INDOPOSCO.ID – Transisi energi bukan sekadar hitungan angka emisi dan dokumen kebijakan di atas kertas. Di balik target besar lingkungan, ada kehidupan masyarakat di kota dan pelosok daerah yang menjadi pilar utamanya.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan, pemerintah daerah (Pemda) memiliki peran sentral untuk merawat keberlangsungan bumi. Kebijakan energi bersih harus dirasakan langsung dampaknya oleh warga, bukan sekadar gagasan elit semata.
Hal itu ditegaskan Bima saat menjadi pembicara kunci dalam Forum Dialog Kebijakan Tingkat Tinggi bertema “Akselerasi Transisi Energi Berkeadilan dan Inklusif di Tingkat Kota dan Kabupaten” di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
”Kuncinya memang pada pemerintah daerah. Pemda yang punya wilayah, anggaran, dan menyentuh langsung kehidupan warganya. Target emisi kita betul-betul ditentukan dari aksi nyata teman-teman di daerah,” ujar Bima.
Kehangatan aksi nyata itu dicontohkan Bima lewat cerita inspiratif dari Ketua RT 013/RW 03 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi Yusuf. Sosok sederhana ini sukses mengubah lingkungan pemukimannya menjadi ruang hidup yang mandiri dan asri.
Di tangan Taufiq, 40 rumah warga tak hanya dipenuhi penghijauan dan olahan kompos, tetapi juga dilengkapi panel surya hingga kolam ikan bertingkat. Kegigihan warga di tingkat RT ini bahkan membawa sang ketua RT diundang ke Cina untuk membagikan pengalamannya.
Bima menilai, cerita seperti di Malaka Jaya adalah bukti bahwa transisi energi berkeadilan bisa tumbuh dari bawah. Pemda diharapkan hadir mendampingi inisiatif warga melalui perbaikan transportasi publik, pengelolaan sampah, hingga ruang hijau yang sehat.
Selain gerakan akar rumput, Pemda juga diingatkan untuk cermat memetakan sumber emisi lokal dan menyusun aturan daerah yang memihak rakyat. Pembiayaan iklim dan investasi hijau berskala kecil pun perlu dibuka lebar demi memicu kemandirian ekonomi warga.
Menutup arahannya, Bima meminta para kepala daerah menaruh empati dan komitmen kuat dalam setiap kebijakan lingkungan. Perubahan iklim harus dijawab dengan aksi konkret yang terukur demi memastikan masa depan generasi mendatang tetap tenteram. (srv)















