• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ekspor Kayu ke AS Terancam Akibat Sorotan LSM Internasional

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Kamis, 11 September 2025 - 22:42
in Nasional
kayu

Proses produksi kayu jati Indonesia, yang ditampilkan pada laporan majalah berbahasa Jerman, Mobelmarkt. Foto : Antara/HO-KBRI Berlin/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Laporan investigatif The New York Times (NYT) yang menuding keterlibatan industri kendaraan rekreasi (RV) di Amerika Serikat (AS) dalam praktik deforestasi hutan tropis di Kalimantan mendapat kritik tajam dari Pakar Kehutanan Indonesia Petrus Gunarso PhD.

Ia menilai narasi tersebut cenderung sensasional dan kurang mencerminkan kondisi faktual di lapangan.

BacaJuga:

Mendagri Ingatkan Pemda Hati-Hati Terbitkan Obligasi Daerah, Jangan Bebani Kepala Daerah Baru

Sentuhan Warga di Akar Rumput, Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Manusiawikan Transisi Energi

Mendagri Minta Pemda Gerak Cepat Tangani Karhutla dan Setop Pembakaran Lahan Baru

Menurut Petrus, istilah ‘deforestasi’ kerap digunakan secara longgar oleh sejumlah LSM internasional untuk mendeskripsikan perubahan tutupan lahan, termasuk saat konversi hutan alam menjadi hutan tanaman industri (HTI).

“Deforestasi itu sebenarnya perubahan dari tutupan hutan ke non-hutan. Tapi kalau dari hutan alam jadi HTI seperti eukaliptus atau akasia yang bisa dipanen dalam enam tahun, apakah itu masih dianggap deforestasi? Apalagi dalam konteks tropis seperti Indonesia yang jauh berbeda dengan iklim subtropis seperti di Norwegia atau AS,” ujarnya dalam diskusi Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bertema ‘Ketelusuran Industri Kayu Indonesia: Tantangan dan Solusi’ di Jakarta, Senin (8/9/2025).

Ia mengomentari laporan dari Earthsight dan Auriga Nusantara yang menyatakan adanya penggunaan kayu lauan dari Kalimantan oleh industri RV AS, yang disebut berasal dari kawasan terdampak deforestasi.

Namun, Petrus menjelaskan bahwa kayu tersebut kemungkinan besar berasal dari hasil pembukaan lahan legal yang memiliki Izin Pemanfaatan Kayu (IPK), bukan dari penebangan hutan alam secara liar.

“Itu kayu-kayu sisa pembukaan lahan HTI, yang secara hukum boleh dijual dan dimanfaatkan. Tapi digambarkan seolah-olah itu hasil pembalakan liar besar-besaran demi ekspor ke Amerika. Padahal kenyataannya tidak seperti itu,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi industri kehutanan nasional yang sedang terpuruk. Dari sekitar 550 perusahaan pemegang HPH di era 1990-an, kini hanya tersisa sekitar 200-an saja.

Produksi kayu dari hutan alam juga anjlok hingga hanya 1,6 juta meter kubik per tahun — jumlah yang bahkan tidak mencukupi kebutuhan kayu untuk wilayah Jakarta.

“Kalau memang tujuannya menjatuhkan industri kehutanan kita, mungkin berhasil. Tapi sejujurnya, tanpa tekanan eksternal pun sektor ini sudah terpuruk. Mulai dari tumpang tindih perizinan, konflik lahan, hingga rendahnya tingkat keuntungan membuat investasi di sektor ini tidak menarik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung narasi soal mega-biodiversity Indonesia yang sering digaungkan LSM namun tidak tercermin dalam perdagangan kayu.

“Klaim soal keanekaragaman hayati Indonesia memang benar. Tapi kenyataannya, pasar hanya menyerap jenis-jenis kayu tertentu seperti jati, meranti, atau rimba campuran. Jadi kalau dibilang ada DNA ramin dalam produk kertas, itu sempat jadi kontroversi, padahal ramin sendiri dilarang untuk ditebang,” tambah Petrus.

Menurutnya, laporan NYT yang bersumber dari investigasi Earthsight dan Auriga perlu dikaji secara kritis.

Ia menilai narasi seperti “rekreasi merusak hutan tropis” hanya akan membentuk citra negatif terhadap Indonesia di mata dunia, padahal yang terjadi bisa jadi hanya pemanfaatan limbah legal dari proses pembukaan lahan.

“Kalau benar itu dari IPK, artinya legal. Tidak semestinya dibuat seolah-olah menjadi masalah besar lingkungan. Memang sektor ini banyak tantangan, tapi tidak semua aktivitas kehutanan bisa digeneralisasi sebagai perusakan hutan,” jelasnya.

Di sisi lain, Guru Besar IPB University Prof Sudarsono Sudomo juga menyoroti beban regulasi yang ditanggung pelaku usaha di sektor kehutanan. Ia menyebut banyak regulasi yang justru lebih menambah biaya tanpa memberikan dampak positif yang signifikan.

“Setiap regulasi pasti menimbulkan cost. Kalau manfaatnya lebih besar, tentu bisa diterima. Tapi kenyataannya, lebih banyak membebani daripada memberikan keuntungan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) belum menyentuh lapisan terbawah pelaku usaha, seperti petani.

“Kalau ditanya soal sertifikat SVLK, banyak petani tidak tahu itu apa dan di mana sertifikatnya. Tidak ada dampak langsung bagi mereka,” ujarnya.

Prof. Sudarsono juga menegaskan bahwa pengusahaan hutan alam tidak otomatis berarti deforestasi. Menurutnya, hutan bisa tumbuh kembali secara alami jika tidak dirusak, meski dari sisi finansial tetap memerlukan investasi besar.

“Tidak semua hutan ditebang habis. Karena biaya investasi untuk pembukaan hutan sangat tinggi, pengusaha tidak mungkin sembarangan. Tapi tanpa adanya dukungan investasi baru, sektor kehutanan kita bisa benar-benar mati,” tutupnya. (aro)

Tags: Hutankayupohon

Berita Terkait.

to
Nasional

Mendagri Ingatkan Pemda Hati-Hati Terbitkan Obligasi Daerah, Jangan Bebani Kepala Daerah Baru

Rabu, 16 September 2026 - 10:10
bima
Nasional

Sentuhan Warga di Akar Rumput, Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Manusiawikan Transisi Energi

Rabu, 16 September 2026 - 09:20
tito
Nasional

Mendagri Minta Pemda Gerak Cepat Tangani Karhutla dan Setop Pembakaran Lahan Baru

Rabu, 16 September 2026 - 08:15
ut
Nasional

Akal Imitasi Makin Ngetren, UT Bedah Dampaknya ke Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 06:06
sudaryono
Nasional

Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

Rabu, 16 September 2026 - 00:30
lia
Nasional

Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

Selasa, 15 September 2026 - 23:23

OLAHRAGA

hardiyanto
Olahraga

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 16 September 2026 - 09:30

​INDOPOSCO.ID – Kontingen Jakarta Barat (Jakbar) mengukir sejarah baru di Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) DKI Jakarta 2026. Untuk pertama...

SelengkapnyaDetails
Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Selasa, 15 September 2026 - 09:45
Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:45
Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Senin, 14 September 2026 - 13:50
asean

Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Suporter Jaga Sikap Sambut Tamu

Senin, 14 September 2026 - 11:16

BERITA POPULER

  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1654 shares
    Share 662 Tweet 414
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.