• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Orang Asli Papua Masih Minim Tempati Jabatan Strategis di Freeport

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 8 Agustus 2025 - 21:30
in Nasional
Kegiatan Takjil on The Road yang digelar Freeport Indonesia. Foto: Dok Humas PTFI

Kegiatan Takjil on The Road yang digelar Freeport Indonesia. Foto: Dok Humas PTFI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Persentase orang asli Papua (OAP) yang menempati posisi strategis di PT Freeport Indonesia dinilai masih relatif kecil. Sebagian besar mereka berada di posisi operasional dan teknis, bukan di posisi manajerial atau kepemimpinan.

Ada sejumlah faktor mempengaruhi hal itu. Seperti kurangnya kualifikasi pendidikan dan keterampilan teknis di kalangan masyarakat Papua dan ketimpangan sosial yang masih tinggi di “Negeri Cendrawasih” itu.

BacaJuga:

Kuota Tetap, Pendaftar Terus Bertambah: Muslim Pro Soroti Urgensi Daftar Haji Lebih Cepat

Perkuat Komitmen ESG, PGN Transformasikan Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna

Peradi SAI Dorong Revisi UU Advokat dan Regenerasi Profesi di Era Modern

Akademisi Universitas 17 Agustus Fernando Emas mengatakan, faktor lainnya yang menyebabkan hal tersebut ialah redistribusi hasil ekstraksi Freeport belum merata dan tidak cukup efektif mengurangi ketimpangan sosial di Papua. Karenanya, dana bagi hasil keuntungan harus dikelola dengan baik.

“Dana hasil pembagian keuntungan harus dikelola secara baik oleh pemerintah pusat dan daerah, agar SDM semakin maju. Sehingga akan mampu mengisi posisi-posisi penting di PT Freeport Indonesia atau di luar daerah,” kata Fernando kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Pemerintah harus meningkatkan kemampuan SDM masyarakat Papua, sehingga mampu bersaing dengan masyarakat di luar Papua. Jangan terkesan ada upaya membiarkan, sehingga secara terus-menerus dikuasai pihak lain karena tidak mampu bersaing.

Menurutnya, sampai saat ini sangat terlihat sekali kesenjangan kesejahteraan di Papua sehingga sangat wajar membuat kecemburuan dan kekecewaan terhadap pemerintah.

“Saya berharap sekali, pemerintahan (Presiden) Prabowo Subianto melakukan prioritas dalam membangun SDM masyarakat Papua, sehingga mampu bersaing dengan masyarakat di luar Papua,” ujar Fernando Emas.

Misalnya membangun beberapa sekolah unggulan, yang dikhususkan untuk masyarakat Papua. Harapannya ada percepatan yang dilakukan mengejar keterlambatan selama ini.

“Pemanfaatan bagi keuntungan untuk menjalankan kebijakan yang produktif agar SDM, lapangan pekerjaan dan infrastruktur semakin baik dan membuka akses bagi masyarakat,” imbuh Direktur Rumah Politik Indonesia itu.

Berdasar sejumlah sumber menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pekerja di Freeport masih berasal dari luar Papua, dan persentase itu mencerminkan ketidakseimbangan dalam distribusi posisi strategis. (dan)

Tags: FreeportOrang Asli PapuaPT Freeport IndonesiaPTFI

Berita Terkait.

Layanan-Haji
Nasional

Kuota Tetap, Pendaftar Terus Bertambah: Muslim Pro Soroti Urgensi Daftar Haji Lebih Cepat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:04
Pelatihan
Nasional

Perkuat Komitmen ESG, PGN Transformasikan Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:42
peradi
Nasional

Peradi SAI Dorong Revisi UU Advokat dan Regenerasi Profesi di Era Modern

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:30
dr
Nasional

Cegah Kasus Dokter Meninggal, Menkes Percepat Pemberlakuan Aturan Baru Internsip

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:30
Guru
Nasional

Sebut Negara Pilih Kasih, JPPI Kritik Pembatasan Masa Tugas Guru Non-ASN

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:53
Aan-Suhanan
Nasional

Kemenhub Tunggu Hasil Investigasi KNKT Terkait Kecelakaan Maut Bus ALS di Sumsel

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:32

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3700 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.