• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pakar dari BSIP Mektan Bantah Analisa Dangkal Pengamat Mengenai Mekanisasi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 30 Januari 2024 - 14:31
in Nasional
Ilustrasi-Seorang petani menanam padi di sawah dengan menggunakan teknologi mekanisasi  (mesin). (Dok. Kementan)

Ilustrasi-Seorang petani menanam padi di sawah dengan menggunakan teknologi mekanisasi (mesin). (Dok. Kementan)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar Mekanisasi Pertanian dan Pertanian Presisi dari Balai Besar Standarisasi Mekanisasi Pertanian (BSIP Mektan) Dr. Elita Rahmarestia membantah pernyataan pengamat pertanian, Dwi Andreas Santoso yang disampaikan dalam sebuah program acara di IDX Channel TV yang meragukan manfaat investasi teknologi dan mekanisasi pertanian di Indonesia.

BSIP Mektan yang salah satu tugasnya menggencarkan pemanfaatan teknologi mekanisasi sebagai solusi dalam menurunkan ongkos produksi sekaligus upaya maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan petani, meluruskan pernyataan Dwi Andreas tersebut.

BacaJuga:

Bima Arya: Generasi Muda Punya Peran Strategis Menentukan Masa Depan Indonesia

Tindak Lanjut Arahan Prabowo, Pemerintah Hitung Anggaran dan Skema Kuliah Gratis

Kemendagri Perkuat Koordinasi dengan Pemda Percepat Implementasi Wajib Halal

Dr. Elita Rahmarestia, menjelaskan kontribusi teknologi alat mesin pertanian menekan waktu kerja, penurunan biaya, meningkatan produksi, dan nenurunkan losses dalam usahatani.

“Penggunaan Alsintan di Indonesia dalam usahatani telah meningkatkan efisiensi waktu kerja hingga 97,4 %, dan menurunkan biaya kerja hingga 40 %. Begitupun penggunaan Alsintan pada waktu tanam, efisiensi waktu kerjanya mencapai 98% dan menurunkan biaya kerja hingga 20 %, serta mampu meningkatkan provitas 5 % – 10 %. Pada aktivitas panen, petani bisa meningkatkan efisiensi waktu kerja hingga 98,6 %, menurunkan biaya kerja hingga 26,9 % dan menekan losses 3,5 -5,5 %,” demikian dikatakan Elita di Serpong, Selasa (30/1/2024).

Data lapangan tersebut, membuktikan teknologi pertanian telah di mplementasikan dan wajib didukung mengatasi persoalan biaya tenaga kerja dan biaya produksi di pertanian. Lebih lanjut, ia menyayangkan jika ada pengamat Professor yang tidak paham dan berstatment tanpa melihat penerapan teknolog di Indonesia. Di lapangan padahal terbukti mekanisasi berperan dalam penurunan biaya produksi dan penurunan biaya kegiatan usahatani.

“Oleh karena itu, kami sangat sayangkan pengamat pertanian Dwi Andreas Santoso yang bukan ahli mekanisasi pertanian mengatakan investasi teknologi pertanian Indonesia saat ini belum maksimal meningkatkan produksi dan menekan biaya. Dwi Andreas harusnya belajar lagi terkait mekanisasi dan teknologi pertanian agar analisanya tidak dangkal,” tegasnya.

Elita mengungkapkan, berdasarkan fakta lapangan, penggunaan mekanisasi Indonesia terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan yang menyempit akibat konversi. Mekanisasi juga membuat usaha tani lebih menguntungkan karena mampu menurunkan losses hasil panen.

“Sebagai contoh, perbandingan mekanisasi dengan pertanian manual bisa dilihat melalui data lapangan usaha tani padi yang dihimpun melalui petugas lapangan kami. Penggunaan mekanisasi untuk mengolah tanah, mampu mempercepat proses produksi dan hanya dikerjakan 2 orang yang semula 20 orang untuk satu hektarnya,” ungkapnya.

Elita selanjutnya mengatakan dari fakta bahwa Prof Dwi Andreas jelas tak memahami arti mekanisasi dan sejarah perkembangan teknologi pertanian di Indonesia selama 10 tahun terakhir ini, dan tidak paham perbedaan pertanian tradisional versus modern. Saat ini lanjut Elita, waktu menggarap lahan hanya sekitar 2 jam orang kerja dengan ongkos produksi yang sangat kecil yaitu sebesar Rp 900 ribu per hektare. Sedangkan jika dibandingkan pola manual, jumlah pekerja satu hektarenya mencapai 40 orang atau jika dihitung sekitar 400 jam orang kerja.

Elita juga menjelaskan perlunya melihat sebuah proses produksi secara makro, tidak hanya melihat penggunaan alsintan. Faktor teknis produksi lainnya tidak dapat diabaikan sebagai cost produksi, yakni prasarana lahan dan irigasi, benih, pupuk, pestisida, mekanisasi hingga faktor pasca panen.

Dukungan Pemerintah

“Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah mendistribusikan bantuan mekanisasi sejak 2015 hingga 2021. Untuk bantuan traktor roda empat mencapai 13.878 unit, traktor roda dua 152.779 unit, pompa air 121.574 unit, rice transplanter 20.653 unit dan hand spayer mencapai 167.142 unit,” ungkap Elita.

Bantuan yang diberikan pemerintah tersebut, berdampak positif terhadap peningkatan level mekanisasi Indonesia yang dulunya level mekanisasi hanya 0,5 HP/ha di tahun 2015, menjadi 1,8 HP/ha di tahun 2017, dan terus meningkat hingga mencapai 2,1 HP/ha pada tahun 2021.

“faktor ini Jika dibandingkan angka di tahun 2015 ke 2021, maka level mekanisasi di Indonesia meningkat signifikan hingga 320 %,” bebernya.

Saat ini, lanjut Elita, Indonesia juga telah meningkat sejajar dengan Thailand yang merupakan salah satu negara kuat sektor pertanian di kawasan Asia dengan level mekanisasi di angka 2,1 horsepower per hektare. Kedepan pemerintah akan terus menggenjot pertanian modern hingga Indonesia mampu setara dengan Jepang yang telah mencapai 6 horsepower per hektare.

Sebagai informasi, saat ini potensi industri alat dan mesin pertanian di Indonesia cukuplah besar. Saat ini saja industri mekanisasi pertanian berskala besar mencapai 3 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai 955.550 unit, dan perusahan kapasitas menengah mencapai 30 dengan kapasitas produksi 135.000 unit. Untuk industri skala kecil atau bengkel alsintan mencapai 1.063 dengan kapasitas produksi 15.000 unit. Adapun jenis alsintan yang diproduksi meliputi engine, traktor, dryer, combine harvester, pompa air, mesin pengering, threster dan pemipil jagung. (srv)

Tags: BSIP MektanKementanMekanisasiPakar Mektanpertanian

Berita Terkait.

bima
Nasional

Bima Arya: Generasi Muda Punya Peran Strategis Menentukan Masa Depan Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 22:12
bowo
Nasional

Tindak Lanjut Arahan Prabowo, Pemerintah Hitung Anggaran dan Skema Kuliah Gratis

Rabu, 23 September 2026 - 21:21
wiyagus
Nasional

Kemendagri Perkuat Koordinasi dengan Pemda Percepat Implementasi Wajib Halal

Rabu, 23 September 2026 - 20:02
gus
Nasional

Wiyagus: Penanganan TB Jaga Produktivitas dan Ketahanan Ekonomi Keluarga

Rabu, 23 September 2026 - 19:49
di
Nasional

Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan, Denny Indrayana Dalilkan Rangkaian TST hingga Electoral Fraud

Rabu, 23 September 2026 - 19:09
umar
Nasional

Wisuda 1.005 Lulusan PTIQ, Nasaruddin Umar: Jangan Tinggi Ilmu tapi Jauh dari Masyarakat

Rabu, 23 September 2026 - 18:08

OLAHRAGA

tpkk
Olahraga

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Editor Dilianto
Rabu, 23 September 2026 - 21:11

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan...

SelengkapnyaDetails
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46
FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

Rabu, 23 September 2026 - 08:34
ole

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Selasa, 22 September 2026 - 08:53

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    941 shares
    Share 376 Tweet 235
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.