INDOPOSCO.ID – Percepatan cakupan layanan air minum perpipaan di DKI Jakarta menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah menekan angka stunting.
Direktur Pelayanan PAM JAYA, Syahrul Hasan, menyatakan perluasan layanan air minum perpipaan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting dan pembangunan sumber daya manusia.
“Semakin luas cakupan layanan air bersih, semakin besar kontribusi warga dalam pembangunan sumber daya manusia dan penurunan angka stunting di Jakarta,” kata Syahrul dalam kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/3/2025).
Menurutnya, pihaknya mengapresiasi peran aktif masyarakat dengan memberikan penghargaan kepada 30 warga dari lima kelurahan.
Hingga akhir 2024, tercatat 46.196 sambungan baru di 207 kelurahan berkat dukungan warga dalam sosialisasi dan pendaftaran.
“Kami meyakini bahwa keterlibatan warga adalah kunci dalam mewujudkan 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan. Tanpa dukungan masyarakat, target ini sulit dicapai,” ujar Syahrul.
Sebagai wujud komitmen, pihaknya telah merealisasikan sambungan gratis, subsidi pemasangan, dan distribusi 1.000 tandon bagi warga di wilayah dengan pasokan air rendah.
Ke depan, lanjut Syahrul, pihaknya menargetkan kolaborasi dengan 267 kelurahan untuk mencapai cakupan 100 persen pada 2030, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global dengan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.
“Air minum perpipaan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang masa depan generasi penerus Jakarta,”ucapnya.
Salah satu penerima apresiasi, Jayanti, menyampaikan harapannya agar pemerintah terus memperluas cakupan layanan hingga menjangkau seluruh warga Jakarta.
“Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program ini. Semoga PAM JAYA terus berkembang agar semua warga Jakarta dapat menikmati akses air minum perpipaan,”pungkasnya. (fer)











