• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

BRICS Dinilai Dapat Mengurangi Ketergantungan terhadap Negara Barat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 17 Juli 2025 - 03:30
in Ekonomi
brics

Lanskap Kota Rio De Janeiro, Brazil, dari balik kaca panoramik Trem generasi keempat yang dioperasikan sejak 2019 menuju ke Patung Kristus Sang Penebus di Gunung Corcovado, Rie De Janeiro, Brazil, Minggu (6/7/2025). (ANTARA/Andi Firdaus)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Langkah Indonesia menjadi anggota tetap BRICS diyakini dapat mengurangi ketergantungan terhadap negara-negara Barat dan lembaga-lembaga internasional yang terafiliasi, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Menurut laporan lembaga riset ekonomi dan sosial Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI yang dikutip di Jakarta, Rabu, bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, kelompok negara yang kini beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Iran, Mesir, Etiopia, dan Uni Emirat Arab, secara strategis sangat signifikan.

BacaJuga:

BNI Sahabat Sekolah Rakyat Bekali Siswa Sulsel dengan Literasi Keuangan

Kemendag Minta UMKM Manfaatkan Teknologi Digital dan Inovasi Produk

Escrow Bukan Solusi ! Guru Besar IPDN Ingatkan Bahaya Infus Permanen untuk Koperasi Desa Merah Putih

BRICS menyumbang 37 persen produk domestik bruto (PDB) dunia (2024), memiliki 46 persen populasi dunia, dan mencakup 25 persen wilayah daratan dunia.

Perekonomian negara-negara anggotanya juga terus menunjukkan pertumbuhan, naik lebih dari empat kali lipat dari 1990 hingga 2023, serta menyumbang 24,2 persen ekspor dunia dan 19,4 persen impor dunia pada 2023.

Laporan tersebut menyebut salah satu keuntungan konkret yang bisa diraih Indonesia adalah akses terhadap New Development Bank (NDB), atau yang sebelumnya dikenal sebagai BRICS Development Bank.

Bank pembangunan multilateral ini didirikan oleh anggota awal BRICS (Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) dengan fokus pada pembiayaan proyek publik atau swasta melalui pinjaman, penjaminan, penyertaan modal, dan instrumen keuangan lainnya.

NDB juga akan bekerja sama dengan lembaga internasional lain dan memberikan bantuan teknis pada proyek-proyek yang didukungnya.

Meskipun sumber pendanaan utama NDB adalah China dengan persentase 48 persen, yang sangat bergantung pada perkembangan dan agenda ekonomi China, NDB dinilai tetap memiliki potensi pendanaan besar untuk pembangunan Indonesia.

Namun, LPEM FEB UI memperingatkan bahwa pendanaan dari NDB cenderung berorientasi mendukung sistem logistik untuk industri China dan sekaligus menciptakan permintaan untuk produk China.

Selain itu, ada risiko debt-trap diplomacy atau diplomasi jebakan utang seperti kasus Belt and Road Initiative (BRI) di Sri Lanka yang perlu diwaspadai.

Lebih lanjut, studi tersebut memandang bahwa Indonesia juga berpeluang mendapatkan akses pasokan minyak murah dengan jumlah besar dari Rusia dan Iran.

Meski demikian, laporan tersebut juga menyoroti bahwa tantangan Indonesia dengan bergabung dengan BRICS tidak mudah karena BRICS belum seefektif G7 atau OECD dalam menghasilkan kebijakan ekonomi riil.

“Di BRICS belum terdapat tarif preferensial, penghapusan hambatan non-tarif dan kerja sama integrasi ekonomi lainnya yang signifikan,” tulis laporan tersebut.

Data dari Bank Indonesia menunjukkan negara-negara kreditur atau pemberi utang terbesar bagi Indonesia pada 2023 adalah: Singapura 56,55 miliar dolar AS, Amerika Serikat 29,09 miliar dolar AS, Jepang 23,22 miliar dolar AS, dan China 20,97 miliar dolar AS.

Dari organisasi internasional, kreditur terbesar adalah Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD) Bank Dunia 21,63 miliar dolar AS, Asian Development Bank 10,19 miliar dolar AS, dan IMF 8,65 miliar dolar AS. (bro)

Tags: BRICSNegara Barat

Berita Terkait.

Bantuan
Ekonomi

BNI Sahabat Sekolah Rakyat Bekali Siswa Sulsel dengan Literasi Keuangan

Minggu, 27 September 2026 - 09:21
mendag
Ekonomi

Kemendag Minta UMKM Manfaatkan Teknologi Digital dan Inovasi Produk

Minggu, 27 September 2026 - 04:14
escrow
Ekonomi

Escrow Bukan Solusi ! Guru Besar IPDN Ingatkan Bahaya Infus Permanen untuk Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 26 September 2026 - 21:11
transnusa
Ekonomi

TransNusa Perkuat Ketepatan Waktu Penerbangan Lewat Teknologi Skywise

Sabtu, 26 September 2026 - 17:56
Guruh Soekarnoputra Wafat, Hendrawan: Beliau Tajam Menganalisis dan Berjiwa Seni Tinggi
Ekonomi

Kelola 58 Rig, Pertamina Drilling Bidik National Champion Well Construction

Sabtu, 26 September 2026 - 17:34
Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans
Ekonomi

Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

Sabtu, 26 September 2026 - 16:36

OLAHRAGA

Rahmat-Erwin-Abdullah
Olahraga

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 27 September 2026 - 09:41

​INDOPOSCO.ID - Cabang olahraga (cabor) angkat besi kembali mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga bergengsi se-Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat...

SelengkapnyaDetails
fortis

Fortis Series-II Hadirkan Panggung Prestasi Karate The Champion Beyond The Mat

Sabtu, 26 September 2026 - 22:12
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3821 shares
    Share 1528 Tweet 955
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    990 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.