• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Karsa dan Karya Wartinah, Mantan Buruh Migran Menuju Kemandirian

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 21 Januari 2025 - 19:44
in Ekonomi
war

Wartinah membuat terasi di Rumah Produksi yang diprakarsai Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Foto: Dokumen PHE ONWJ

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wartinah nyaris berkepala enam. Tidak heran jika beragam penyakit mendekapnya. Kolesterol, gangguan tidur, rematik, dan asam urat. Intensitas kambuh penyakitnya setara dosis obat. Sehari tiga kali, kadang lebih.

Ibu dua anak ini sudah tidak bisa berlama-lama mengayuh sepeda, dari siang sampai menjelang matahari tenggelam, mengedarkan terasi buatannya sendiri dari kampung ke kampung. Padahal, aktivitas itu sudah lebih dari dua dekade dia lakukan, tepatnya setelah dia pulang ke tanah air dari Timur Tengah sebagai buruh migran. Di Desa Rawagempol, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat Wartinah adalah master pembuat terasi, layaknya perempuan seangkatan dirinya di kampung itu.

BacaJuga:

Bea Cukai Morowali Layani Impor dalam Rangka Pembangunan Industri Hilirisasi Kelapa Senilai Rp158 Miliar

Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi

Dorong Elektrifikasi Sektor Industri, Polytron Suplai 325 Motor Listrik ke Rentokil

“Sekarang, badan saya mudah capek. Tapi mau bagaimana lagi, saya tidak punya banyak pilihan. Saya tidak punya waktu menyalahkan nasib. Waktu yang saya punya lebih baik dipakai untuk membuat terasi,” katanya sambil memipihkan adonan fermentasi udang rebon, seperti dikutip, Selasa (21/1/2025).

Bulatan adonan setengah basah seukuran telapak tangan orang dewasa itu kemudian dia jemur sampai kering. Dalam sehari, dari 10 kilogram (kg) bahan baku terasi, Wartinah biasa memproduksi rata-rata 100 keping terasi ukuran sedang, dan 20 ukuran besar. Satu keping terasi ukuran sedang dijual Rp2.500, dan keping besar Rp10 ribu .

Jam dinas Wartinah dimulai sejak subuh. Dia mencubit adonan cokelat kehitaman yang bertekstur seperti pasta dengan tangan kanan, kemudian memindahkannya ke tangan kiri hingga membentuk ukuran sebesar telapak tangan. Setelah itu, adonan tersebut dipipihkan sampai lembut dan dicetak menggunakan alat pencetak, sehingga menghasilkan bentuk bulatan besar yang rapi. Kepingan-kepingan tersebut kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Jika cuaca mendukung, adonan sudah bisa diangkat pada siang hari. Setelah itu, terasi dikemas dalam bungkus kertas.

Terasi yang telah siap edar ini kemudian dia bawa menggunakan sepeda untuk dijual keliling kampung, dititipkan di warung-warung langganan, atau diantarkan langsung kepada para pelanggan. Pulangnya, Wartinah mampir ke pasar, membeli adonan fermentasi udang rebon untuk jadi bahan baku keesokan harinya.

Saat Wartinah bekerja di dalam rumah, di luar, suaminya duduk di atas lincak sambil memandangi jalan. Sudah hampir dua tahun suaminya sakit. Ingatan dan memorinya kerap hilang. Berbagai tempat, dari mulai dokter sampai pengobatan alternatif, sudah mereka datangi untuk mendapat pengobat, berbekal uang seadanya dari keuntungan jual terasi dipotong makan sehari-hari.

Sejak suaminya sakit, Wartinah menjadi tulang punggung keluarga. Anak pertamanya sudah menikah, namun belum dapat pekerjaan. Sehari-hari si sulung kerja serabutan. Sementara si bungsu bertahan hidup dengan ikut temannya, menjadi asisten videografer dan fotografer pernikahan.

Enam bulan terakhir, angin baik mendatangi keluarga Wartinah. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) membangun rumah produksi bagi perajin terasi di Desa Rawagempol. Wartinah adalah salah satu penerima manfaat.

Selain rumah produksi, sedikitnya 43 kelompok UMKM perajin terasi di Rawagempol mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas dari PHE ONWJ yang bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Rumah produksi terasi UMKM binaan PHE ONWJ berisi freezer berkapasitas 300 liter, mesin penggiling rebon, vacuum sealer, timbangan digital kecil dan besar, cetakan terasi, dan meja.

Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal, pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dalam proses produksi terasi, tetapi juga membantu para perajin dalam memahami strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pengembangan produk melalui pengemasan yang inovatif dan menarik.

Para peserta juga diajarkan cara memanfaatkan teknologi serta inovasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka, sehingga proses produksi pembuatan terasi lebih cepat dan lebih higienis. Diharapkan melalui pemanfaatan teknologi serta inovasi, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka, sehingga dapat bersaing dengan produk sejenis.

Setelah mendapatkan pelatihan dan aktif di rumah produksi, Wartinah kini dapat melipatgandakan produksinya sampai dua kali lipat. Hal ini berdampak pada peningkatan pendapatan.

“Dulu saya tidak bisa menabung, keuntungan selalu habis untuk biaya hidup dan berobat suami. Sekarang, sedikit-sedikit saya bisa menabung, dan membayar utang,” katanya.

Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ R. Ery Ridwan menuturkan, melalui program ini, PHE ONWJ berharap dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan, mendorong kemandirian ekonomi, dan memperkuat daya saing UMKM di Rawagempol. Inisiatif ini juga menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi dunia usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis lokal.

“Melalui program ini, kami ingin membantu para perajin, seperti Bu Wartinah, untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Tidak hanya memberikan pelatihan dan fasilitas, tetapi juga menciptakan peluang agar mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi dan berdaya saing. Harapan kami, upaya kecil ini bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat Desa Rawagempol dan sekitarnya,” jelasnya. (srv)

Tags: buruh migranPertamia EPPHE ONWJ

Berita Terkait.

Bea Cukai Morowali Layani Impor dalam Rangka Pembangunan Industri Hilirisasi Kelapa Senilai Rp158 Miliar
Ekonomi

Bea Cukai Morowali Layani Impor dalam Rangka Pembangunan Industri Hilirisasi Kelapa Senilai Rp158 Miliar

Senin, 21 September 2026 - 14:38
Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi
Ekonomi

Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi

Senin, 21 September 2026 - 12:08
Kapolri Bangga Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Konferensi Polwan Dunia
Ekonomi

Dorong Elektrifikasi Sektor Industri, Polytron Suplai 325 Motor Listrik ke Rentokil

Minggu, 20 September 2026 - 15:35
pertamina
Ekonomi

Pertamina Kembali Puncaki Fortune Indonesia 100, Pendapatan Tembus Rp1.189 Triliun

Minggu, 20 September 2026 - 13:13
⁠El Nino dan Lahan Salin Tak Halangi Produktifitas Padi Biosalin, BRIN-PGN-Pemkab Batang Kolab Panen 166,5 Ton Padi
Ekonomi

⁠El Nino dan Lahan Salin Tak Halangi Produktifitas Padi Biosalin, BRIN-PGN-Pemkab Batang Kolab Panen 166,5 Ton Padi

Sabtu, 19 September 2026 - 14:05
NHM Berbagi Praktik Tambang Bawah Tanah dalam Temu Akademisi Nasional Forkopindo
Ekonomi

Berkat Laporan BNI, Oknum Colection Agen Nakal Satu per Satu Diringkus di Jember

Jumat, 18 September 2026 - 13:35

OLAHRAGA

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Editor Folber Siallagan
Minggu, 20 September 2026 - 20:05

PRIHATIN, kecewa, jengkel campur aduk rasanya, ketika menyaksikan pertandingan di level pembinaan MSI YOUTH DEVELOPMENT 2026 (KU 10–18) yang mempertontonkan...

SelengkapnyaDetails
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5538 shares
    Share 2215 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    964 shares
    Share 386 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.