• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ini Lima Skema Penempatan Kerja Menjadi PMI yang Prosedural

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 11 Juni 2024 - 02:22
in Headline
diskusi

Pranata Humas Ahli Madya BP2MI Dina Lutfia saat memberikan Sosialisasi tentang Penempatan dan Pelindungan PMI di Depok, Jawa Barat. Foto: Dok INDOPOSCO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengemukakan, sejumlah skema penempatan calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang mencoba peruntungan bekerja ke luar negeri. Salah satunya, Government to Government (G to G).

Pranata Humas Ahli Madya BP2MI Dina Lutfia mengatakan, program Government to Government (G to G) atau antarpemerintah sangat direkomendasikan bagi calon pekerja migran Indonesia, lantaran menjamin perlindungan di negara penempatan.

BacaJuga:

Kongkalikong Anak-Bapak: Anggota Polri di KPK dan Ayahnya Peras Bupati Pemalang

DPR Minta Penyidikan Transparan, Kematian Sutrimo Harus Terungkap Berdasarkan Fakta

Dikabulkan MK, Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai 2028

“Dari sisi pekerjaan, perlindungan maupun pascanegara penempatan dijamin perlindungannya,” kata Dina Lutfia dalam diskusi bertema ‘Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia’ kerja sama BP2MI bersama PT Indonesia Digital Pos (IDP) di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (10/6/2024).

Terdapat tiga negara yang menjadi tujuan penempatan G to G. Di antaranya, dua negara berada Asia dan satu negara di Eropa. Dengan bidang pekerja yakni, manufaktur, perikanan hingga perawat.

“Saat ini G to G ada di beberapa negara. Utamanya ke Korea Selatan, Jepang, dua tahun terakhir ke Jerman. Satu tahun terakhir ke Qatar,” jelas Dina.

Selain itu, skema Government to Private (G to P). Artinya dari Pemerintah Indonesia ke pihak luar negeri yang berbadan hukum, biasanya perusahaan swasta. “Paling tidak, harus berbadan hukum dan terdaftar,” ujar Dian.

Ada skema Private to Private (P to P), dilakukan kerja sama P3MI dengan mitra usaha atau pemberi kerja. Serta skema Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS) hingga Mandiri.

“Gambarannya (UKPS) adalah biasa bekerja di perusahaan swasta, dia menempatkan karyawannya ke luar negeri biasa di sektor oil dan gas,” terang Dian.

Ia mengimbau, masyarakat jika tertarik bekerja ke luar negeri untuk mengikuti prosedur penempatan yang benar sesuai aturan pemerintah. Sehingga mendapat perlindungan hukum di negara penempatan kerja.

“Utamanya tentang perlindungan.
ketika bekerja ke luar negeri dengan dokumen yang lengkap. Bekerja melalui lembaga atau pun pemerintah, perlindungannya ketika teman-teman berangkat sampai kepulangan,” imbaunya.

Jumlah pekerja migran Indonesia saat ini ada 9 juta. Ada 3,6 juta yang terdaftar di Sistem Komputerisasi (Sisko) P2MI. Sementara ada 5,4 juta diasumsikan berangkat secara non-prosedural.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Konten Indoposco dan Indopos.co id Juni Armanto menyatakan, semua pekerjaan itu selalu ada risikonya. Baik yang bekerja di luar negeri maupun dalam negeri.

“Kalian pernah melihat di sosmed tentang pekerja migran (non prosedural, red), yang dianiaya tidak dibayar. Kemudian dia bikin konten di sosmed untuk meminta bantuan. Itu lah salah satu keuntungan sisi media sosial, selain sisi media massa,” ucap Juni Armanto.

Pekerja migran itu bikin konten tujuannya meminta pertolongan kepada Pemerintah Indonesia. Juga netizen atau masyarakat Indonesia. “Jadi jangan takut bekerja di luar negeri. Netizen kita pasti mendukung, dapat dukungan pasti ketika ada masalah seperti itu,” jelas Aro disapannya. (dan)

Tags: BP2MIpekerja migran

Berita Terkait.

Kongkalikong Anak-Bapak: Anggota Polri di KPK dan Ayahnya Peras Bupati Pemalang
Headline

Kongkalikong Anak-Bapak: Anggota Polri di KPK dan Ayahnya Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:17
DPR Minta Penyidikan Transparan, Kematian Sutrimo Harus Terungkap Berdasarkan Fakta
Headline

DPR Minta Penyidikan Transparan, Kematian Sutrimo Harus Terungkap Berdasarkan Fakta

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:15
toyo
Headline

Dikabulkan MK, Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai 2028

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:57
anom
Headline

KPK Tetapkan 4 Tersangka Kasus Bupati Pemalang, Termasuk Anggota Polri

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:31
Prabowo
Headline

Kepercayaan Publik pada Prabowo Anjlok, Pengamat Soroti Gap Retorika dan Realita

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:34
Febrie
Headline

Kejagung Panggil 2 Saksi Lagi Kasus TPPU Febrie Adriansyah, 1 Orang Mangkir

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:43

BERITA POPULER

  • SAWIT

    Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1624 shares
    Share 650 Tweet 406
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3077 shares
    Share 1231 Tweet 769
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    833 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    815 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.