• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Terus Memanas, IRGC Siap Lakukan Pembalasan usai Kapal Tanker Iran Diserang AS

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 10 Mei 2026 - 18:01
in Internasional
Ilustrasi Bendera Iran dan AS. Foto: Istimewa

Ilustrasi Bendera Iran dan AS. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Sabtu (9/5/2026), memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap tanker minyak atau kapal komersial milik Iran akan memicu “serangan besar-besaran” terhadap posisi AS dan kapal-kapal musuh di wilayah tersebut.

“Peringatan! Setiap agresi terhadap tanker minyak dan kapal komersial Iran akan dibalas dengan serangan besar-besaran terhadap salah satu pusat Amerika di wilayah tersebut dan kapal-kapal musuh,” kata komando Angkatan Laut IRGC, menurut laporan Kantor Berita Fars.

BacaJuga:

Iran Desak PBB Kutuk Serangan AS ke Kapal Tankernya

Deadline Proposal Damai AS Berakhir Hari Ini, Iran Pilih Melawan

Prabowo Tunggangi Mobil Maung saat Tiba di KTT ASEAN Filipina

Komandan Angkatan Udara IRGC, Majid Mousavi, mengatakan rudal dan drone telah “dikunci pada musuh” dan menunggu perintah untuk diluncurkan.

Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ali Khazarian, sebelumnya juga turut mengatakan bahwa Iran akan membalas secara militer setiap tindakan Amerika Serikat yang memblokade wilayah lautnya.

“Mulai saat ini, Iran akan menanggapi secara militer setiap tindakan AS yang melibatkan blokade laut terhadap Republik Islam,” kata Khazarian, juga seperti dikutip kantor berita Fars, Jumat (8/5/2026).

Pernyataan itu muncul setelah Komando Pusat AS menyatakan telah menyerang target militer Iran pada Jumat dini hari sebagai balasan atas serangan terhadap pasukan AS.

Namun, komando militer Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan di sejumlah wilayah negara itu.

Iran kemudian merespons pelanggaran gencatan senjata itu dengan menyerang kapal-kapal AS di Selat Hormuz.

Sementara, sebagaimana juga dilansir dari Anadolu, Kementerian Pertahanan Inggris sebelumnya mengatakan telah mengerahkan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan ke Timur Tengah sebagai persiapan untuk kemungkinan misi multinasional untuk melindungi pelayaran komersial di Selat Hormuz.

HMS Dragon, kapal perusak tipe 45 yang sebelumnya ditempatkan di Mediterania timur dekat Siprus, akan “bersiap” di wilayah tersebut dan siap bergabung dengan inisiatif maritim pimpinan Inggris dan Prancis setelah kondisi memungkinkan, menurut sejumlah media berita Inggris dengan mengutip juru bicara kementerian.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu hingga memicu balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk. Hal itu kemudian berdampak pula pada penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April lewat mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata kemudian diperpanjang Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan dan membuka jalan diplomasi untuk solusi permanen bagi perang tersebut.

Sejak 13 April, AS mulai melakukan blokade angkatan laut dengan menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz

Trump mengumumkan pada Selasa (5/5/2026) bahwa militer AS untuk sementara menghentikan “Project Freedom”, yang dimaksudkan untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, dan mengatakan blokade Amerika akan tetap berlaku secara penuh. (dil)

Tags: IRGCKonflik AS-IranTimur Tengah

Berita Terkait.

Kapal-Tanker
Internasional

Iran Desak PBB Kutuk Serangan AS ke Kapal Tankernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:56
iran
Internasional

Deadline Proposal Damai AS Berakhir Hari Ini, Iran Pilih Melawan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:05
Prabowo
Internasional

Prabowo Tunggangi Mobil Maung saat Tiba di KTT ASEAN Filipina

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:26
Trump
Internasional

Gertak Sambal Trump, Ancam Serang Iran Lagi di Tengah Narasi Perdamaian

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:24
Kapal-Tanker
Internasional

Konflik Mereda, Iran Pastikan Jalur Logistik Selat Hormuz Aman

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:42
Demi Akhiri Perang, Trump Hentikan Operasi Militer di Selat Hormuz
Internasional

Demi Akhiri Perang, Trump Hentikan Operasi Militer di Selat Hormuz

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:03

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3702 shares
    Share 1481 Tweet 926
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    678 shares
    Share 271 Tweet 170
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.