• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

DPR Warning BPS: Sensus Ekonomi 2026 Jangan Jadi Alat Pencitraan, Data Harus Apa Adanya

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 14 Mei 2026 - 15:37
in Ekonomi
esti

Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Galuh/Mahendra

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, melontarkan peringatan keras kepada Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menegaskan, data yang dihimpun harus benar-benar faktual dan tidak boleh dimanipulasi demi membangun citra seolah kondisi ekonomi nasional baik-baik saja.

Pernyataan itu disampaikan Esti usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kota Surakarta, Jawa Tengah, dikutip dari laman DPR RI, Kamis (14/5/2026).

BacaJuga:

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

PLN EPI dan Bahtera Adhiguna Hidupkan Ekonomi Sirkular di Kawasan Wisata Pesisir

Harga Avtur Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Terapkan Biaya Tambahan 50 Persen

“Data ini harus akurat, harus valid sesuai fakta. Jangan karena pesanan, jangan karena ingin membuat seolah-olah kita baik-baik saja. Ini justru bahaya,” tegas politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Esti, validitas data menjadi hal krusial karena seluruh kebijakan pemerintah dan DPR akan bertumpu pada hasil sensus tersebut. Jika data yang disajikan tidak sesuai kondisi nyata di lapangan, maka kebijakan yang lahir berpotensi salah arah dan merugikan masyarakat.

“Kebijakan yang nanti dibuat bersama antara pemerintah dan DPR bisa menjadi blunder kalau tidak sesuai fakta,” ujarnya.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026 dan akan memotret kondisi ekonomi nasional, termasuk sektor UMKM dan aktivitas usaha masyarakat di berbagai daerah.

Selain mengingatkan BPS soal integritas data, Esti juga meminta masyarakat tidak takut memberikan informasi yang sebenarnya kepada petugas sensus. Ia menepis anggapan bahwa data tersebut akan otomatis berdampak pada kenaikan pajak atau kepentingan tertentu lainnya.

“Masyarakat harus memberikan data yang benar. Tidak perlu khawatir data itu nanti berkaitan dengan pajak besar dan sebagainya. Data ini menjadi cerminan kondisi ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, Esti turut menyoroti kualitas tenaga lapangan yang direkrut untuk pelaksanaan sensus. Menurutnya, petugas harus dibekali kemampuan komunikasi dan etika sosial yang baik agar masyarakat merasa nyaman saat dimintai data.

“Pendekatan itu penting. Jangan datang hanya membawa surat lalu terkesan menakutkan. Harus ada cara menyapa yang baik, menunjukkan identitas resmi, dan membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.

Ia berharap BPS dapat memastikan seluruh tahapan sensus berjalan profesional, transparan, dan menghasilkan data yang benar-benar dapat menjadi dasar pembangunan ekonomi nasional ke depan. (dil)

Tags: BPSDPR RIKomisi XMY Esti WijayantiSensus Ekonomi 2026

Berita Terkait.

Fajar-Wibhiyadi
Ekonomi

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:49
Program TJSL
Ekonomi

PLN EPI dan Bahtera Adhiguna Hidupkan Ekonomi Sirkular di Kawasan Wisata Pesisir

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:09
Pesawat
Ekonomi

Harga Avtur Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Terapkan Biaya Tambahan 50 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:27
cabai
Ekonomi

Bapanas Klaim Harga Cabai Rawit Turun Signifikan, Jumlah Daerah Terdampak IPH Berkurang

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:06
niluh
Ekonomi

Buka Rakernas AITTA, Ni Luh Puspa Ajak Industri Travel Perkuat Pariwisata Berkualitas

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:05
Anjungan Platform Sepinggan Field
Ekonomi

Produksi Migas PHI Lampaui Target, Inovasi Sumur Tua Jadi Kunci

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:13

BERITA POPULER

  • hujan

    Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1061 shares
    Share 424 Tweet 265
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.