• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pasca HUT RI, Udara Jakarta Masih Tak Sehat pada Senin Ini

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 18 Agustus 2025 - 08:28
in Headline
cuaca2

Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan poster yang menampilkan angka indeks kualitas udara yang buruk saat menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto : Antara/Indrianto Eko Suwarso/YU/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pasca perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, kualitas udara di wilayah DKI Jakarta pada Senin pagi (18/8/2025) masih dikategorikan tidak sehat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Hal ini berdasarkan data dari laman pemantau kualitas udara IQAir yang diperbarui pada pukul 05.00 WIB.

BacaJuga:

Banjir di Jakarta Meluas, 55 RT Terendam

Inflasi April 2026 Tembus 0,13 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Bekasi Train Collision Case: Police Question Additional Witnesses from KAI

Dalam laporan tersebut, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat pada angka 112. Konsentrasi partikel polutan PM2.5 mencapai 39,8 mikrogram per meter kubik — delapan kali lebih tinggi dari batas aman tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM2.5 adalah partikel sangat halus dengan ukuran kurang dari 2,5 mikron yang berasal dari debu, asap kendaraan, hingga pembakaran industri. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dapat meningkatkan risiko kematian dini, terutama pada individu dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.

IQAir merekomendasikan agar kelompok sensitif menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi kegiatan di luar, menutup jendela untuk mencegah masuknya udara kotor, serta menggunakan alat pemurni udara di dalam rumah.

Secara nasional, Jakarta menempati posisi kedua kota dengan kualitas udara terburuk pada hari itu, setelah Tangerang Selatan (Banten) yang mencatat angka AQI 118.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong kolaborasi dengan daerah penyangga untuk menekan emisi, terutama yang berasal dari sektor industri yang turut berkontribusi terhadap pencemaran udara ibu kota.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penegakan aturan terhadap kendaraan berat yang gagal uji emisi. Pemprov DKI menyatakan komitmennya dalam menjaga kualitas udara dengan memperluas jangkauan uji emisi serta menindak kendaraan dari kategori N dan O (kendaraan barang dan trailer).

Sejak 2020 hingga 2024, sebanyak 1.692.618 kendaraan telah mengikuti program uji emisi gratis yang diselenggarakan Pemprov DKI. Dari jumlah tersebut, 1.544.773 merupakan kendaraan roda empat dan 147.845 adalah sepeda motor.

Tingkat kelulusan uji emisi untuk mobil mencapai 98,2 persen, sedangkan untuk sepeda motor tercatat sebesar 82,3 persen. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan efisiensi pembakaran mesin dan menekan jumlah polutan yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor seperti dilansir Antara.

Selain pengawasan, pemerintah juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas udara. Kesadaran individu akan kontribusinya terhadap lingkungan diharapkan bisa tumbuh melalui edukasi dan kampanye berkelanjutan. (aro)

Tags: cuacasehatudara

Berita Terkait.

Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai
Headline

Banjir di Jakarta Meluas, 55 RT Terendam

Senin, 4 Mei 2026 - 23:33
Pesawat
Headline

Inflasi April 2026 Tembus 0,13 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Senin, 4 Mei 2026 - 15:05
kereta
Headline

Bekasi Train Collision Case: Police Question Additional Witnesses from KAI

Senin, 4 Mei 2026 - 11:52
sar
Headline

Kasus Tabrakan Kereta di Bekasi, Polisi Turut Periksa Saksi dari KAI

Senin, 4 Mei 2026 - 11:42
kai
Headline

Probe Into Bekasi Tragedy: Police to Question Green SM Taxi Operator, Rail Directorate Officials

Senin, 4 Mei 2026 - 11:11
kereta
Headline

Usut Tragedi Bekasi, Polisi Periksa Pihak Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian

Senin, 4 Mei 2026 - 10:45

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3668 shares
    Share 1467 Tweet 917
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1295 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.