• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pengamat Minta Prabowo-Gibran Tak Bagi-bagi Jatah Kursi Kekuasaan ke Oposisi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 25 April 2024 - 17:21
in Nasional
Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti. (Dok. Lima)

Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti. (Dok. Lima)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti, menyampaikan bahwa banyak pesan tersebar luas yang menyerukan perlunya penghormatan terhadap pemenang setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Menurutnya, imbauan semacam ini telah menjadi hal umum bagi publik.

“Menghormati pilihan masyarakat yang tidak memilihnya dengan berada di luar kekuasaan koalisinya. Senyatanya, yang memilih pasangan Prabowo-Gibran adalah 58 persen. Sisanya yakni 42 persen menyatakan tidak memilihnya,” katanya dikonfirmasi indopos.co.id pada Kamis (25/4/2024).

BacaJuga:

Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Kediri Teken MoU, Perkuat Sinergi Kampus Pesantren

DPR Kritik Program Kementerian Imipas, Singgung Overkapasitas hingga Narkoba di Lapas

Kemendagri Ingatkan Daerah: Inovasi adalah Kunci Memperkuat Kemandirian Fiskal

Artinya, kata Ray, mereka memilih untuk berseberangan dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Alias berada di posisi oposisi.

“Di sinilah pentingnya sang pemenang menghormati pilihan 42 persen rakyat itu. Jangan menarik-nariknya ke dalam koalisi dalam bentuk penjatahan kabinet dan sebagainya,” tuturnya.

Ray menjelaskan, Prabowo-Gibran sebaiknya tidak lagi berusaha menarik atau menawari partai-partai yang tidak termasuk dalam koalisi mereka.

Karena jelas, dukungan yang diberikan oleh rakyat kepada mereka bukan untuk diperjualbelikan dengan janji posisi dalam kabinet atau kekuasaan lainnya, tak peduli alasan apa pun.

“Biarkanlah partai-partai tersebut tetap di luar pemerintahan sebagai kontribusi penting dalam memperkuat dan menjaga tradisi demokrasi yang sehat,” jelas Ray.

Ray berujar, selain itu, partai-partai yang tidak mendukung Prabowo-Gibran seharusnya mempertahankan kepercayaan yang diberikan oleh pemilihnya dengan tidak bergabung dalam koalisi Prabowo-Gibran.

“Jika pada akhirnya mereka tetap bergabung, sebaiknya hal ini diumumkan sebelum pemilihan presiden dilakukan. Hal ini khususnya penting bagi 3 partai politik yang mengadvokasi perubahan,” ujar Ray.

Selain itu, partai-partai ini sama sekali tidak memiliki dasar moral dan lainnya untuk bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran.

“Mereka juga harus menghormati suara rakyat yang memilih mereka. Bukan hanya menghormati pemenang saja,” tandasnya.

Tak hanya itu, ada lagi yang menjadi kekhawatiran pasangan Prabowo-Gibran. Meskipun mereka memenangkan pemilihan dengan margin 58 persen dalam satu putaran, tampaknya ini tidak memberikan mereka kekuatan yang cukup untuk mengelola pemerintahan.

“Meskipun, di sisi lain, pencapaian ini dianggap sebagai bukti kepercayaan penuh dari rakyat pada mereka. Jika demikian, dengan dukungan besar dari pemilih, apa yang membuat mereka ragu-ragu dalam mengelola pemerintahan?,” kata Ray.

Ray menambahkan, dengan kemenangan 58 persen, apa yang membuat pasangan Prabowo-Gibran tidak percaya diri mengelola kekuasaan.

“Dalam hal ini, pemenang juga sudah semestinya move on. Move on dari rasa masih bersaing. Pemilu sudah selesai. Prabowo-Gibran sudah mendapat 58 persen suara. Saatnya move on, yang menang berkuasa, yang kalah beroposisi,” pungkasnya. (fer)

Tags: koalisioposisiPrabowo - GibranPresiden Terpilihray rangkuti

Berita Terkait.

MOU
Nasional

Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Kediri Teken MoU, Perkuat Sinergi Kampus Pesantren

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:06
Willy-Aditya
Nasional

DPR Kritik Program Kementerian Imipas, Singgung Overkapasitas hingga Narkoba di Lapas

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:45
Agus-Fatoni
Nasional

Kemendagri Ingatkan Daerah: Inovasi adalah Kunci Memperkuat Kemandirian Fiskal

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:44
Rini
Nasional

Kementerian PANRB Dorong Perubahan Nyata Lewat Zona Integritas, Pengusulan Berakhir 30 Juni

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:02
Rakor
Nasional

Pemerintah Perkuat Dukungan Penataan Program MBG, Kelompok 3B dan Wilayah 3T Menjadi Prioritas

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:01
air
Nasional

Kemarau Mulai Menggigit, Ratusan Kepala Keluarga di Daerah Ini Alami Krisis Air Bersih

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:06

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1230 shares
    Share 492 Tweet 308
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1469 shares
    Share 588 Tweet 367
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.