• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Peringati 80 Tahun Kemerdekaan RI, Dompet Dhuafa Gaungkan Perjuangan Lawan Kemiskinan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 13 Agustus 2025 - 18:22
in Nasional
Dompet Dhuafa menggelar Sarasehan Tokoh Bangsa bertema “Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan” di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jakarta, Rabu (13/8/2025). Foto: Dokumen Pribadi

Dompet Dhuafa menggelar Sarasehan Tokoh Bangsa bertema “Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan” di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jakarta, Rabu (13/8/2025). Foto: Dokumen Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam rangka memperingati 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Dompet Dhuafa menggelar Sarasehan Tokoh Bangsa bertema “Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan” di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional lintas bidang, antara lain Ketua Umum PBNU 2010–2021, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA; Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A; Sekjen Dewan Masjid Indonesia, Dr. H. Rahmat Hidayat, SE., MT.; Aktivis dan Cendekiawan, Yudi Latif, Ph.D.; Aktivis Hukum dan Demokrasi, Dr. Bambang Widjojanto; Ketua Pengurus YDDR, Ahmad Juwaini; Inisiator dan Ketua Pembina YDDR, Parni Hadi.

BacaJuga:

5 Bandara Jadi Jalur Ekspor Ilegal Emas, Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

Jaring Sineas Muda, Golkar Gelar Kompetisi Film Pendek

Jangan Jadi Penonton! DPR Dorong RI Aktif Redam Konflik Houthi-Arab Saudi

Dalam sambutannya, Ahmad Juwaini menyampaikan bahwa data-data angka kemiskinan sampai hari ini masih terus menjadi kontroversi. Belum lagi jika menggunakan standar kemiskinan versi Bank Dunia, bertambah lagi kerunyaman persentase dan jumlah penduduk miskin di Indonesia.

“Bahwa data-data angka kemiskinan sampai hari ini masih terus menjadi kontroversi. Belum lagi jika menggunakan standar kemiskinan versi Bank Dunia, bertambah lagi kerunyaman persentase dan jumlah penduduk miskin di Indonesia,” kata Ahmad Juwaini.

Pada kesempatan yang sama, Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi turut memberikan keynote speech dengan filosofis nan bijak. Ia mengatakan bahwa Bung Karno sebagai Bapak Pendiri Bangsa Indonesia, pernah mengatakan, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tapi perjuanganmu lebih berat karena melawan bangsamu sendiri”.

“Inilah perjalanan usia, 80 tahun adalah perjuangan melawan penderitaan dari zona nyaman. Tiada kata yang paling tepat untuk menarasikan kondisi Dompet Dhuafa saat ini adalah ‘tumbuh’. Dalam segala aspek-program, kepercayaan publik, penghimpunan, potensi insan – namun, tumbuh juga tantangannya. Maka salah satu solusinya adalah hindari zona nyaman karena membuat orang lengah. Kita harus merdeka dari belenggu kemiskinan. Miskin hati, miskin disiplin, juga miskin value,” ucap Parni Hadi.

Sementara itu, Rahmat Hidayat mengatakan, bahwa usia 80 tahun harus menjadi bekal muhasabah (introspeksi). “Beri kontribusi mulai dari kita. Masjid yang makmur pun sangat potensial menjadi pusat ekonomi umat jika mampu menghadirkan gerakan-gerakan yang melibatkan masyarakat seperti UMKM atau kewirausahaan yang mampu mencegah pengangguran,” ucap Rahmat.

Lebih lanjut, Muhammad Zaitun Rasmi, menyampaikan, “Jika dihadapi dengan pertanyaan, Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan banyak kemiskinan. Yang miskin kebanyakan muslim. Apa yang salah? Kita semua harus bisa menjawab ini. Pahami persoalannya secara integral komprehensif. Seperti yang dikatakan Pak Parni, miskin hati, miskin mental, atau bahkan dimiskinkan? Saya kira ini soal penerapan amanat distribusi konsep, ada Pancasila dan UUD”.

Pemikiran menarik juga disampaikan oleh Yudi Latif. Bahwa kita saat ini, sering ‘mencela’ penjajahan, tapi upah minimum di zaman itu ternyata lebih tinggi dari sekarang. Ia sampaikan, kata kuncinya dari kata ‘Merdeka’ itu sendiri yang berasal dari Bahasa Sansekerta: Maharddhika, yang bermakna mulia, kaya/makmur, terdidik, tercerahkan, juga berkuasa. Maharddhika tidak sekedar bebas dari secara politik, tapi merdeka dalam pikiran dan perasaan. Pendidikan dianggap sarana untuk merdeka dari ketergantungan serta kemiskinan.

“Bagaimana kita mencari pengembangan-pengembangan itu? Ada Negatif Liberty: Merdeka dari hal buruk. Ada Positif Liberty: Merdeka untuk tujuan apa? Tidak akan keluar dari kemiskinan jika bangsanya tidak terdidik. Sepertinya ini yang belum berhasil. Etos itu penting. Kita lihat Palestina meski dihantam habis tapi ada hingga saat ini karena etos dan faith, tapi Soviet, sebegitu raksasa, runtuh. Lalu kita perlu agen pemeran sebagai perubah. Indonesia ibarat masyarakat tua dalam negara baru, Kekuatan perubahan ada di elemen masyarakat daripada negara. Bahkan lembaga filantropi lebih penting dari negara, secara sejarah sosial, sebab sudah lebih dulu ada dari negara,” jelas Yudi Latif.

Kemudian sebagai aktivis, Bambang Widjojanto, dengan santai nan tegas memaparkan untuk perhatikan tiap narasinya, bahwa ini kemiskinan atau pemiskinan? Mengentaskan atau pengentasan? Kurangi atau habisi? Ia juga menyampaikan bahwa data jumlah penduduk saja berbeda tiap surveynya. Padahal, satu data bisa menjadi kebijakan yang diambil. Bansos itu sumber kerusakan, memperpanjang perbudakan, angkanya tidak jelas, disitu jadi sumber korupsi, bagaimana bisa mengatakan keadilan sosial?

“Ada istilah ‘The parents of corruption, conflict of interest’. Kehancuran VOC mungkin bukan karena Indonesia hebat tapi ada konflik internal dari korupsi, yang menyebabkan kemiskinan lalu kehancuran. Dompet Dhuafa tanpa harus berkhidmat pada Pancasila, tapi sedang melaksanakan Pancasila. Mengerjakan tugas-tugas negara dengan mendirikan sekolah-sekolah dan menghadirkan rumah sehat,” tutur Bambang.

Menutup dialog tersebut, selain diskusi, Dompet Dhuafa juga meluncurkan dua buku terbaru: Catur Windu Dompet Dhuafa dan Senyum Nabi (DD Smiling Foundation), yang merangkum perjalanan kiprah lembaga dalam membangun kemandirian umat. Perhelatan ini menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi gagasan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, sejahtera, dan bebas dari kemiskinan. Dialog ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube DDTV dan Instagram @dompetdhuafaorg, sehingga publik luas dapat ikut serta dalam semarak kemerdekaan tahun ini. (adv)

Tags: Dompet Dhuafakemiskinan

Berita Terkait.

bc
Nasional

5 Bandara Jadi Jalur Ekspor Ilegal Emas, Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:12
nurul
Nasional

Jaring Sineas Muda, Golkar Gelar Kompetisi Film Pendek

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:19
riyadh
Nasional

Jangan Jadi Penonton! DPR Dorong RI Aktif Redam Konflik Houthi-Arab Saudi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09
abdul
Nasional

Mendikdasmen Tegaskan TKA Bukan Penentu Kelulusan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:08
sultan
Nasional

Ketua DPD RI Minta REI Jadi Motor Percepatan Program 3 Juta Rumah

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:17
abu
Nasional

Jaga Kerukunan Antarumat Beragama, Kemenag Gaungkan Pesan Merawat Toleransi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:16

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4124 shares
    Share 1650 Tweet 1031
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1129 shares
    Share 452 Tweet 282
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.