• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Komunitas Desa Binaan KPC Sumbang 40 Persen Kebutuhan Telur di Kutai Timur

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 3 April 2024 - 17:17
in Ekonomi
co

Peternakan Rumahan milik Esra Rande Padang, di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Foto: BUMI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Saat ini, masyarakat Desa Singa Gembara tak perlu khawatir menghadapi lonjakan kenaikan harga bahan pangan, terutama telur sebagai salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi, bergizi, dan mudah diolah dalam berbagai menu makanan.

Pasalnya, desa yang terletak di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur ini terbilang berhasil mewujudkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah, melalui beternak maupun berkebun. Program swasembada pangan ini digerakkan melalui unit terkecil kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang disebut Dasawisma.

BacaJuga:

Transformasi TLKM 30 Berbuah Hasil, Pendapatan Telkom Tumbuh 3,9 Persen pada Semester I 2026

Panasonic Produksi Lokal AC Komersial PB5 Series, Kantongi TKDN 41,25 Persen

ANP Timor Leste Lirik IDTC Pertamina Drilling sebagai Pusat Pelatihan SDM Migas

Di Dasawisma Rukun Tetangga (RT) 18 misalnya, hampir setiap pekarangan rumah tampak dipadati ragam tanaman hortikultura yang dapat dikonsumsi keluarga seperti sawi, cabai, tomat, dan kangkung; selain tanaman bunga-bungaan sebagai penghias. Sedangkan sebagai usaha ternak, desa ini terkenal dengan peternakan ayam petelurnya.

Warga Desa Singa Gembara, Esra Rande Padang mengatakan, berkat hasil kebunnya, kini ia tidak pernah lagi berbelanja sayuran. Hasil ternak ayamnya pun berperan lebih dari sekadar mencukupi pangan keluarga.

“Hasil dari ternak ayam ini juga bisa menjawab kebutuhan warga sekitar, misalnya berupa telur maupun bibit ayam,” tutur perempuan yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar ini.

Saat ini Esra memelihara masing-masing 200 ekor ayam dewasa dan ayam anakan. Tepat di sebelah kandang ayam, ia juga mengoperasikan mesin penetas telur. Menurutnya, dari sekali masa penetasan, hasil yang didapat 150 hingga 170 butir telur yang kemudian dipasarkan kepada konsumen.

“Jadi sekarang saya memelihara ayam sekaligus juga bisa menjadi penopang perekonomian keluarga,” tandas Esra yang menggarap ternak dan kebunnya sepulang ia mengajar kesehariannya.

Esra menjelaskan kotoran ayam juga bisa dimanfaatkan untuk penyubur tanaman dan diproses sedemikian rupa sehingga aroma kurang sedap tidak mengganggu lingkungan sekitar rumahnya. Caranya, dengan membuat lapisan alas pada kandang ayam, yang terdiri dari beberapa material seperti pasir kering, kapur, dan sekam padi untuk meminimanisir bau tak sedap dari kotoran ayam. Saat kandang dibersihkan, kotoran ternak yang telah terfermentasi dan bercampur dengan pasir tadi digunakan sebagai pupuk di kebun sayurnya.

Cara beternak ayam tanpa polusi bau tersebut dipelajari dan dipraktikkan Esra melalui pembinaan dari pemerintah desa bersama tim pembimbing dari PT Kaltim Prima Coal (KPC). Selain itu, warga juga mendapatkan bantuan bibit ternak sebagai langkah awal.

“Awalnya dibantu oleh KPC untuk 100 bibit ternak ayam beserta pakan ternaknya. Kami diberikan pendampingan di awal, dan hingga sekarang kami sudah bisa mandiri,” jelasnya.

Esra berharap, program seperti ini dapat terus berlanjut untuk memberikan dukungan bagi masyarakat, sehingga semakin banyak warga yang nantinya akan dapat mengelola ternak secara mandiri dan meningkat kesejahteraan hidupnya.

KPC merupakan perusahaan penambang batu bara, anak usaha dari PT Bumi Resources, Tbk. (BUMI) yang beroperasi di Kutai Timur, wilayah di mana Esra tinggal. Kegiatan pembinaan peternak ayam petelur ini menjadi salah satu wujud kontribusi perusahaan kepada lingkungan dan masyarakat.

“Kita punya lahan bekas tambang yang dijadikan pilot project ternak ayam petelur. Yang menarik, awalnya kita sebagai pionir di lahan tersebut, lalu setelah 2 tahun jadi pusat pembelajaran komunitas, kemudian terbentuk konsorsium, muncul koperasi, dan sebagainya; sekarang (komunitas tersebut) sudah bisa dilepas dan cukup dimonitor,” kata General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC Wawan Setiawan, dalam keterangannya, seperti dikutip, Rabu (3/4/2024).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 45 kelompok peternak ayam yang sudah mandiri dan dari jumlah tersebut diharapkan masih akan terus bertambah.

“Sekarang untuk seluruh kebutuhan telur di Kutai Timur sekitar 40 persen disupply dari komunitas kita,” tutur Wawan.

Di bawah program pengembangan masyarakat, berbagai langkah nyata telah disumbangkan BUMI melalui anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC). Guna mendorong swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, lahan digarap sebagai pusat pembelajaran (pelajar, mahasiswa, komunitas), edutourism dan ecotourism, serta menjadi ekosistem bagi beragam pilot project pemberdayaan potensi lokal.

Selain agrobisnis ternak ayam, di area bekas tambang wilayah Kutai Timur juga telah berdiri pusat Peternakan Sapi Terpadu (PESAT) yang juga telah mampu memasok sebagian susu segar beserta olahannya, bahkan juga telah berhasil memasok daging sapi ke pasar lokal.

Komitmen pemberdayaan masyarakat telah menjadi Core Competence bisnis BUMI, seperti yang selalu disampaikan Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie.

“BUMI dan unit usahanya terus menjalankan praktik-praktik dalam rangka menciptakan kemandirian masyarakat. Hal ini merupakan bentuk kontribusi BUMI dalam mewujudkan SDGs serta aspek-aspek Environmental, Social and Governance (ESG),” papar pria yang akrab disebut Aga Bakrie ini pada kesempatan sebelumnya.

“Langkah-langkah pelestarian lingkungan serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi fokus utama kami,” tambahnya. (ibs)

Tags: bumiBumi ResourcesDesa BinaanKaltim Prima CoalKPCtelur

Berita Terkait.

Telkom
Ekonomi

Transformasi TLKM 30 Berbuah Hasil, Pendapatan Telkom Tumbuh 3,9 Persen pada Semester I 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:21
panasonic
Ekonomi

Panasonic Produksi Lokal AC Komersial PB5 Series, Kantongi TKDN 41,25 Persen

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:43
driling
Ekonomi

ANP Timor Leste Lirik IDTC Pertamina Drilling sebagai Pusat Pelatihan SDM Migas

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:14
phee
Ekonomi

PHE Lepas Pantai Bunyu Matangkan Eksplorasi Sumur Tingkilan-001 untuk Tambah Cadangan Migas Nasional

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:03
harita
Ekonomi

Harita Nickel Raup Pendapatan Rp17,1 Triliun pada Semester I 2026, Fokus Efisiensi dan Pertumbuhan Berkelanjutan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:21
rapat
Ekonomi

SUNI Bukukan Laba Bersih Rp58 Miliar pada Semester I 2026, Perkuat Posisi Keuangan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:11

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2057 shares
    Share 823 Tweet 514
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3141 shares
    Share 1256 Tweet 785
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.