• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Fenomena Generasi Muda Tinggalkan Masjid, Kemenag Libatkan Medsos Lakukan ini

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 15:31
in Nasional
Prof-Abu-Rokhmad.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Prof Abu Rokhmad. Foto: Nasuha INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) serius memperhatikan fenomena anak muda meninggalkan masjid. Fenomena tersebut muncul karena anak muda tidak tertarik ke masjid.

“Ini fenomena global dan jadi PR (pekerjaan rumah) kita. Saat salat berjamaah di masjid cenderung diisi oleh jemaah lanjut usia,” kata Direktur Urusan Agama Islam (Urais) dan Bina Syariah Arsyad Hidayat kepada indoposco.id, Sabtu (23/8/2025).

BacaJuga:

Mendikdasmen: Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Kutukan, Wajib Dapat Pendidikan

Layanan Kesehatan Dioptimalkan, 15.349 Jemaah Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Benahi Parpol, KPK Serahkan Kajian ke Prabowo-DPR

Ia mengatakan, untuk menjawab fenomena tersebut pihaknya melibatkan peran media sosial (Medsos). Salah satunya mengangkat tema tentang Ekoteologi.

“Pengelola masjid juga harus kreatif, misalnya menyediakan layanan internet. Harapannya generasi muda kita muncul kesadaran untuk memakmurkan masjid,” katanya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, akan mengembalikan fungsi masjid sebagai fungsi sosial. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

“Beberapa masjid sudah mulai berinovasi dengan memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat. Sehingga membantu masyarakat terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol),” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Prof Abu Rokhmad mengatakan, jangan ada jarak di masjid antara jemaah anak muda dan jemaah usia lanjut tua. Sehingga anak-anak muda dapat memakmurkan masjid lagi.

“Membangun kesadaran anak muda ke masjid menjadi pekerjaan rumah kami,” katanya.

Ia menginginkan, masjid tidak menjadi tempat ibadah saja, tetapi harus dikembalikan lagi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Sebab, tidak sedikit organisasi remaja masjid dijumpai tidak lagi melakukan kegiatan.

“Di masjid ada Remaja Islam Masjid (RIM), tapi kami melihat mereka tidak lagi melakukan kegiatan,” katanya.

Diketahui, menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Kemenag menggelar rangkaian kegiatan Blissful Mawlid 2025 pada 23 Agustus – 2 Oktober 2025. Kegiatan Blissful Mawlid tersebut di antaranya Mawlid Funwalk, Penais Award, Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) Internasional khusus penyandang disabilitas netra.

Lalu, Nikah Fest, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan dan Bincang Syariah Goes to Campus bertema Mawlid for Earth: Sharia & Eco Wisdom, program Masjid Travelers on Blissful Mawlid hingga Festival MADADA: Masjid Berdaya Berdampak.

INDOPOSCO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) serius memperhatikan fenomena anak muda meninggalkan masjid. Fenomena tersebut muncul karena anak muda tidak tertarik ke masjid.

“Ini fenomena global dan jadi PR (pekerjaan rumah) kita. Saat salat berjamaah di masjid cenderung diisi oleh jemaah lanjut usia,” kata Direktur Urusan Agama Islam (Urais) dan Bina Syariah Arsyad Hidayat kepada indoposco.id, Sabtu (23/8/2025).

Ia mengatakan, untuk menjawab fenomena tersebut pihaknya melibatkan peran media sosial (Medsos). Salah satunya mengangkat tema tentang Ekoteologi.

“Pengelola masjid juga harus kreatif, misalnya menyediakan layanan internet. Harapannya generasi muda kita muncul kesadaran untuk memakmurkan masjid,” katanya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, akan mengembalikan fungsi masjid sebagai fungsi sosial. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

“Beberapa masjid sudah mulai berinovasi dengan memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat. Sehingga membantu masyarakat terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol),” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Prof Abu Rokhmad mengatakan, jangan ada jarak di masjid antara jemaah anak muda dan jemaah usia lanjut tua. Sehingga anak-anak muda dapat memakmurkan masjid lagi.

“Membangun kesadaran anak muda ke masjid menjadi pekerjaan rumah kami,” katanya.

Ia menginginkan, masjid tidak menjadi tempat ibadah saja, tetapi harus dikembalikan lagi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Sebab, tidak sedikit organisasi remaja masjid dijumpai tidak lagi melakukan kegiatan.

“Di masjid ada Remaja Islam Masjid (RIM), tapi kami melihat mereka tidak lagi melakukan kegiatan,” katanya.

Diketahui, menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Kemenag menggelar rangkaian kegiatan Blissful Mawlid 2025 pada 23 Agustus – 2 Oktober 2025. Kegiatan Blissful Mawlid tersebut di antaranya Mawlid Funwalk, Penais Award, Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) Internasional khusus penyandang disabilitas netra.

Lalu, Nikah Fest, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan dan Bincang Syariah Goes to Campus bertema Mawlid for Earth: Sharia & Eco Wisdom, program Masjid Travelers on Blissful Mawlid hingga Festival MADADA: Masjid Berdaya Berdampak. (nas)

Tags: islamkemenagmasjidmuslim

Berita Terkait.

ABK
Nasional

Mendikdasmen: Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Kutukan, Wajib Dapat Pendidikan

Sabtu, 25 April 2026 - 22:01
Jemaah-Haji
Nasional

Layanan Kesehatan Dioptimalkan, 15.349 Jemaah Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sabtu, 25 April 2026 - 21:00
KPK
Nasional

Benahi Parpol, KPK Serahkan Kajian ke Prabowo-DPR

Sabtu, 25 April 2026 - 20:09
Menkop
Nasional

Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi

Sabtu, 25 April 2026 - 17:26
Mendikdasmen
Nasional

Berkaitan 7 KAIH, Mendikdasmen Tegaskan Anggaran MBG Tak Bersumber dari Pendidikan

Sabtu, 25 April 2026 - 17:06
Kuota Adaptif TN Komodo, Kemenhut Jaga Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi
Nasional

Kuota Adaptif TN Komodo, Kemenhut Jaga Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Sabtu, 25 April 2026 - 16:05

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1349 shares
    Share 540 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.