• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Turunkan Angka Stunting Jadi Tantangan Para Tim Pendamping Keluarga

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 8 Maret 2024 - 23:23
in Nasional
bkkbnco

Patricia Sri Maryan, kader Keluarga Berencana (KB) (dua dari kiri), tim TPK Swasti Prana Wijayawati Santoso (dua kanan), Bidan Dewi Krismayanti (paling kanan) saat acara Talkshow BKKBN "TPK Garda Terdepan Penurunan Stunting di Indonesia" di Kimaya Hotel Sudirman, Jum'at, (8/3/2024). Foto : Humas BKKBN for Indopos.co.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mengubah pola pikir menjadi salah satu tantangan terberat bagi para Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam penurunan angka stunting. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 72/2021, Indonesia menargetkan angka stunting harus turun hingga 14 persen 2024.

“Hampir sering setiap kami turun ke lapangan, dan memberikan semacam saran dan masukan, masyarakat yang kami temui itu selalu jawabannya semua sudah tahu, dan sudah paham, tapi anak mereka malahan penderita stunting. Sangat sulit kasih masukan ke orang yang setiap disampaikan informasi baru, jawabannya sudah tahu, terkadang mereka seperti lebih tahu,” jelas Patricia Sri Maryan, kader Kelurga Berencana (KB), Pringgokusuman, Gedongtengen, Jogjakarta, saat acara Talkshow BKKBN “TPK Garda Terdepan Penurunan Stunting di Indonesia” di Kimaya Hotel Sudirman, Jumat, (8/3/2024).

BacaJuga:

Mendiktisaintek Dalami Kasus Rektor Unsoed, Serahkan Proses Hukum Sepenuhnya ke KPK

Hotspot Nasional Turun 56 Persen, Pengendalian Karhutla Tetap Diperkuat

Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS Dinilai Bantu Urai Benang Kusut Pendidikan

Selain sulit nya mengubah pola pikir, tim TPK lainnya Swasti Prana Wijayawati Santoso menyampaikan komunikasi yang terbangun sering satu arah. Kesehatan anak stunting seperti menjadi kewajiban petugas, sehingga keluarga atau orang tua dari anak stunting merasa tidak memiliki keharusan mengupayakan kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Banyak kasus dari yang kami temui dilapangan kurang nya pemahaman orang tua untuk memberikan asupan yang ideal, dan pola asuh yang salah. Beberapa diantaranya karena kehamilan yang tidak diinginkan, bahkan anak belum taman SMP tapi terpaksa harus melahirkan anak,” urai Swasti.

Yang tidak kalah menggelitik cerita dari Bidan Dewi Krismayanti, yang juga merupakan tim pendamping keluarga penurunan stunting. Ketika turun ke lapangan mengunjungi anak yang mengalami kondisi fisik stunting memiliki pengalaman yang ironi.

“Satu cerita yang buat kami seperti agak tercengang-cengang, karena ketika kami menemui mereka, anak nya diserahkan untuk kami cek, orang tua malah sibuk mau game. Lalu anak nya di titipkan ke kami, karena memang dari usia ibu nya tadi belum siap jadi ibu, jadi untuk mengurus anak nya pun ogah-ogahan. Jangankan memikirkan nilai gizi bagi anak nya, si ibu yang terlalu muda tadi untuk mengurus diri sendiri pun masih keteteran,” cerita Bidan Dewi.

Berbagai cerita dan tantangan yang ditemui TPK dari Jogjakarta itu memang dialami hampir semua TPK yang tersebar di Indonesia. Pasalnya penurunan stunting tidak mungkin dilakukan ketika anak sudah lahir. Data angka stunting 2022 menunjukan 21.6 persen, ditargetkan menurun hingga 14 persen 2024 ini. Tentu anak yang sudah terlanjur lahir kesembuhan untuk menurun tidak akan siknifikan, terlebih ketika penanganan sudah lebih dari 1000 hari kelahiran baru diinterpensi mulai dari gizi hinggal pola asuhnya.

“Pencegahan stunting itu memang tidak pada pasca kelahiran, tapi lebih dari pada langkah prepentif sebelum menikah, menikah dan merencanakan kehamilan. Karena pengalaman kami selama ini, kalau sudah lahir sangat kecil kemungkinan anak itu kembali normal, tapi tetap ada peluang nya,” tutup bidan Dewi. (ney)

Tags: bkkbnstunting

Berita Terkait.

Mendiktisaintek Dalami Kasus Rektor Unsoed, Serahkan Proses Hukum Sepenuhnya ke KPK
Nasional

Mendiktisaintek Dalami Kasus Rektor Unsoed, Serahkan Proses Hukum Sepenuhnya ke KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:00
Hotspot Nasional Turun 56 Persen, Pengendalian Karhutla Tetap Diperkuat
Nasional

Hotspot Nasional Turun 56 Persen, Pengendalian Karhutla Tetap Diperkuat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:02
Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS Dinilai Bantu Urai Benang Kusut Pendidikan
Nasional

Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS Dinilai Bantu Urai Benang Kusut Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:23
Karhutla
Nasional

Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Wellness Tourism, PERWAKIN Desak Penanganan Dipercepat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:38
to
Nasional

Pantau Progres Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Pastikan Semua Pihak Bergerak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:26
mendagri
Nasional

Mendagri dan Menteri PKP Bahas Penanganan Rumah Warga Terdampak Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:55

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.