• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PLN NP Dorong Energi Terbarukan di Tengah Tantangan Perubahan Iklim

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 22 Juni 2024 - 17:45
in Ekonomi
Perusahaan Listrik Negara Nusantara Power (PLN NP) menjadikan teknologi modifikasi cuaca (TMC) sebagai salah satu mitigasi risiko dalam menghadapi ancaman perubahan iklim. Hal ini dilakukan untuk menambah pasokan air bagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di wilayah yang mengalami kemarau panjang. Foto: PLN NP

Perusahaan Listrik Negara Nusantara Power (PLN NP) menjadikan teknologi modifikasi cuaca (TMC) sebagai salah satu mitigasi risiko dalam menghadapi ancaman perubahan iklim. Hal ini dilakukan untuk menambah pasokan air bagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di wilayah yang mengalami kemarau panjang. Foto: PLN NP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perusahaan Listrik Negara Nusantara Power (PLN NP) mengambil sejumlah langkah antisipasi dalam menghadapi ancaman krisis iklim yang semakin nyata. Bukan sekedar menyiapkan mitigasi risiko, Subholding PLN ini bahkan menjadikan tantangan tersebut sebagai peluang untuk mendorong pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan.

Seperti diketahui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberikan peringatan kepada dunia adanya ancaman krisis iklim yang semakin nyata. Data terbaru menunjukkan dalam 12 bulan terakhir suhu global rata-rata meningkat 1,63 derajat Celsius dibandingkan dengan rata-rata pra-industri. Peningkatan suhu ini memicu berbagai bencana, seperti gelombang panas, curah hujan ekstrem, kekeringan, berkurangnya lapisan es, dan percepatan suhu permukaan air laut.

BacaJuga:

Lewat InaExport, UMKM Indonesia Didorong Makin Agresif Menembus Pasar Ekspor

Gunakan Gas Bumi PGN, RSUP Dr. Sardjito Hemat Biaya Energi hingga 75 Persen

Dukung UMKM, DAR Center Gelar Pelatihan Optimalisasi E-Commerce

Tidak dapat dipungkiri, fenomena perubahan iklim telah membawa pengaruh bagi dunia usaha. Pengaruh tersebut juga dirasakan dalam bisnis pembangkitan listrik.

Direktur Keuangan PLN Nusantara Power, Dwi Hartono mengungkapkan, perubahan iklim membawa tantangan dan peluang bagi perusahaan. Di satu sisi, kondisi ini mendorong pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), namun di sisi lain perubahan iklim juga menghambat produksi listrik dan operasional pembangkit.

“Perubahan iklim seperti dua sisi mata uang bagi PLN Nusantara Power. Ketika terjadi kemarau berkepanjangan, operasional PLTA terganggu karena kurangnya sumber daya air. Namun, di saat yang sama, kemarau panjang dan langit cerah meningkatkan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya kami,” kata Dwi dalam keterangannya, seperti dikutip, Sabtu (22/6/2024).

Sebaliknya, saat musim hujan berkepanjangan, produksi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) meningkat karena pasokan air yang melimpah. Namun, hujan terus-menerus dapat menghambat operasional pembangkit lain karena gangguan pasokan bahan bakar seperti batu bara dan bahan bakar minyak (BBM).

Dwi Hartono menceritakan dampak perubahan iklim berupa bencana kekeringan panjang di Sulawesi Selatan tahun lalu yang berimbas pada produktifitas PLTA di wilayah tersebut. Produksi PLTA 800 Megawatt (MW) turun hingga 75 persen dan hanya mampu mengoperasikan 200 MW.

PLN NP telah mengambil langkah-langkah untuk menekan dampak perubahan iklim terhadap bisnis pembangkit listrik. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk meningkatkan intensitas hujan di beberapa unit pembangkit. Anggaran untuk TMC ini telah dipersiapkan sejak awal tahun, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap keuangan perusahaan.

Rencana mitigasi risiko terkait perubahan iklim lainnya juga telah dimasukkan dalam rencana kerja dan anggaran Perusahaan. Di saat yang sama PLN NP juga merencanakan pengembangan pembangkit baru yang lebih relevan dengan jaman dan lebih ramah lingkungan. Contohnya seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Terapung Cirata dan PLTS di Ibu Kota Negara (IKN) yang saat ini sudah sinkron 10 MW dengan sistem. Investasi ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan energi jangka panjang.

“Pengembangan pembangkit EBT juga merupakan bagian dari mitigasi pengelolaan risiko ke depan terkait keuangan. Perusahaan harus punya pembangkit baru yang akan menjadi sumber pendapatan baru saat pembangkit lain memasuki masa sunset,“ jelas Dwi Hartono.

PLN NP telah melakukan setidaknya tiga pendekatan dalam strategi manajemen risiko dan pengelolaan keuangan guna meminimalisir risiko dampak perubahan iklim. Pertama, melakukan penilaian risiko lingkungan secara rutin untuk mengidentifikasi dan mengelola dampak perubahan iklim.

Kedua, menyusun rencana kontinjensi untuk menghadapi bencana alam seperti banjir, badai, dan kekeringan. Dan ketiga, bekerja sama dengan pemerintah, lembaga internasional, dan sektor swasta dalam mengembangkan proyek mitigasi perubahan iklim.

PLN NP terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam menekan dampak negatif perubahan iklim melalui investasi dalam energi terbarukan, transparansi, dan laporan keberlanjutan. (srv)

Tags: EBTEnergi Baru TerbarukanPerubahan IklimPLN NPPLN Nusantara Power

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Ekonomi

Lewat InaExport, UMKM Indonesia Didorong Makin Agresif Menembus Pasar Ekspor

Selasa, 22 September 2026 - 23:37
Gunakan Gas Bumi PGN, RSUP Dr. Sardjito Hemat Biaya Energi hingga 75 Persen
Ekonomi

Gunakan Gas Bumi PGN, RSUP Dr. Sardjito Hemat Biaya Energi hingga 75 Persen

Selasa, 22 September 2026 - 22:07
Dukung UMKM, DAR Center Gelar Pelatihan Optimalisasi E-Commerce
Ekonomi

Dukung UMKM, DAR Center Gelar Pelatihan Optimalisasi E-Commerce

Selasa, 22 September 2026 - 17:20
Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Hadirkan Strategi Diversifikasi Melalui Investasi Syariah
Ekonomi

Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Hadirkan Strategi Diversifikasi Melalui Investasi Syariah

Selasa, 22 September 2026 - 16:30
71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN NP Dorong Inovasi Jadi Solusi Lingkungan dan Sosial
Ekonomi

71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN NP Dorong Inovasi Jadi Solusi Lingkungan dan Sosial

Selasa, 22 September 2026 - 15:25
NHM Perkuat Persiapan Audit Lingkungan melalui Tahapan Pra-Audit
Ekonomi

NHM Perkuat Persiapan Audit Lingkungan melalui Tahapan Pra-Audit

Selasa, 22 September 2026 - 15:14

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.