• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Balinale Dijadikan Jembatan Pegiat Film dan Investor

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 2 Juni 2025 - 06:06
in Ekonomi
balinale

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Agustini Rahayu buka festival film internasional Balinale Ke-18 di Denpasar, Minggu 1/6/2025. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjadikan Bali International Film Festival (Balinale) ke-18 sebagai jembatan bagi penggiat film dan investor.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Agustini Rahayu mengatakan dengan mendukung ajang perfilman ini maka pemerintah ikut menjadi penghubung industri.

BacaJuga:

Jasa Marga Maksimalkan Tim Preservasi demi Kelancaran Arus Libur Panjang

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

PLN EPI dan Bahtera Adhiguna Hidupkan Ekonomi Sirkular di Kawasan Wisata Pesisir

“Kemenekraf sadar semua sub sektor ekonomi kreatif membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit, apalagi film. Itulah kenapa Kemenekraf melakukan kerja sama hexahelix,” kata Agustini seperti dikutip Antara, Minggu (1/6/2025).

“Balinale jadi contoh bagaimana festival dapat menjembatani kreator dengan dunia sambil membuka peluang ekonomi nyata bagi talenta lokal,” sambungnya.

Untuk produksi film komersil berdurasi singkat saja ia menyebut butuh biaya Rp5 miliar, ditambah biaya promosi Rp5 miliar, sehingga dibutuhkan biaya setidaknya Rp10 miliar.

“Jadi, walaupun tak bisa membantu menggunakan APBN, kami mengkoneksikan industri ke investor melalui forum-forum seperti ini, yaitu pertemuan antara pelaku, investor dan industrinya,” ujarnya.

Selain mendistribusikan karya kepada investor sehingga membantu penghidupan penggiat film, festival film internasional ini juga wadah untuk mengenalkan Indonesia ke dunia.

Agustini Rahayu meyakini film merupakan salah satu industri kreatif prioritas yang memiliki kekuatan besar, tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga untuk mencerminkan identitas, dan memperluas pengaruh budaya secara internasional.

Salah satu cerita sukses yang berangkat dari Balinale adalah film Eat, Pray, and Love, yang mengangkat Bali hingga mancanegara dan mendatangkan wisatawan asing yang penasaran dengan Bali.

Pendiri dan Direktur Festival Balinale Deborah Gabinetti menyebut tahun ini dari 72 film yang ditayangkan mulai 1-7 Juni 2025, sebanyak 23 film berasal dari Indonesia.

Ia meyakini melalui festival film yang diikuti 32 negara ini, suara-suara Indonesia akan semakin terdengar di dunia.

“Seperti ketika kami memfilmkan Savages bersama Oliver Stone, ia merekamnya di Moyo, jadi keindahan Indonesia adalah kalian memiliki lokasi yang sangat beragam, kalian juga memiliki banyak kelompok etnis, itu peluang yang ditawarkan Indonesia,” kata Deborah.

Selain latar tempat, bakat masyarakat Indonesia juga dinilai luar biasa, sehingga menurutnya peran pemerintah mendukung upaya-upaya menyalurkan kreatifitas masyarakat ini yang paling penting.

“Indonesia harus memiliki sarana untuk distribusi,, promosi, pemasaran, jika tidak, kalian hanya menceritakan kisah kepada komunitas sendiri, sementara butuh audiens yang lebih luas,” kata dia. (wib)

Tags: Balinalefilminvestor

Berita Terkait.

Perbaikan-Jalan
Ekonomi

Jasa Marga Maksimalkan Tim Preservasi demi Kelancaran Arus Libur Panjang

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:00
Fajar-Wibhiyadi
Ekonomi

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:49
Program TJSL
Ekonomi

PLN EPI dan Bahtera Adhiguna Hidupkan Ekonomi Sirkular di Kawasan Wisata Pesisir

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:09
Pesawat
Ekonomi

Harga Avtur Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Terapkan Biaya Tambahan 50 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:27
cabai
Ekonomi

Bapanas Klaim Harga Cabai Rawit Turun Signifikan, Jumlah Daerah Terdampak IPH Berkurang

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:06
esti
Ekonomi

DPR Warning BPS: Sensus Ekonomi 2026 Jangan Jadi Alat Pencitraan, Data Harus Apa Adanya

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:37

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1110 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1086 shares
    Share 434 Tweet 272
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.