• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

SesKemenKopUKM: Petani Banyuwangi Saatnya Lakukan Hilirisasi Produk Pertanian

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 8 Agustus 2024 - 11:09
in Nasional
hilirisasi-Poktan-co
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenKopUKM) Arif Rahman Hakim menekankan pentingnya para petani buah naga di Banyuwangi, Jawa Timur, untuk terus meningkatkan produk olahan (hilirisasi) dan merapikan organisasi Kelompok Tani (Poktan) hingga terbentuk koperasi.

Hilirisasi produk pertanian perlu dilakukan sebagai sebagai salah satu upaya bagi bangsa ini untuk bisa keluar dari ancaman kondisi middle income trap atau jebakan negara berpendapatan menengah yang menghambat langkah menjadi negara maju.

BacaJuga:

Baleg DPR Targetkan RUU Satu Data Indonesia Rampung Tahun Ini

Kasus GRIB dan Putri Ahmad Bahar Memanas, DPR: Ormas Tak Boleh Ambil Tugas Aparat

Timwas Haji DPR Apresiasi Distribusi Nusuk dan Minta Jemaah Tidak Egois Merokok di Lorong Hotel

“Selain itu penting untuk berkoperasi karena dengan berkoperasi akan lebih mudah bagi anggotanya mengakses peralatan dengan harga lebih murah agar bisa mengolah produk dari buah naga,” ucap Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim dalam keterangannya di Banyuwangi, Kamis (8/8).

Saat berdialog dengan para petani buah naga dari Poktan Tunas Sejahtera binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Desa Temurejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Arif menyampaikan tingkat kesegaran dari buah naga terbilang relatif pendek. Sehingga, mengembangkan produk olahan dari buah naga menjadi aneka produk lain, merupakan pilihan yang harus dilakukan.

“Tinggal bagaimana para petani, ingin mengembangkan produk olahan apa. Kami bersama YDBA dapat melakukan pendampingan dan pelatihan,” ucap Arif.

Terlebih lagi, saat ini, buah naga sudah menjadi ikon dan produk unggulan dari Banyuwangi. Maka, Arif berharap agar ekosistem buah naga dari mulai proses tanam, produksi, kemasan, hingga pasar, semakin diperkuat. “Termasuk dari sisi permodalan, ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kluster dari Bank BRI dan Mekaar dari PNM,” ucap Arif.

Untuk memperkuat ekosistem itu, Arif mendorong kolaborasi antara YDBA dengan Dinas Koperasi dan UKM Banyuwangi yang harus semakin ditingkatkan. “KemenKopUKM bisa meningkatkan kualitas kemasan produk olahannya melalui program Rumah Kemasan,” ujar SesKemenKopUKM.

Sementara Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo mengatakan bahwa meski sudah meraih sukses, namun para petani buah naga tidak berhenti sampai di situ. “Jangan gampang puas, karena masih banyak hal bisa dikembangkan. Jangan pernah berhenti berinovasi,” ucap Rahmat.

Selain berinovasi untuk mengembangkan produk olahan, Rahmat juga menyebut inovasi bagi produk ekspor dan sebagainya. Bahkan, di sisi lain, juga bisa mengembangkan sektor peternakan agar bisa menghasikan pupuk bagi buah naga. “Inovasi-inovasi seperti ini jangan pernah berhenti,” kata Rahmat.

Selama ini, YDBA memberikan berbagai program pembinaan, seperti pelatihan basic mentality, sharing knowledge terkait ekspor, mengajak petani melakukan benchmark ke petani Jember yang telah melakukan ekspor, menjembatani pembiayaan melalui program KUR dan dana bergulir, serta fasilitasi pemasaran ke beberapa offtaker seperti PT Nusa Tropical Indonesia, Sayurbox, PT Oreng Osing.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Poktan Tunas Sejahtera Nanang Prasetyo menjelaskan, dalam pembudidayaan buah naga, dari satu hektare bisa diisi sebanyak 1200 tegakan pohon buah, yang dalam sekali panen dalam 3 bulan bisa menghasilkan buah segar sebanyak delapan ton. “Bila dinominalkan, 1 hektare bisa menghasilkan Rp160 juta per panen. Dalam setahun bisa 3-4 kali panen,” ucap Nanang.

Meski begitu, Nanang tak menampik bahwa tidak semua buah naga bisa tumbuh dengan tingkat kesegaran maksimal. Bisa karena faktor hama, atau buah yang cepat membusuk. “Oleh karena itu, kami terus berusaha untuk mengembangkan produk olahan agar tidak ada buah naga yang terbuang. Jadi, semua produk bisa memiliki nilai tambah,” ujar Nanang.

Saat ini, kata Nanang, para petani sudah mulai mengembangkan produk olahan sale dan keripik. “Ke depan, kami ingin terus mengembangkan lagi buah segar menjadi aneka produk olahan lain yang diminati pasar. Untuk itu, kami masih membutuhkan pendampingan dari pemerintah dan YDBA,” kata Nanang.

Bahkan, bagi Nanang, dengan banyaknya produk olahan yang akan dikembangkan, nantinya bisa berujung pada kestabilan harga buah naga segar di pasaran. “Karena, biasanya, harga buah naga mudah jatuh saat panen dan ketika pasokan melimpah. Jadi, nantinya, akan selalu diupayakan juga untuk menjadi produk olahan,” kata Nanang.

Ketua Poktan Curah Jati Hernawan mengaku memiliki harapan yang sama dengan Nanang. “Kami akan terus mengikuti berbagai pelatihan mengolah produk. Saya berharap buah naga Banyuwangi bisa seperti apel di Malang, yang bisa menjadi aneka produk olahan,” ucap Hernawan. (srv)

Tags: Arif Rahman HakimHilirisasi Pertaniankelompok taniKoperasiSeskemenkopUKM

Berita Terkait.

Ahmad-Doli-Kurnia
Nasional

Baleg DPR Targetkan RUU Satu Data Indonesia Rampung Tahun Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:08
Abdullah
Nasional

Kasus GRIB dan Putri Ahmad Bahar Memanas, DPR: Ormas Tak Boleh Ambil Tugas Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:07
Saan
Nasional

Timwas Haji DPR Apresiasi Distribusi Nusuk dan Minta Jemaah Tidak Egois Merokok di Lorong Hotel

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:26
Penghargaan
Nasional

Borong Penghargaan CSR 2026, PTK Buktikan Komitmen Jaga Masa Depan Maritim

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:05
Susi
Nasional

Saatnya Ekspor SDA RI Tak Lagi “Bocor” Eks Menteri KKP Sampaikan ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:52
rini
Nasional

Birokrasi Unggul Jadi Motor Kemajuan dan Daya Saing Bangsa

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:50

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    2604 shares
    Share 1042 Tweet 651
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    1292 shares
    Share 517 Tweet 323
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1299 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    1184 shares
    Share 474 Tweet 296
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2831 shares
    Share 1132 Tweet 708
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.