INDOPOSCO.ID – Amerika Serikat memberikan tenggat waktu hingga Jumat (8/5/2026) bagi Iran untuk menanggapi proposal perdamaian yang dikirimkan pihaknya guna mengakhiri perang.
“Kita akan lihat apa tanggapannya. Harapannya adalah itu adalah sesuatu yang dapat membawa kita ke dalam proses negosiasi yang serius,” kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Roma seperti dilansir dari Sky News, Jumat (8/5/2026).
Amerika Serikat mengajukan proposal perdamaian kepada Iran pada 6 Mei 2026. Proposal berupa memorandum 14 poin itu bertujuan untuk mengakhiri konflik bersenjata, dan saat ini sedang dipelajari oleh pihak Teheran melalui mediasi Pakistan.
Berdasarkan rangkuman sejumlah sumber menunjukkan, proposal tersebut mencakup penghentian aktivitas pengayaan nuklir Iran, penarikan pasukan AS, jaminan keamanan, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sementara Iran masih meninjau tawaran tersebut dan belum mengambil keputusan final, menegaskan bahwa kesepakatan harus adil dan komprehensif.
Menlu Iran Abbas Araghchi mengkritik AS karena selalu mengedepankan aksi militer yang gegabah di saat negosiasi diplomatik tengah diupayakan.
“Setiap kali solusi diplomatik adalah di atas meja, AS memilih untuk nekat petualangan militer. Apakah ini taktik tekanan yang kasar? Atau hasil dari spoiler sekali lagi pembodohan POTUS (President of the United States) ke rawa lain?,” kritik Araghchi melalui akun X pribadinya @araghchi seperti dilansir dari Sky News, hari ini.
Ia kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak gentar dengan gertakan AS selama proses menuju meja perundingan. “Apapun penyebabnya, hasilnya adalah sama: Iran tidak pernah tunduk pada tekanan,” tegasnya. (dan)











