• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Diversifikasi Pangan Lokal Jadi Senjata Hadapi Krisis Iklim

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 20 September 2025 - 20:45
in Ekonomi
IMG-20250920-WA0035

Jagung, salah satu pangan lokal yang terbukti lebih adaptif terhadap kondisi iklim ekstrem, kini didorong Bapanas sebagai alternatif penguat ketahanan pangan nasional. Foto: Dok. Bapanas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah gempuran perubahan iklim yang kian sulit diprediksi, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menekankan bahwa kunci ketahanan pangan Indonesia ada pada keragaman pangan lokal.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menyebut konsumsi masyarakat Indonesia masih terlalu berat pada beras. Padahal, pola ini membuat sistem pangan rentan goyah ketika produksi terganggu akibat cuaca ekstrem, curah hujan tak menentu, hingga bencana hidrometeorologi.

BacaJuga:

Penyaluran KUR Masih Terkonsentrasi di Jawa, Wamen UMKM Dorong Pemerataan

Elnusa Dorong Solusi Energi Terintegrasi, Perkuat Sinergi di Ekosistem Pertamina

Semangat Sumpah Pemuda, Pertamina Perluas Ruang Inovasi dan Kewirausahaan Anak Muda

“Ketahanan pangan kita tidak bisa hanya bertumpu pada satu sumber pangan saja. Indonesia memiliki keragaman pangan lokal yang luar biasa, yang justru menjadi solusi di tengah krisis iklim dan global,” ujar Rinna dalam keterangannya, Sabtu (20/9/2025).

Menurut Rinna, sejumlah bahan pangan tradisional terbukti lebih tahan terhadap kondisi iklim ekstrem, seperti sorgum, sagu, jagung, sukun, singkong, ubi jalar, hingga talas. Selain lebih adaptif terhadap lingkungan setempat, komoditas ini juga bisa menekan biaya produksi.

Namun, jalan menuju diversifikasi pangan tak semulus yang diharapkan. Rinna menyoroti hambatan yang masih mengakar, mulai dari citra pangan lokal yang dianggap “kelas dua”, keterbatasan produksi, hingga minimnya edukasi gizi.

“Preferensi konsumen yang rendah, citra pangan lokal yang dianggap inferior, keterbatasan produksi, serta kurangnya edukasi gizi menjadi tantangan yang perlu segera diatasi,” jelasnya.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan payung hukum berupa Perpres 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal. Regulasi ini mengatur strategi mulai dari penguatan distribusi, pemberdayaan UMKM, pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan industri pangan lokal, hingga edukasi konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA).

Target jangka panjangnya, kata Rinna, adalah mengubah pola konsumsi masyarakat menuju standar B2SA, yang diukur lewat peningkatan skor Pola Pangan Harapan (PPH). “Target jangka panjang kita adalah terwujudnya pola konsumsi B2SA. Indikator keberhasilannya adalah peningkatan skor Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat,” terangnya.

Sejumlah inovasi produk berbasis pangan lokal kini tengah digarap, dari mie sorgum, beras analog, hingga camilan sehat yang lebih ramah lingkungan. Transformasi ini didukung riset, teknologi pascapanen, dan kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, swasta, dan UMKM.

Rinna menegaskan, isu pangan lokal tak hanya berhenti pada soal ketahanan pangan, tapi juga menyangkut kelestarian lingkungan, budaya, hingga kedaulatan bangsa.

“Pangan lokal B2SA adalah solusi adaptif menghadapi perubahan iklim. Selain menjaga ketahanan pangan, juga melestarikan biodiversitas, memperkuat ekonomi lokal, dan meneguhkan kedaulatan pangan nasional,” tutupnya. (her)

Tags: makananpanganpertanian

Berita Terkait.

he;vi
Ekonomi

Penyaluran KUR Masih Terkonsentrasi di Jawa, Wamen UMKM Dorong Pemerataan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:05
elnusa
Ekonomi

Elnusa Dorong Solusi Energi Terintegrasi, Perkuat Sinergi di Ekosistem Pertamina

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:30
perta
Ekonomi

Semangat Sumpah Pemuda, Pertamina Perluas Ruang Inovasi dan Kewirausahaan Anak Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12
ascope
Ekonomi

Pertamina Perkuat Benteng Energi ASEAN, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Gejolak Global

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:09
ht
Ekonomi

Bekali Siswa Literasi Keuangan, Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:28
antam
Ekonomi

ANTAM Raup Laba Rp9,66 Triliun, Melonjak 46 Persen hingga September 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:50

OLAHRAGA

liverpool
Olahraga

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Editor Nasuha
Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

INDOPOSCO.ID – Liverpool bersiap menghadapi Chelsea pada babak 16 besar Carabao Cup 2026/2027 di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB....

SelengkapnyaDetails
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58
Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5132 shares
    Share 2053 Tweet 1283
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1258 shares
    Share 503 Tweet 315
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    984 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.