INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin muda tidak hanya ditopang oleh kecerdasan intelektual, tetapi sangat bergantung pada kecerdasan sosial. Dan itu dapat dibangun melalui pengalaman berorganisasi, termasuk di dalamnya keaktifan di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Ia menekankan, OSIS memiliki peran strategis sebagai tempat pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan pelajar. Di mana nilai-nilai yang didapat dari pengalaman berorganisasi ini menjadi bekal penting bagi masa depan mereka. “Untuk mencapai kesuksesan adalah gabungan dari intellectual intelligence dan social intelligence. Jadi pemimpin itu boleh dikatakan terletak pada kecerdasan sosial kita,” ujar Atip dalam keterangan, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa pengalaman menjadi pengurus OSIS kini memiliki nilai lebih, bahkan diakui secara formal sebagai salah satu unsur penilaian dalam jalur prestasi pendidikan. “OSIS ini sangat penting sekali. Bahkan salah satu kriteria penilaian untuk prestasi nonakademik adalah pengurus OSIS,” kata Atip.
“Jadi bagi ketua OSIS, mereka memiliki poin untuk jalur prestasi. Keterlibatan dalam organisasi siswa menjadi bukti nyata kemampuan pelajar dalam berinteraksi, mengelola tim, dan mengambil keputusan,” imbuhnya.
Atip juga mengutip penelitian Carnegie Institute yang menyebutkan bahwa kesuksesan seseorang 70 persen ditentukan oleh kecerdasan sosial. Ia meyakini setiap anak memiliki bentuk kecerdasan yang berbeda dan tidak ada peserta didik yang tidak memiliki potensi.
“Semua manusia itu tidak ada yang tidak pintar, hanya berbeda bentuk kecerdasannya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan akan pentingnya keseimbangan antara intelektualitas, kepemimpinan, dan kecerdasan sosial sebagai segitiga emas (golden triangle) pembentukan karakter pemimpin masa depan.(nas)











