INDOPOSCO.ID – Konflik Israel-Palestina tak kunjung mereda, meskipun warga Jalur Gaza sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan hingga merayakan Idulfitri 1446 Hijriah.
Terbaru, tentara Zionis beberapa kali membombardir kawasan tersebut yang menewaskan ribuan nyawa. Mengutip WAFA, sejak awal konflik 7 Oktober 2023, total korban meninggal mendekati 55 ribu jiwa, ditambah dengan 113.274 lainnya yang mengalami luka-luka.
Melihat fakta di atas, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengajak masyarakat, khususnya warganet (netizen) untuk membantu mencarikan solusi atas genosida yang telah berlangsung puluhan tahun.
“Kita tak mungkin hanya berdiam diri melihat pelanggaran kemanusiaan terjadi di depan mata kita. Pemerintah dan masyarakat Indonesia sudah membantu, baik melalui diplomasi maupun bantuan kemanusiaan, namun kita tak boleh menyerah,” ujar Doli.
Perlu lebih banyak pihak yang bersuara, termasuk warga negara, di tengah lumpuhnya berbagai organisasi internasional dalam memberikan tekanan kepada Tel Aviv. Meskipun ia tidak bertugas di Komisi I DPR yang membidangi diplomasi, namun tanggung jawab sebagai wakil rakyat membuatnya harus bersuara.
Terbaru, Doli mengajak warganet untuk memberikan ide segar guna merajut jalan damai. Melalui platform media sosial miliknya di Facebook, Instagram, Tiktok dan WhatssApp, Doli mengadakan kampanye bertajuk #ADKTcallenge, untuk mengajak peran aktif masyarakat atas tragedi tersebut.
Dalam waktu kurang dari sepekan, sekitar 51 usulan resolusi damai dari masyarakat terangkum dalam media sosial pribadinya.
“Luar biasa kepedulian masyarakat kita atas saudara-saudara di Palestina. Ide-ide segar dan solutif muncul dari netizen, yang artinya bahwa masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang, mengetahui apa yang sedang terjadi,” kata Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI itu.
Seperti yang disampaikan akun @dadan_sukmaif, konflik Palestina bukan sekadar masalah politik semata, tetapi juga soal kemanusiaan dan tanggung jawab moral umat dunia, khususnya umat Islam.
“Saya meyakini bahwa jalan menuju perdamaian dan kemerdekaan Palestina harus dimulai dari keberanian dunia internasional untuk bersikap adil. Tidak boleh ada standar ganda dalam menegakkan hukum dan hak asasi manusia. Israel harus ditekan untuk menghentikan pendudukan dan pelanggaran kemanusiaan yang terus terjadi,” tulisnya di kolom komentar IG @ahmadolikurnia.
Lalu Tengku Aziddin di kolom komentar Facebook milik Doli menyimpulkan bahwa konflik Palestina-Israel adalah salah satu konflik yang paling kompleks dan berkepanjangan di dunia. Ia lalu menawarkan empat solusi, yaitu solusi politik, ekonomi, sosial dan internasional untuk mengakhiri konflik secara permanen. Lain halnya dengan mahasiswa Hubungan Internasional (HI) di akun @dearadeaz, bahwa konflik Israel-Palestina tidak akan berakhir jika masih ada ketimpangan kekuatan di sistem global.
“Dilihat dari kacamata Hegemonic Stability-nya Kindleberger, selama AS masih jadi pemain dominan yang mendukung Israel habis-habisan, keseimbangan kekuatan bakal terus timpang dan Palestina akan selalu ada di posisi terjepit. Kalau beneran mau ada perubahan, dunia nggak bisa cuma mengandalkan kecaman atau resolusi PBB yang sering mandul. Perlu ada kekuatan baru yang bisa jadi penyeimbang, entah dari BRICS, OKI atau blok lain yang bisa menekan Israel secara nyata,” ulasnya.
Bukan kali ini saja Doli menyuarakan derita rakyat Palestina. Sejak 5 tahun lalu ia rutin menulis kolom opini di berbagai media, yang di antaranya mengangkat isu kemerdekaan Palestina. Bunga rampai pemikiran itu ia bukukan dalam buku ‘Kaca-Mata Doli Kurnia’ yang terbit Februari 2025 lalu.
“Sebagai anggota Inter-Parliamentary Union (IPU), DPR harus mengambil peran untuk mendorong isu Palestina sebagai topik global hari ini dan di masa depan. Pasalnya peran Indonesia di IPU dari tahun ke tahun terus menguat. Sejak bergabung pada 1959, Indonesia telah menggolkan sejumlah agenda di IPU yang menjadi inisiatif parlemen global,” beber Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.
Terbaru, pada 144th IPU Assembly, Maret 2022 di Bali, DPR RI berhasil memandu Nusa Dua Declaration yang bertujuan untuk memobilisasi peran aktif parlemen untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Dengan predikat Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia, Doli melihat suara DPR di IPU akan dapat mempengaruhi parlemen negara lain untuk mengambil inisiatif atas konflik Israel-Palestina.
Kepada lima netizen terpilih yang sudah memberikan ide-ide cerdas terkait Palestina, Doli akan memberikan penghargaan berupa enam buku yang ditulisnya. (rmn)











