• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Analisis Kesejahteraan Gen Z di Era Digital; Disrupsi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 14 Mei 2025 - 20:00
in Gaya Hidup
Gen-Z

Anak-anak muda khususnya Generasi Z alias Gen Z sedang beraktivitas. Foto : Antara/HO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kondisi saat ini terlihat generasi Z menempatkan aktualisasi diri pada prioritas utama dalam lingkungan digital, dari pada kebutuhan dasar lainnya.

FOMO menjadi salah satu gejala yang tumbuh dari aktualisasi diri dalam lingkungan digital, status lingkungan digital dianggap terpenting dari pada status pada dunia nyata. Munculnya joki-joki aplikasi strava sebagai akibat FOMO akan aktualisasi diri dalam lingkungan digital.

BacaJuga:

Mercure Jakarta Cikini Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Plogging di CFD

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, yang diperkenalkan oleh Maslow pada tahun 1943, telah menjadi fondasi penting dalam memahami motivasi manusia (Agile Organization Development, 2004.). Teori ini menggambarkan kebutuhan manusia dalam lima tingkatan hierarki dimulai dari kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan cinta dan rasa memiliki, kebutuhan penghargaan, dengan puncaknya kebutuhan akan aktualisasi diri (Anna Lindh Foundation, 2022).

Pendekatan utama teori ini adalah bahwa individu perlu memenuhi kebutuhan pada tingkat dasar sebelum termotivasi oleh kebutuhan di tingkat yang lebih tinggi. Teori Maslow telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk psikologi, manajemen, dan pemasaran.

Munculnya Generasi Z, yang lahir antara akhir 1990-an dan awal 2010-an, membawa karakteristik dan konteks kehidupan yang unik. Tumbuh di era teknologi digital, globalisasi, media sosial dan informasi yang bergerak sangat cepat, generasi Z memiliki kedekatan mendalam dengan teknologi digital, internet dan infomasi yang sangat mempengaruhi cara mereka berinteraksi, belajar, dan memandang dunia (Vallabh Chitnis, 2021).

Fenomena yang muncul dan menarik adalah kecenderungan Generasi Z yang terlihat memprioritaskan kebutuhan tingkat tinggi, yaitu aktualisasi diri, sebagai kebutuhan dasar. Sejak usia muda, mereka menunjukkan keinginan kuat untuk mencari jati diri, mengekspresikan identitas, dan ikut terlibat dalam isu sosial, bahkan sebelum mencapai stabilitas dalam kebutuhan mendasar seperti keamanan finansial (Vallabh Chitnis, 2021.).

Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan tentang validitas dan relevansi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dalam konteks kehidupan Generasi Z di abad ke-21.
Laporan ini bertujuan untuk menganalisis dugaan disrupsi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow oleh Generasi Z. Analisis ini akan menggunakan Teori Penentuan Diri (Self-Determination Theory) dan Model Kesejahteraan Psikologis Carol Ryff.

Selain itu, laporan ini akan mempertimbangkan peran budaya digital, perbandingan sosial, dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam membentuk motivasi dan prioritas Generasi Z atas tingkatan kebutuhannya.

Dekonstruksi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow menggambarkan lima tingkatan kebutuhan manusia yang tersusun hierarkis. Tingkat dasar adalah kebutuhan fisiologis, termasuk makanan, air, tempat tinggal, tidur, dan kesehatan. Bagi Generasi Z, ini dapat diperluas mencakup kebutuhan psikologis digital dan aksesibilitas teknologi (Vallabh Chitnis, 2021).

Tingkat berikutnya adalah kebutuhan rasa aman, yang meliputi keamanan fisik dan emosional, termasuk keamanan dan privasi digital bagi Generasi Z. Generasi ini juga memprioritaskan keamanan psikologis dan kesejahteraan mental.

Setelah kebutuhan fisiologis dan rasa aman terpenuhi, individu naik ke tingkat ketiga, mencari kebutuhan cinta dan rasa memiliki, yang melibatkan koneksi sosial dan rasa menjadi bagian dari komunitas, termasuk komunitas daring bagi Generasi Z. Inklusivitas dan rasa memiliki secara sosial juga penting bagi generasi Z.

Tingkat keempat adalah kebutuhan penghargaan, yang mencakup harga diri, pengakuan, rasa hormat, pencapaian, dan status sosial, yang sangat dipengaruhi oleh validasi daring dan pengakuan daring dan identitas digital bagi Generasi Z sangat dihargai.

Di puncak hierarki tertinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri, yaitu realisasi penuh dari potensi diri, pertumbuhan pribadi, kreativitas, dan pemenuhan aktualisasi diri, yang bagi Generasi Z terjalin dengan ekspresi daring dan partisipasi dalam peristiwa penting yang terekam dalam dunia digital. Ekspresi diri, eksplorasi identitas dalam dunia digital merupakan aktualisasi diri yang sentral bagi generasi Z.

Teori Maslow dibangun atas beberapa asumsi inti Pertama, adanya pergerakan jenjang hierarkis, di mana individu bergerak ke tingkat kebutuhan yang lebih tinggi setelah kebutuhan di tingkat yang lebih rendah terpenuhi. Kedua, motivasi defisiensi, di mana invididu memiliki dorongan untuk memenuhi kebutuhan pada tingkat saat ini berada, agar bisa naik ke tingkat kebutuhan yang lebih tinggi, jika kebutuhan yang lebih rendah sudah terpenuhi.

Ketiga, motivasi pertumbuhan, di mana aktualisasi diri dipandang sebagai suatu proses perjalanan yang berkelanjutan untuk menjadi menjadi diri yang sepenuhnya.

Memperkenalkan Generasi Z: Karakteristik dan Konteks

Generasi Z didefinisikan sebagai kelompok generasi yang lahir antara 1997 dan 2012. Mereka generasi sedang memasuki fase penting dalam kehidupannya, dengan peningkatan karier, peningkatan angka pernikahan dan memiliki anak, dengan pola kehidupan yang sangat dipengaruhi oleh lingkup digital dan tempat dimana generasi Z bekerja.

Dengan kata lain, karakteristik utama generasi Z dibentuk oleh lingkup digital tempat mereka tumbuh.

Sebagai digital natives, mereka sangat terhubung dan nyaman dengan digital teknologi. Konektivitas digital adalah kebutuhan mendasar bagi mereka. Salah satu karakteristik Generasi Z, adalah memiliki kesadaran yang tinggi terhadap isu kesehatan mental, rentan terhadap kecemasan dan stres, terutama yang berasal dari media social. (Casey Foundation, 2020.).

Kesejahteraan mental dan kesehatan mental serta keamanan psikologis menjadi prioritas utama, generasi Z juga menghargai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dan mencari pekerjaan yang selaras dengan nilai dan tujuan pribadi mereka, serta menawarkan fleksibilitas.

Dalam hal keuangan, mereka cenderung pragmatis, fokus pada menabung dan berinvestasi, tetapi juga menghargai pengalaman seperti perjalanan sebagai salah satu alat aktualisasi diri.

Keinginan untuk memiliki tujuan dan aktualisasi diri juga sangat kuat, mendorong mereka untuk mencari keterlibatan yang dapat mengatulisasi diri dalam pekerjaan dan isu-isu global.

Terakhir, keberagaman dan inklusi merupakan nilai-nilai penting bagi generasi Z, dan mereka mengharapkan inklusivitas di semua lingkungan, baik di tempat kerja maupun di dunia digital.

Penggunaan media sosial yang intens memiliki dampak signifikan pada Generasi Z. Meskipun menawarkan aspek positif seperti konektivitas, ekspresi diri, dan dukungan kesehatan mental, media sosial juga dapat menimbulkan budaya perbandingan, stres, dan FOMO (McKinsey, 2021).

Perbandingan sosial yang diperburuk oleh konten daring tanpa kurasi yang memadai dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman dan berdampak negatif pada harga diri dan kesehatan mental.

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut ketinggalan tren, berita, atau kesempatan menarik, sangat lazim di kalangan Generasi Z. FOMO seringkali diperburuk oleh media sosial dan dapat dikaitkan dengan kesehatan mental, berupa kecemasan, harga diri rendah (minder), dan keinginan untuk terhubung dan mendapatkan validasi digital sosial.

Fenomena ini dapat mendorong perilaku generasi Z terlihat diluar akal sehat, norma dan etika untuk mengejar kompensasi dan memengaruhi keputusan yang diambil.

Disrupsi yang Dirasakan: Generasi Z dan Pencarian Aktualisasi Diri

Premis yang sering diajukan adalah bahwa Generasi Z menunjukkan kecenderungan untuk memprioritaskan aktualisasi diri, seperti mencari aktualisasi diri, mengekspresikan identitas, dan terlibat dalam aktivisme sosial, pada usia yang masih muda.

Mereka menunjukkan fokus pada pekerjaan yang dapat memberikan aktualisasi diri, berkeinginan untuk dapat memberikan dampak positif, dan penekanan pada ekspresi diri dan nilai-nilai pribadi. Hal ini berbeda dengan teori Maslow, yang menyatakan bahwa aktualisasi diri biasanya dikejar setelah kebutuhan tingkat yang lebih rendah terpenuhi.

Beberapa faktor dapat menjelaskan disrupsi yang dirasakan ini. Akses informasi dan keterhubungan global yang instan melalui teknologi digital memungkinkan Generasi Z untuk lebih cepat menyadari isu-isu global dan terhubung dengan individu yang memiliki minat yang sama, sehingga mendorong keinginan untuk berkontribusi dan menemukan tujuan hidup lebih awal.

Pengaruh media sosial dan budaya daring yang juga memberikan wadah untuk mengekspresikan diri, mengeksplorasi identitas diri, dan membangun kehadiran daring, yang berpotensi membuat aspek-aspek aktualisasi diri ini lebih mudah diakses dan diinginkan.

Selain itu, penekanan pada kesehatan mental dan kesejahteraan mental yang lebih besar dapat mendorong Generasi Z untuk memprioritaskan aktivitas dan tujuan yang berkontribusi pada kesejahteraan psikologis dan rasa harga diri mereka, yang selaras dengan aspek-aspek aktualisasi diri.

Terakhir, ada argumen bahwa Generasi Z, terutama di negara-negara maju, mungkin memiliki kebutuhan fisiologis dan rasa aman yang sudah dapat terpenuhi lebih awal dan lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga mereka dapat lebih awal langsung untuk fokus pada kebutuhan tingkat yang lebih tinggi.

Analisis Disrupsi Melalui Teori Kesejahteraan

A. Teori Penentuan Diri (Self-Determination Theory – SDT)

Teori Penentuan Diri berfokus pada tiga hal, pertama motivasi intrinsik dan kebutuhan psikologis mendasar akan otonomi (merasa memegang kendali). Kedua, kompetensi (merasa mampu), dan ketiga, keterhubungan (merasa terhubung dengan orang lain) (Ryan & Deci, 2000). Keinginan Generasi Z untuk aktualisasi diri selaras dengan kebutuhan intrinsik akan otonomi dan kompetensi.

Pencarian pekerjaan yang selaras dengan nilai dan tujuan pribadi mereka serta menawarkan fleksibilitas, dapat dilihat sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan ini, bahkan sebelum mencapai tolok ukur kesuksesan atau keamanan yang menjadi standar kebutuhan tradisional.

Lingkungan digital memiliki peran ganda dalam kaitannya dengan perubahan atau percepatan pencapaian kebutuhan aktualisasi diri. Di satu sisi, platform daring dapat menawarkan ruang untuk otonomi (pilihan dalam konten dan interaksi), kompetensi (pengembangan keterampilan melalui kursus dan komunitas daring), dan keterhubungan (berinteraksi dengan individu yang memiliki minat yang sama).

Akan tetapi di sisi lain, sifat konten daring tanpa kurasi yang tepat dan adanya tekanan perbandingan sosial dapat merusak perasaan kompetensi dan otonomi, yang berpotensi menyebabkan kecemasan dan penurunan kesejahteraan dan kesehatan mental.

FOMO juga dapat muncul dari kebutuhan akan keterhubungan dan rasa memiliki yang tidak terpenuhi, mendorong perilaku yang mungkin tidak secara tulus meningkatkan kesejahteraan.

B. Model Kesejahteraan Psikologis Carol Ryff

Model Kesejahteraan Psikologis Carol Ryff terdiri dari enam dimensi: penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi (Ryff Scales, 2004).

Fokus Generasi Z pada ekspresi diri, tujuan, dan nilai-nilai pribadi secara langsung selaras dengan dimensi “tujuan hidup” dan “pertumbuhan pribadi” dalam model Ryff. Kesadaran mereka terhadap kesehatan mental juga terhubung dengan penerimaan diri.

Pengalaman Generasi Z dalam mencapai kesejahteraan di berbagai bidang ini dipengaruhi oleh era digital. Tekanan media sosial dan budaya perbandingan dapat berdampak negatif pada penerimaan diri. Namun, destigmatisasi kesehatan mental dapat mendorong kesadaran dan penerimaan diri yang lebih besar.

Konektivitas digital menawarkan peluang untuk membangun hubungan positif, tetapi juga dapat menyebabkan perasaan kesepian dan terisolasi.

Generasi Z menghargai otonomi dan kemandirian. Dunia digital dapat memberdayakan pilihan individu dan menciptakan tekanan untuk menyesuaikan diri. Menavigasi kompleksitas dunia digital dan ketidakpastian ekonomi menghadirkan tantangan unik bagi penguasaan lingkungan digital.

Keinginan Generasi Z untuk pekerjaan yang dapat mengatualisasi diri dan berdampak sosial menunjukkan fokus yang kuat pada tujuan hidup generasi Z. Terakhir, fokus pada pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan peningkatan diri terhadap perkembangan digital terlihat jelas pada Generasi Z. (srv)

Penulis :

IG Mahendra Kusumaputra
Mahasiswa Doktoral, Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM, Yogyakarta.

Referensi:

1. Maslow’s Final Theory Z – Agile Organization Development, https://agile-od.com/mmdojo/8287/maslows-final-theory-z
2. Expectations of Generation Z Youth and Their Families.docx – Anna Lindh Foundation, https://www.annalindhfoundation.org/sites/default/files/2024-09/Expectations%20of%20Generation%20Z%20Youth%20and%20Their%20Families.docx
3. Gen Z’s Unique Take on Maslow’s Hierarchy of Needs – Filtered Out, https://filteredout.co.uk/gen-zs-unique-take-on-maslows-hierarchy-of-needs/
4. Generation Z’s Mental Health Issues – The Annie E. Casey Foundation, https://www.aecf.org/blog/generation-z-and-mental-health
5. Reframing Maslow’s Hierarchy for the Gen Z Workforce: A New Pyramid for a New Generation | Vallabh Chitnis, https://www.vallabhchitnis.com/leadership/reframing-maslows-hierarchy-for-the-gen-z-workforce-a-new-pyramid-for-a-new-generation/
6. Understanding Factors Motivating Generation Z with Application of Maslow’s Theory of Motivation, ResearchGate, https://www.researchgate.net/publication/381286469_Understanding_Factors_Motivating_Generation_Z_with_Application_of_Maslow’s_Theory_of_Motivation
7. Psychological Well-Being among Generation Z employees: A Literature Review, https://www.researchgate.net/publication/383197982_Psychological_Well-Being_among_Generation_Z_employees_A_Literature_Review
8. Fear of Missing Out (FOMO): How is it related to mental health? – Brighter Life Therapy, https://brighterlifetherapy.co.uk/fear-of-missing-out-fomo-how-is-it-related-to-mental-health/
9. Self-Determination Theory and the Facilitation of Intrinsic Motivation, Social Development, and Well-Being, https://selfdeterminationtheory.org/SDT/documents/2000_RyanDeci_SDT.pdf
10. Carol Ryff’s Model of Psychological Well-Being – The Corner of Excellence, https://www.thecornerofexcellence.com/en/carol-ryff-model-of-psychological-well-being/

Tags: Gen Zmudapemuda

Berita Terkait.

mercure
Gaya Hidup

Mercure Jakarta Cikini Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Plogging di CFD

Selasa, 22 September 2026 - 06:06
FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji
Gaya Hidup

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 19:01
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Gaya Hidup

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 17:00
zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05
shin
Gaya Hidup

Shin Min Ah hingga Lee Se Young Terlibat Cinta dan Kekuasaan di The Remarried Empress

Jumat, 18 September 2026 - 02:20

OLAHRAGA

ole
Olahraga

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Senin, 21 September 2026 - 20:12

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dan penjaga gawang Maarten Paes sudah berada di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Kehadiran...

SelengkapnyaDetails
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.