• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Prof Waryono: Masyarakat Harus Teredukasi Memilih Pondok Pesantren, Ini Alasannya

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 7 Oktober 2024 - 17:00
in Headline
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ponpes), Kementerian Agama (Kemenag) Prof Waryono. (Indopos.co.id/Nasuha)

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ponpes), Kementerian Agama (Kemenag) Prof Waryono. (Indopos.co.id/Nasuha)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru di Pondok Pesantren (Ponpes) harus dibekali dengan ilmu pengasuhan. Agar anak-anak di Ponpes tidak tumbuh stunting.

Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ponpes), Kementerian Agama (Kemenag) Prof Waryono kepada indopos.co.id di sela-sela diskusi religion festival di Jakarta, Senin (7/10/2024).

BacaJuga:

Berpikir Kritis, Memiliki Literasi Digital Kuat, dan Kokoh di Era Digital Tuntutan Untuk Gen Z

Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran

Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat

Ia menjelaskan, hidup sehat bukan saja pada fisik dan cederai batinnya saja. Namun juga pemenuhan gizinya.

“Harus ada keperpihakan pemenuhan gizi pada anak-anak pesantren. Jangan 15 tahun di pesantren anak tumbuh stunting,” ungkapnya.

Ia menegaskan, untuk monitoring pengawasan akan dilakukan oleh kepala seksi dan melibatkan guru pesantren. “Jadi guru-guru pondok pesantren kami bekali dengan ilmu pengasuhan anak,” katanya.

“Kami juga sediakan layanan aduan yang saat ini menjadi layanan pembinaan dalam buku ponpes ramah anak,” imbuhnya.

Dengan demikian, lanjut dia, anak yang menjadi korban kasus kekerasan atau bullying bisa mengadu melalui layanan tersebut. Tentu saja, ada sanksi di dalamnya sesuai dengan tingkatannya.

“Kami tentu melibatkan satuan pendidikan, karena banyak kasus tidak murni terjadi di ponpes. Seperti kasus di Blitar, dengan melibatkan internal pondok dan satuan pendidikan Tsanawiyah,” terangnya.

“Juga kasus di Aceh, ponpes terpadu. Penanganan melibatkan satuan pendidikan SMP,” imbuhnya.

Dari banyaknya temuan kasus yang viral melalui media sosial belakangan menyebabkan masyarakat enggan memasukkan anaknya ke pondok pesantren.

“Kami intens melakukan edukasi kepada masyarakat. Jangan melihat santri selalu pondok, karena ada belajar yang tidak mondok, ada taman pendidikan Al-Qur’an dan lainnya,” terangnya.

“Masyarakat harus teredukasi memiliki pondok pesantren. Sebab syarat pondok pesantren ada 5 rukun, di antaranya pembelajaran kitab kuning, ada kyai, masjid dan santri,” imbuhnya. (nas)

Tags: Kasus di Ponpeskemenagpondok pesantrenponpesstunting

Berita Terkait.

WIHAJI
Headline

Berpikir Kritis, Memiliki Literasi Digital Kuat, dan Kokoh di Era Digital Tuntutan Untuk Gen Z

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:21
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Headline

Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:30
Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat
Headline

Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:15
bc
Headline

Apresiasi Pemulihan Aset Rp1 Triliun, Purbaya Juga Soroti Kasus Eddy Tansil

Senin, 15 Juni 2026 - 17:30
Demo
Headline

Demo Besar di Jakarta Pusat, 5.955 Aparat Gabungan Disiagakan

Senin, 15 Juni 2026 - 10:08
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Headline

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:46

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6997 shares
    Share 2799 Tweet 1749
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1763 shares
    Share 705 Tweet 441
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1036 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.