• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Guru Besar UI Dorong Indonesia Jadi Poros Maritim untuk Hidupkan Jalur Rempah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 30 Oktober 2024 - 06:17
in Nasional
Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Susanto Zuhdi dalam seminar tentang jalur rempah di FIB UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10/2024). Foto: ANTARA

Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Susanto Zuhdi dalam seminar tentang jalur rempah di FIB UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10/2024). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Susanto Zuhdi menyatakan Indonesia mesti menjadi poros maritim untuk menghidupkan jalur rempah sebagai diplomasi budaya.

“Kita perlu mengubah pandangan tentang rempah sebagai strategi budaya, dan rempah itu tidak akan menjadi komoditas yang mengubah dunia tanpa ada perdagangan lewat laut, maritim, jadi bangsa ini harus ditumbuhkan lagi kebanggaan-kebanggaan itu, pada maritim, bangsa yang jaya kepada laut,” katanya dalam seminar di FIB UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10).

BacaJuga:

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih

Ia menjelaskan jalur rempah sebenarnya memiliki catatan sejarah yang tidak menyenangkan tentang kolonialisme.

“Jalur rempah ini ada ingatan kesedihan, genosida, dan sebenarnya enggak menyenangkan kalau kita bicara jalur rempah itu, jadi kita menderita karena itu dan akhirnya muncul kolonialisme,” ucapnya.

Berdasarkan pengalaman sejarah di zaman kerajaan, Susanto menyebutkan sejatinya Indonesia pernah mengalami masa emas sebagai poros maritim dunia.

“Ada masa gemilang sebelum kita merasakan pahit getirnya rempah, saat negeri ini dibilang sebagai negeri di bawah angin, sebagai kemajuan bangsa yang menguasai perdagangan, kita pernah menjadi bandar dalam konteks yang positif, dan kalau dikaitkan dengan nama Kota Banjarmasin, misalnya, itu sebenarnya dari Bandar (dermaga) dan masih (tokoh perdagangan dari Melayu),” paparnya.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo di awal masa kepemimpinannya pernah menjanjikan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

“Namun, seiring berjalannya waktu, itu dilupakan lagi, dan sekarang di masa pemerintahan Presiden Prabowo, kita belum mendengar itu digaungkan, tetapi kita boleh berharap lah poros maritim ini dihidupkan kembali,” ujar dia.

Menurutnya, peradaban maritim antara Nusantara dan Melayu selama ini mengalami pemahaman yang tumpang tindih, padahal, lewat bahari, wilayah-wilayah Melayu dan Nusantara memiliki ikatan yang kuat, tetapi seiring berjalannya waktu memiliki pergeseran pengertian dari geobudaya menjadi geopolitik.

“Perlu dijelaskan secara historis, tentang Melayu dan Nusantara, serta rempah dan maritim ini, kita memiliki separated history but remaining memory (sejarah yang terpisah tetapi ingatan yang masih melekat),” paparnya.

Ia menegaskan melalui jalur rempah yang dihidupkan lewat poros maritim, Indonesia dapat memiliki nilai tawar diplomasi sejarah yang tinggi di tingkat internasional.

“Jalur rempah ini kan memberi kehangatan, kita bisa menawarkan pada dunia, ada jalan tengah yang hangat. Rempah membuat segar dan bergairah, dan untuk membangun diplomasi sejarah, kita membutuhkan gairah itu,” tuturnya. (bro)

Tags: Guru Besar UIJalur RempahPoros Maritim

Berita Terkait.

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa
Nasional

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:36
Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis
Nasional

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:01
Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih
Nasional

Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:31
Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi
Nasional

1.035 Prajurit Infanteri Resmi Sandang Baret Usai Ikuti Prosesi Pembaretan di Pantai Jangkar 

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:51
AI Makin Canggih, Menaker Ingatkan SDM Tak Cukup Jago Teknologi
Nasional

FFI 2026 Bergulir, Penguatan Ekosistem Perfilman Masih Jadi PR Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:01
FTA Kecam Penahanan Roy Suryo dan dr. Tifa: Alarm Bahaya bagi Demokrasi dan Kebebasan Bersuara
Nasional

FTA Kecam Penahanan Roy Suryo dan dr. Tifa: Alarm Bahaya bagi Demokrasi dan Kebebasan Bersuara

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:31

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1128 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7146 shares
    Share 2858 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran
Olahraga

Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Editor Laurens Dami
Minggu, 21 Juni 2026 - 20:52

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 semakin memanas. Empat pertandingan penting akan digelar pada Minggu (21/6/2026) malam hingga...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:16
Gakpo

Cetak Brace ke Gawang Swedia, Brobbey dan Gakpo Masuk Buku Sejarah Oranje

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:42
Floranus

Hasil Piala Dunia: Dominasi Laga, Ekuador Gagal Tembus Benteng Curacao

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:31
Pemain-Timnas-Jerman

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Brace Denis Undav Bawa Jerman Benamkan Pantai Gading

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.