INDOPOSCO.ID – Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berencana mengirimkan pemberitahuan resmi kepada sekitar 100 negara dengan perekonomian kecil, terkait kebijakan tarif impor. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam wawancara bersama CNN pada Minggu (6/7).
Menurut Bessent, negara-negara tersebut memiliki volume perdagangan yang relatif kecil dengan AS, dan sebagian besar bahkan belum pernah melakukan komunikasi dagang langsung dengan Washington. Ia menambahkan bahwa saat ini fokus utama pemerintahan Trump adalah menyelesaikan negosiasi dengan 18 negara mitra dagang besar, yang menyumbang 95 persen dari total defisit perdagangan AS.
Salah satu negara yang terdampak dari kebijakan ini adalah Jepang, yang menghadapi tarif tambahan sebesar 14 persen di atas tarif dasar 10 persen. Jepang sendiri berupaya mencari solusi dengan mengirim perwakilan perunding utama ke Amerika Serikat minggu ini, menurut sumber yang mengetahui proses negosiasi tersebut.
Sebagaimana diketahui, ekspor mobil Jepang ke AS sebelumnya sudah dikenai tarif tambahan sebesar 25 persen. Kebijakan tarif satu-per-satu berdasarkan negara diumumkan Trump pada 2 April 2025, dengan target sekitar 60 negara yang mencatatkan surplus perdagangan terhadap AS.
Namun, kebijakan tersebut ditangguhkan selama 90 hari. Masa penangguhan itu akan berakhir pada Rabu mendatang, seperti dilaporkan Kyodo melalui Antara.
Trump sendiri mengonfirmasi bahwa dirinya telah menandatangani sejumlah surat untuk negara-negara yang akan menerima tarif baru, dan pengiriman surat tersebut dijadwalkan dilakukan pada Senin (7/7/2025). (aro)











