• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Filantropi Islam Berpotensi Jadi Solusi Pendanaan Alternatif untuk Iklim

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 17 Mei 2025 - 23:22
in Nasional
Acara Tri Hita Karana Dialogue “Unlock the Billions: Tapping Hidden Flows for Climate Resilience” yang diadakan di Jakarta. Foto: istimewa

Acara Tri Hita Karana Dialogue “Unlock the Billions: Tapping Hidden Flows for Climate Resilience” yang diadakan di Jakarta. Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah kebutuhan pendanaan iklim Indonesia yang semakin besar dan kondisi geopolitik global yang tidak menentu, Filantropi Islam muncul sebagai salah satu sumber pendanaan alternatif. Hal ini mengemuka dalam acara Tri Hita Karana Dialogue “Unlock the Billions: Tapping Hidden Flows for Climate Resilience” yang diadakan di Jakarta pada Kamis (15/5/2025).

Abdul Gaffar Karim, Board of Advisors, MOSAIC menekankan potensi pendanaan alternatif yang dapat dihasilkan oleh umat beragama melalui filantropi dan skema pendanaan berbasis syariah.

BacaJuga:

DPR Soroti Rencana Rekening Massal untuk Bansos: Data Adminduk Harus Valid

Sekjen Kemendagri: Pemeriksaan BPK Jadi Momentum Perkuat Akuntabilitas dan Evaluasi Pengelolaan Anggaran

Mendiktisaintek Dorong Generasi Muda Bangun Industri Nasional Berbasis Teknologi

“Filantropi Islam seperti wakaf memiliki potensi pendanaan hingga 180 Triliun Rupiah yang bisa menjadi potensi untuk aksi iklim,” jelasnya.

Ia menambahkan produk pendanaan berbasis syariah seperti Green Sukuk juga dapat menjadi alternatif karena berfokus pada proyek-proyek berkelanjutan. “Kolaborasi dengan sektor finansial ini penting dalam mentransformasikan rencana menjadi aksi iklim yang nyata,” jelasnya.

Indonesia membutuhkan pendanaan rata-rata dalam setahun sebesar 266,3 Triliun Rupiah sampai dengan 2030 menurut perhitungan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan pada 2022. Namun, tantangan di tingkat nasional dan global, termasuk keluarnya Amerika Serikat dari Paris Agreement, mengancam upaya pendanaan, yang menyebabkan kehilangan dana untuk transisi energi Indonesia melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP).

Meskipun demikian, Paul Butarbutar, Kepala Sekretariat JETP Indonesia, mengungkapkan keyakinan bahwa hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. “Indonesia mendapatkan komitmen
pendanaan dari berbagai sumber seperti dari Jerman untuk proyek-proyek transisi energi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan, serta mengingatkan bahwa dalam mengamankan pendanaan iklim ke depan harus lebih memperhatikan pada masa persiapan proyek. “Ini sangat penting untuk mengurangi risiko yang mungkin muncul,” jelasnya.

Burkhard Hinz, Direktur Bank Pembangunan Jerman (KfW) di Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan produk obligasi hijau untuk pembiayaan iklim hingga 100 Miliar Dolar secara global. “Dana tersebut dialokasikan untuk proyek-proyek infrastruktur yang berkaitan dengan mitigasi krisis iklim, seperti pengembangan sistem transportasi publik dan manajemen limbah,” jelasnya.

KfW berfokus pada proyek-proyek yang memberikan dampak positif bagi manusia dan lingkungan. Selain pendanaan dari bantuan internasional, sebagian pembiayaan iklim Indonesia juga bergantung pada APBN. Namun, menurut Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, APBN hanya
memenuhi 12,3 persen dari total kebutuhan, sehingga menuntut kontribusi sektor swasta.

Di sisi lain, Laporan Climate Policy Initiative terungkap bahwa sektor swasta baru menyumbang 41,7 Miliar Dolar dalam pembiayaan iklim, sehingga baru mencakup sekitar 15 persen dari yang dibutuhkan. Ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk lebih meningkatkan penyelarasan investasi sektor swasta
dengan tujuan iklim dan keberlanjutan Indonesia serta menemukan sumber pendanaan iklim alternatif.

Felia Salim, Ekonom Senior dari Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) mengatakan, sektor bisnis konvensional masih melihat pembiayaan iklim sebagai sesuatu yang berbiaya tinggi sehingga model bisnis mereka seringkali tidak memberikan dampak bagi lingkungan. Dirinya menyatakan agar pendanaan proyek-proyek iklim selain memenuhi aspek inklusivitas dan keberlanjutan juga harus memiliki proyeksi keuntungan ekonomi yang bankable.

“Sektor syariah berpotensi mengisi ceruk tersebut karena prinsipnya yang inklusif namun juga tidak mengesampingkan keuntungan finansial,” ujarnya.

Longgena Ginting, Country Director Purpose, menggarisbawahi bahwa pendanaan iklim global belum cukup memperhatikan komunitas lokal dan masyarakat adat. “Kurang dari satu persen dari dana iklim diarahkan kepada mereka, padahal masyarakat akar rumput memiliki peran penting dalam mitigasi risiko krisis iklim sebagai penjaga keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai pemangku kepentingan perlu memberikan perhatian lebih pada inisiatif mitigasi krisis iklim di tingkat tapak, seperti proyek Sedekah Energi dan Wakaf Hutan yang diinisiasi oleh MOSAIC yang mengaitkan pendanaan Filantropi Islam dengan aksi iklim berbasis umat.

Prof. Jatna Supriatna, Board of Trustee United in Diversity Foundation, menilai bahwa masalah iklim tidak dapat dilihat hanya dari sudut pandang lingkungan. “Krisis iklim adalah problem sosial
ekonomi dan kemanusiaan,” jelasnya.

Ia menyerukan perlunya pendekatan yang menyeluruh dan kolaborasi antar sektor. Ia mengharapkan hasil dari diskusi di forum ini dapat dibawa ke forum The 4th International Conference on Financing for Development pada 30 Juni hingga 3 Juli 2025 mendatang di Spanyol. “Forum ini penting untuk memperkuat komitmen pendanaan iklim di level global,” katanya. (ibs)

Tags: Filantropi IslamiklimPendanaan Alternatif

Berita Terkait.

DPR Soroti Rencana Rekening Massal untuk Bansos: Data Adminduk Harus Valid
Nasional

DPR Soroti Rencana Rekening Massal untuk Bansos: Data Adminduk Harus Valid

Kamis, 10 September 2026 - 23:24
5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Ketua DPR Minta Operasi SAR Dimaksimalkan
Nasional

Sekjen Kemendagri: Pemeriksaan BPK Jadi Momentum Perkuat Akuntabilitas dan Evaluasi Pengelolaan Anggaran

Kamis, 10 September 2026 - 22:34
Mendiktisaintek Dorong Generasi Muda Bangun Industri Nasional Berbasis Teknologi
Nasional

Mendiktisaintek Dorong Generasi Muda Bangun Industri Nasional Berbasis Teknologi

Kamis, 10 September 2026 - 22:04
5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Ketua DPR Minta Operasi SAR Dimaksimalkan
Nasional

5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Ketua DPR Minta Operasi SAR Dimaksimalkan

Kamis, 10 September 2026 - 21:44
Kemenkes Ogah Dorong Evaluasi MBG usai Kasus Keracunan di Karo
Nasional

Kemenkes Ogah Dorong Evaluasi MBG usai Kasus Keracunan di Karo

Kamis, 10 September 2026 - 21:04
DPR: Aturan Penahanan di KUHAP Baru Perkuat Kepastian Hukum dan Cegah Kesewenang-wenangan Aparat
Nasional

DPR: Aturan Penahanan di KUHAP Baru Perkuat Kepastian Hukum dan Cegah Kesewenang-wenangan Aparat

Kamis, 10 September 2026 - 20:28

OLAHRAGA

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur
Olahraga

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Editor Dilianto
Jumat, 11 September 2026 - 02:21

INDOPOSCO.ID – Target besar dipasang cabang olahraga esports Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dari delapan nomor yang diikuti, Kontingen...

SelengkapnyaDetails
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07
wo

Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 06:06

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    737 shares
    Share 295 Tweet 184
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    636 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    634 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Jadwal Liga Champions: Bayern-MU Jumpa Lawan Mudah, Wakil Italia Siap Debut

    633 shares
    Share 253 Tweet 158
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.