INDOPOSCO.ID – Perguruan tinggi didorong mengambil peran lebih besar dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga menjadi wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat perekonomian nasional dan menekan angka pengangguran.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan, pengembangan kewirausahaan mahasiswa merupakan bagian dari implementasi program Kampus Berdampak. Kampus, menurutnya, memiliki posisi strategis dalam melahirkan wirausaha muda yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membantu mengatasi persoalan pengangguran.
“Kampus diharapkan memberikan pelayanan, pembinaan, sekaligus menjadi fasilitator lahirnya wirausaha-wirausaha berbasis mahasiswa. Kampus juga harus memiliki kepedulian sosial untuk menyelesaikan problem sosial, salah satunya adalah pengangguran,” ujar Fauzan di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Indonesia pada Februari 2026 mencapai 4,68 persen atau sekitar 7,24 juta orang. Di sisi lain, Indonesia tengah menikmati bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif yang dinilai menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, Fauzan menilai penguatan ekosistem kewirausahaan harus menjadi perhatian bersama. Salah satunya melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI).
Ia mengungkapkan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) saat ini tengah mengembangkan model konsorsium perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Model tersebut mempertemukan kampus, pemerintah daerah, dan mitra industri untuk mengembangkan kewirausahaan berbasis budaya dan potensi lokal.
Ia menambahkan, sebagai bentuk dukungan terhadap lahirnya pengusaha muda dari kalangan mahasiswa, Kemendiktisaintek juga terus menjalankan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
“Program ini menyediakan pendanaan, pelatihan, pendampingan, hingga penguatan kapasitas usaha bagi mahasiswa yang telah merintis bisnis,” terangnya.
Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, memberdayakan UMKM, dan menciptakan lapangan kerja sebagaimana tertuang dalam agenda Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.(nas)










