• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menkomdigi: Indonesia Berpeluang Jadi Pemimpin AI Negara Berkembang

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 16 Februari 2025 - 18:08
in Nasional
Meutya-Hafid

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kiri) saat melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Kebijakan Publik YouTube, Leslie Miller di Kantor Google Paris, Prancis pada Minggu (10/2/2025). (ANTARA/HO-Kemkomdigi)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkap bahwa Indonesia berpeluang untuk menjadi salah satu pemimpin dalam mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di antara negara-negara berkembang.

“Ini membuka peluang juga untuk Indonesia menjadi salah satu pemimpin khususnya untuk embracing atau menerima, mengadopsi AI bagi negara-negara berkembang,” kata dia pada pembukaan Kongres Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) yang berlangsung secara daring, diakses Minggu.

BacaJuga:

Mendikdasmen: Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Kutukan, Wajib Dapat Pendidikan

Layanan Kesehatan Dioptimalkan, 15.349 Jemaah Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Benahi Parpol, KPK Serahkan Kajian ke Prabowo-DPR

Ide ini juga ia ungkapkan seusai Menkomdigi kembali dari AI Action Summit di Paris, Perancis, usai pertemuan dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron.

Dalam kesempatan tersebut, Meutya menyampaikan bahwa Eropa, khususnya Perancis, sedang berusaha untuk menjadi pemimpin dalam bidang kecerdasan buatan, di tengah persaingan ketat antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang juga berlomba untuk memimpin teknologi AI global.

“AI ini bukan menjadi diktean negara-negara besar, tapi justru harus memperhatikan negara berkembang seperti Indonesia, harus memperhatikan global south, kerja sama selatan, sebagaimana yang kita gaungkan di Asia-Afrika,” ujar Meutya.

Menurut dia AI seharusnya dapat memperhatikan kebutuhan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Kerja sama dengan negara-negara global selatan (Global South) menjadi penting dalam memperkuat posisi Indonesia.

Ia menggagas agar kepentingan negara-negara Selatan atau dikenal juga dengan sebutan global south dapat diperhitungkan dalam perumusan tata kelola kecerdasan artifisial (AI) global.

Negara-negara Selatan yang merupakan negara berkembang berada di Asia, Afrika, dan Pasifik Selatan terus bertumbuh khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi AI di berbagai sektor dan kehidupan masyarakat.

Dengan fakta tersebut, diharapkan negara-negara itu dapat berkontribusi selayaknya negara maju terkait pengembangan AI global, maka diperlukan pendekatan yang menekankan kesetaraan antar negara.

Indonesia berharap agar negara-negara Selatan tidak hanya dilihat sebagai pasar tapi juga dapat dilibatkan sebagai negara yang mampu mencetak inovator terkait AI.

Lebih lanjut, Menkomdigi berharap Kongres FJPI 2025 dapat mengedukasi dan mempersiapkan jurnalis perempuan agar dapat beradaptasi dengan pesatnya perkembangan AI, agar informasi lebih aksesibel dan berkualitas.

“Jadi orientasinya bukan kepada teknologi AI-nya, tapi bagaimana masyarakat bisa diuntungkan di situ khususnya dalam hal ini yang terkait dengan bagaimana informasi bisa menjadi lebih aksesibel kepada semua orang, bagaimana informasi bisa menjadi lebih baik, dan bagaimana AI ini juga bisa mengikuti etika-etika yang berlaku di negara-negara,” imbuhnya. (bro)

Tags: artificial intelligenceMenkomdigimeutya hafid

Berita Terkait.

ABK
Nasional

Mendikdasmen: Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Kutukan, Wajib Dapat Pendidikan

Sabtu, 25 April 2026 - 22:01
Jemaah-Haji
Nasional

Layanan Kesehatan Dioptimalkan, 15.349 Jemaah Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sabtu, 25 April 2026 - 21:00
KPK
Nasional

Benahi Parpol, KPK Serahkan Kajian ke Prabowo-DPR

Sabtu, 25 April 2026 - 20:09
Menkop
Nasional

Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi

Sabtu, 25 April 2026 - 17:26
Mendikdasmen
Nasional

Berkaitan 7 KAIH, Mendikdasmen Tegaskan Anggaran MBG Tak Bersumber dari Pendidikan

Sabtu, 25 April 2026 - 17:06
Kuota Adaptif TN Komodo, Kemenhut Jaga Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi
Nasional

Kuota Adaptif TN Komodo, Kemenhut Jaga Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Sabtu, 25 April 2026 - 16:05

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1349 shares
    Share 540 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.