INDOPOSCO.ID – Penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2026 dinilai tak lepas dari renggangnya jarak antara retorika dan realita di lapangan. Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Bakir Ihsan menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat hanya bisa terbangun jika ada keselarasan antara janji politik dan implementasi kebijakan
“Kepercayaan itu terbangun ketika ada kesatuan perkataan dan kenyataan, antara janji dan implementasi, antara harapan dan yang dirasakan. Semua ini akan terjalin ketika aspirasi diapresiasi, bukan dibenci apalagi distigmatisasi,” kata Bakir saat dikonfirmasi melalui gawai, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Hal tersebut belum terlihat pada awal masa pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, meskipun program-program yang dijalankan memiliki tujuan baik, ketiadaan kepekaan dalam mendengarkan aspirasi berisiko memicu kekeliruan fatal.
“Walaupun program yang dijalankan bertujuan bagus, tapi tidak dibarengi oleh kecerdasan mendengar, maka yang terjadi adalah blunder,” ujar Bakir.
Selain itu, kepercayaan publik terhadap figur tertentu berisiko berujung pada pengkhianatan internal, seperti yang ditunjukkan oleh dugaan penyalahgunaan wewenang oleh mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
“Ini bukan korupsi biasa, tapi menyangkut degradasi martabat Presiden. Orang yang dipercaya memberi makan rakyat yang kelaparan, ternyata dimakan sendiri, orang yang dipercaya menegakkan hukum justru menginjak-injaknya,” tutur Bakir.
Dalam konteks ekonomi, program MBG yang semula diharapkan dapat menggerakkan perekonomian desa justru tenggelam oleh skandal megakorupsi dan penyimpangan prosedural. Terlebih lagi, ketiadaan kolaborasi dalam pelaksanaannya kian menjauhkan program tersebut dari tujuan mulianya.
“Justru (MBG) mengancam terhadap ekonomi masyarakat bawah yang selama ini sudah jalan, kantin sekolah dan rantai pemasoknya,” nilai Bakir.
Berdasarkan hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berada di angka 51,1 persen. Angka itu turun drastis sekitar 30,1 poin dari November 2025 yang sempat mencapai 81,2 persen.(dan)


















