan hukum dalam kasus Kotamobagu ini dapat dikritisi melalui tiga bingkai utama Kajian Ilmu Komunikasi:

Praktik Scapegoating (Pengkambinghitaman) dalam Komunikasi Krisis Merujuk pada Situational Crisis Communication Theory (SCCT) gagasan W. Timothy Coombs, ketika sebuah entitas menghadapi krisis fatal (hilangnya 8 nyawa), insting utama yang kerap diadopsi secara tidak etis adalah strategi scapegoating. Panitia penyelenggara, entah secara sengaja atau difasilitasi oleh arah penyidikan, seolah menggunakan pebalap sebagai “bamper” untuk meredam krisis. Dengan menggeser fokus wacana publik pada “kesalahan si pengemudi”, panitia berhasil mengalihkan sorotan dari pertanyaan krusial: “mengapa panitia gagal memberikan garansi keamanan berlapis di lintasan?”.

2. Framing Penyidikan: Reduksionisme Realitas Berdasarkan analisis Framing Robert Entman, bagaimana sebuah isu dibingkai akan menentukan bagaimana publik memahaminya. Aparat kepolisian tampaknya menerapkan bingkai human error pada level individu (pebalap hilang kendali) yang lebih instan untuk diproses. Framing ini mereduksi realitas yang jauh lebih kompleks. Membuktikan kelalaian seorang pengemudi jauh lebih mudah dan populis dibandingkan harus membongkar konstruksi perizinan, SOP keselamatan kepanitiaan, hingga kelayakan sirkuit yang merenggut nyawa 8 orang. Ini adalah bentuk simplifikasi pesan penegakan hukum yang mencederai keadilan proporsional.

3. Hegemoni dan Relasi Kuasa dalam Produksi Wacana Kasus ini juga memperlihatkan telanjangnya asimetri relasi kuasa. Panitia penyelenggara sebuah acara berskala besar umumnya diisi oleh aktor-aktor dengan modal sosial, politik, atau logistik yang kuat di daerahnya. Mereka menguasai akses untuk melobi, membangun narasi, atau meredam krisis di tingkat kelembagaan. Di kutub sebaliknya, sang pebalap berdiri sebagai individu tunggal yang tidak memiliki instrumen memadai untuk memproduksi wacana pembelaan yang setara. Suara pembalap tenggelam oleh narasi dominan yang dilegitimasi oleh status tersangka.

Kesimpulan: Menagih Tanggung Jawab Komunikator Utama

Tewasnya 8 orang di Kotamobagu adalah alarm darurat yang tidak bisa diselesaikan sekadar dengan memenjarakan orang di balik kemudi. Argumen rasional dari Fitra Eri harusnya menjadi titik balik bagi kepolisian untuk mengubah sudut pandang penyidikan dari sekadar “siapa yang menabrak” menjadi “siapa yang gagal mencegah situasi tabrakan itu terjadi”.

Panitia penyelenggara adalah komunikator utama yang secara implisit dan eksplisit telah berjanji kepada 8 korban tersebut dan seluruh penonton yang hadir bahwa acara tersebut aman untuk ditonton. Ketika janji keamanan itu gagal dipenuhi secara struktural, panitia tidak bisa berlindung di balik punggung pebalap. Keadilan tidak hadir dari kemampuan menunjuk tersangka paling lemah, melainkan dari keberanian mengadili pihak yang memegang kendali tertinggi atas keselamatan nyawa di arena tersebut. (*)

Tags: Drag RaceGalang Ikhwan Aji SabdaKotamobaguUniversitas Padjdjaran

Berita Terkait.

bapres
Daerah

Pemerintah Gulirkan Banpres untuk 200 Ribu UMKM Terdampak Bencana, Bank Sumut Jadi Penyalur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:20
mandalika
Daerah

Bukan Cuma Deru Mesin, Pertamina GP Indonesia 2026 Ikut Menggerakkan Ekonomi Lombok

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:21
bc2
Daerah

Bea Cukai Jember Gagalkan Peredaran 1,3 Juta Batang Rokok Ilegal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:26
Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor
Daerah

Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:05
Patroli Laut Bea Cukai Jayapura Amankan 200 Butir Amunisi dan 6.800 Batang Rokok Ilegal
Daerah

Patroli Laut Bea Cukai Jayapura Amankan 200 Butir Amunisi dan 6.800 Batang Rokok Ilegal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:35
Achmad Dimyati Natakusumah
Daerah

Perkuat Ketahanan Pangan, Dimyati Beberkan Strategi Banten di Depan Sespimti Polri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:31

OLAHRAGA

bri
Olahraga

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Editor Dilianto
Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19

INDOPOSCO.ID – Menjelang ajang MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melatih 500...

SelengkapnyaDetails
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.