• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Prabowo Bawa Indonesia Naik ke Peringkat 13 Rangking Militer Dunia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 9 Januari 2024 - 12:05
in Nasional
Korps-Marinir

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (tengah), dalam sebuah acara di Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Naiknya peringkat kekuatan militer Indonesia ke peringkat 13 dunia dari 145 negara pada tahun 2023 mendapat apresiasi dari pengamat birokrasi Varhan Abdul Aziz.

Ia menyampaikan, pada 2019 Indonesia berada di peringkat 16 berdasarkan data Global Firepower Rank, pada tahun 2023 naik 3 peringkat, ini merupakan prestasi Menteri Pertahanan (Menhan).Prabowo Subianto dalam hampir 5 tahun menjalankan amanat yang diemban.

BacaJuga:

Kuota Tetap, Pendaftar Terus Bertambah: Muslim Pro Soroti Urgensi Daftar Haji Lebih Cepat

Perkuat Komitmen ESG, PGN Transformasikan Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna

Peradi SAI Dorong Revisi UU Advokat dan Regenerasi Profesi di Era Modern

Varhan mengatakan kenaikan 3 tingkat ini bukanlah hal mudah karena melibatkan banyak faktor kemajuan yang diukur.

“Mulai dari jumlah personel, usia personel militer siap pakai, alutsista (alat utama sistem persenjataan), komponen cadangan, paramiliter, kekuatan ketahanan pangan, dan lain-lain. Secara poin bisa jadi angkanya menurun, tapi secara peringkat meningkat artinya di saat negara lain menurun drastis poinya justru Indonesia naik signifikan secara ranking ini menunjukan Indonesia siap dalam adaptasi kondisi global secara faktor Pertahanan,” jelasnya, melalui keterangannya, Selasa (9/1/2024).

Wakil Bendahara Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) ini menyampaikan dengan Rp131,9 triliun anggaran Kementerian Pertahanan sebetulnya dibagi untuk 5 instansi yaitu Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut.

Sedangkan Kementerian Pertahanan hanya Rp22,43 triliun, terbesar di Angkatan Darat yang mendapat Rp55,26 triliun yang dianggap sesuai dengan jumlah rasio personel tertinggi.

“Untuk alutsista sendiri rasio yang realistis hanya bisa ditempatkab pada angka 17 persen. Seperti halnya belanja pemerintah di instansi lainya, terbesar tentu di berada pada unsur pegawai. Namun hebatnya pak Prabowo ini, dengan anggaran yang menyebar reformasi alusista bisa dibuat efisien dan meningkatkan value pertahanan negara kita,” terang Varhan.

Dia juga mengingatkan di masa Menhan Prabowo, Indonesia menjadi negara dengan kekuatan militer nomor 1 di ASEAN.

“Nomor 13 di Dunia itu artinya kita di atas Ukraina, Australia, dan Iran. Jadi bukan semata-mata tentang perang atau tidak perang, namun dalam konsep Ketahanan Nasional bagaimana suatu negara siap menghadapi Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATGH),” ungkap Alumnus Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Magister Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia ini.

Varhan menegaskan apa yang disampaikan Menhan Prabowo melalui quotes Publius Renatus yang disadur oleh Napoleon ‘Si Vis Pacem Parabelum’ (Jika Menginginkan Perdamaian Harus Siap Berperang’ adalah benar adanya.

“Faktor utama dalam menjaga keseganan teritorial adalah alutsista, berbeda era dengan zaman perang dunia 1 atau 2 bahkan sebelum itu di mana biaya alutsista relatif lebih murah karena teknologi yang sederhana, alutsista masa kini makin modern, kompleks dan mahal maka pilihan realistis adalah mencicil dan menambah kelengkapan alutsista Indonesia tahun ke tahun!,” serunya.

Varhan berpandangan, bila Pertahanan tidak menjadi salah satu prioritas maka negara lain bisa saja meremehkan kita dan dengan mudahnya kita mendapat potensi gangguan kedaulatan sumber daya, yang harus dilindungi untuk rakyat.

“Kalau kita tidak mempersiapkan alutsista yang layak, ketika potensi serangan itu hadir, dapat menghancurkan semua pondasi ekonomi, pendidikan, hukum, sosial yang di bangun. Peran Menhan Prabowo besar dalam menjaga stabilitas yang sudah dibangun Kabinet Presiden Joko Widodo ini,” jelasnya.

Varhan juga memuji kiprah Menhan Prabowo dalam mempersiapkan infrastruktur pertahanan antara lain direalisasikannya Komponen Cadangan (Komcad), Penguatan Industri Pertahanan Dalam Negeri, Peningkatan Institusi Pendidikan Ketahanan Nasional hingga Penguatan Ketahanan Pangan.

“Komcad selama ini hanya jadi konsep dan wacana, baru di zaman pak Prabowo terealisasi kelembagaannya, pembuatan kendaraan taktis maung oleh PT Pindad juga lahir di era pak Prabowo, lalu ada 4 Fakultas Baru yang ia prakarsai di Universitas Pertahan dan konsep Food Estate sebagai bagian dari konsep Pertahanan Semesta yang terus dimaksimalkan,” ucap dia.

Varhan juga mengatakan, mengenai bahayanya potensi Proxy War di mana perang senjata bukan lagi menjadi pilihan utama, karena mahalnya biaya yang ditimbulkan.

“Saya melihat Pak Prabowo terlihat visioner ketika aktif dalam forum-forum dunia untuk menegaskan posisi Politik Bebas Aktif Indonesia, berkawan dengan sebanyak-banyaknya negara agar tidak perlu terjadi serangan-serangan baik militer maupun proxy, seperti yang selalu beliau katakan, satu musuh kebanyakan, 1.000 kawan terlalu sedikit,” tutupnya. (ibs)

Tags: Anggaran Kemhankementerian pertahananPrabowo Subianto

Berita Terkait.

Layanan-Haji
Nasional

Kuota Tetap, Pendaftar Terus Bertambah: Muslim Pro Soroti Urgensi Daftar Haji Lebih Cepat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:04
Pelatihan
Nasional

Perkuat Komitmen ESG, PGN Transformasikan Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:42
peradi
Nasional

Peradi SAI Dorong Revisi UU Advokat dan Regenerasi Profesi di Era Modern

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:30
dr
Nasional

Cegah Kasus Dokter Meninggal, Menkes Percepat Pemberlakuan Aturan Baru Internsip

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:30
Guru
Nasional

Sebut Negara Pilih Kasih, JPPI Kritik Pembatasan Masa Tugas Guru Non-ASN

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:53
Aan-Suhanan
Nasional

Kemenhub Tunggu Hasil Investigasi KNKT Terkait Kecelakaan Maut Bus ALS di Sumsel

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:32

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3700 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.