• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Usai Gugurkan Peserta Hanya Berdasar “Catatan BNPT”, Pansel Kompolnas Dinilai Tak Profesional

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 September 2024 - 20:19
in Nasional
panselco

Tanda pengenal peserta calon komisioner Kompolnas yang digugurkan, Nur Setia Alam Prawiranegara. Foto: Dokumentasi pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya (LBH KBR) menilai, panitia seleksi Kompolnas tidak profesional setelah menggugurkan peserta hanya berdasarkan “catatan BNPT” tanpa melakukan klarifikasi dan wawancara langsung.

Peserta calon komisioner Kompolnas yang digugurkan ialah Nur Setia Alam Prawiranegara. Sebab, informasi dari BNPT menyatakan “peserta dan atau keluarganya terafiliasi radikalisme dan teroris”.

BacaJuga:

Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos,Begini Kata Kemensos

Tak Sekadar Gelar Akademik, 45 Profesor UT Ditantang Lahirkan Riset Berdampak

BPK: Imigrasi Bukan Sekadar Mesin PNBP, Tapi Penjaga Kedaulatan Negara

LBH Keadilan Bogor Raya Gregorious B Djako, selaku kuasa hukum Nur Setia mengajukan Surat Keberatan kepada Pansel Kompolnas dengan permintaan mengungkap alasan secara utuh soal gugurnya dalam seleksi tersebut.

“Permintaan, mendapatkan informasi atas hasil penilaian terhadap Nur Setia Alam Prawiranegara dan para peserta lainnya dan alasan dasar gugurnya pada seleksi anggota Kompolnas 2024-2028,” kata Gregorious dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (7/9/2024).

Ia meminta, adanya Surat Pernyataan bersama sama dengan BNPT untuk membersihkan nama baik Nur Setia Alam Prawiranegara yaitu, “Tidak Pernah Terafiliasi Radikalisme dan Teroris” termasuk tidak pernah mengikuti akun radikalisme dan teroris.

Selain itu, harus ada laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menkopolhukam Hadi Tjahjanto wajib menyatakan dengan jelas bahwa Nur Setia Alam Prawiranegara tidak terafiliasi radikalisme dan teroris.

Keberatan itu disampaikan bertujuan pertama, membersihkan nama baik, harkat dan martabat Nur Setia Alam Prawiranegara serta keluarganya. Termasuk demi keadilan, kepentingan hukum.

“Kepastian hukum dan kehati-hatian bahwa yang bersangkutan tidak pernah beririsan maupun ikut Akun dan atau faham radikalisme dan atau teroris,” ujar Gregorious.

“Kedua, agar Pansel Kompolnas maupun Pansel pansel lainnya dapat bekerja secara profesional dalam menilai dan harus terbuka sehingga dapat diketahui oleh Masyarakat atas kinerjanya,” tambahnya.

Ketiga, agar masyarakat mengetahui adanya “akun media sosial terlarang radikalisme dan teroris” yang dilarang oleh Pemerintah berdasarkan putusan pengadilan dan ketentuan hukum, yang berlaku. “Sehingga tidak menimbulkan akibat buruk bagi kita sebagai Warga negara,” ucap Gregorious.

Nur Setia Alam Prawiranegara telah bersurat kepada Kepala Badan Nasional
Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Rycko Amelza Dahniel. Dengan tembusan kepada Pansel Kompolnas dan Presiden RI pada tanggal 22 Agustus 2024.

Pihak BNPT telah merespon dengan baik dan telah diadakan pertemuan pada 23 Agustus 2024. Kemudian dilanjutkan pelaksanaan klarifikasi dan wawancara yang dilakukan pada 29 Agustus 2024.

Dari pertemuan-pertemuan itu, disimpulkan bahwa Pansel Kompolnas melayangkan surat resmi mendapatkan informasi terkait profiling para peserta tersebut.

BNPT kemudian memberikan informasi dalam bentuk Hipotesa dengan disclaimer Pansel Kompolnas, harus melakukan suatu pendalaman dengan cara klarifikasi dan atau wawancara. (dan)

Tags: BNPTKompolnaspolisiTeroris

Berita Terkait.

tri
Nasional

Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos,Begini Kata Kemensos

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:17
ut
Nasional

Tak Sekadar Gelar Akademik, 45 Profesor UT Ditantang Lahirkan Riset Berdampak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:07
pnbp
Nasional

BPK: Imigrasi Bukan Sekadar Mesin PNBP, Tapi Penjaga Kedaulatan Negara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:06
menhut
Nasional

Terungkap, Raja Juli dengan Suhardiman Amby Gelar Pertemuan Beberapa Kali

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:04
Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Nasional

Menkeu Purbaya Kunjungi Booth Mitsubishi Fuso, Hasil Uji Biodiesel B50 Canter Jadi Sorotan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:33
Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global
Nasional

6 Profesor UT Dikukuhkan, dari AI hingga Perlindungan Pekerja Migran Jadi Senjata Hadapi Zaman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:50

BERITA POPULER

  • john

    Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1960 shares
    Share 784 Tweet 490
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1935 shares
    Share 774 Tweet 484
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1184 shares
    Share 474 Tweet 296
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.