INDOPOSCO.ID – Perkembangan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) tak hanya mengubah cara manusia bekerja dan berkomunikasi, tetapi juga mulai memengaruhi kehidupan sosial, hukum, politik hingga kemanusiaan.
Fenomena tersebut menjadi perhatian Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) melalui Seminar Nasional Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik 2026, Selasa (15/9/2026).
Seminar yang digelar secara daring dan terbuka untuk umum itu mengusung tema “Masyarakat Digital dan Akal Imitasi dalam Kajian Ilmu Hukum, Sosial, Humaniora, dan Politik”. Kegiatan tersebut menjadi penyelenggaraan ketiga seminar tahunan FHISIP UT.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT Prof. Rahmat Budiman mengatakan, transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menurut dia, perkembangan tersebut sekaligus menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan kajian dan penelitian agar perkembangan teknologi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Universitas Terbuka berkomitmen mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan kolaborasi akademik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Rahmat.
Dia menilai seminar nasional tersebut menjadi ruang penting untuk bertukar gagasan, berbagi hasil penelitian, sekaligus merumuskan rekomendasi konstruktif bagi pembangunan bangsa dan negara.
Diketahui, setelah melalui proses seleksi dan penilaian tim substansi, sebanyak 81 naskah dinyatakan lolos dan layak dipresentasikan dalam seminar. Selain menjadi ruang diskusi ilmiah, seminar juga memberikan penghargaan bagi peserta melalui kategori best paper dan best speaker.
Sepuluh naskah terbaik berasal dari berbagai perguruan tinggi dan instansi pemerintah. Topik yang diangkat para pemenang menunjukkan luasnya dampak AI. Mulai dari akuntabilitas AI dalam pelindungan data pribadi, stereotip gender yang direproduksi AI, deepfake asusila, literasi digital, hingga perilaku mahasiswa dalam memverifikasi informasi yang dihasilkan AI.
Kajian lainnya membahas pewarisan pengetahuan pengobatan tradisional di era AI, pengawasan masyarakat terhadap pemerintah melalui platform digital, kekerasan berbasis gender online, penggunaan ChatGPT dalam produksi aset ilustrasi, hingga strategi melawan misinformasi. (nas)















