• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Pemimpin Pilihan Kita

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 9 Januari 2024 - 16:17
in Politik
Yanuardi Syukur, Dosen Antropologi Universitas Khairun. Foto: Istimewa

Yanuardi Syukur, Dosen Antropologi Universitas Khairun. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

oleh Yanuardi Syukur, Dosen Antropologi Universitas Khairun

Tak lama lagi kita akan memilih pemimpin nasional yakni presiden dan wakil presiden. Dua tokoh tersebut adalah hasil kompromi politik yang paling final dari partai politik di Indonesia. Suka atau tidak suka, mereka adalah hasil terbaik dari negosiasi dan pertimbangan dari partai politik kita.

BacaJuga:

Reshuffle Kabinet Prabowo: Politik Jalan, Teknokrasi Tak Boleh Tertinggal

Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Siapkan Kajian Skenario Baru Dapil

Bawaslu Kaji Ulang Dapil Pemilu 2029, Soroti Ketimpangan “Harga” Kursi

Sebagai warga biasa, apa yang dapat kita lakukan terkait pilpres nanti? Tentu, yang pertama kita harus memilih. Siapapun pilihannya itulah yang menurut kita terbaik. Namun siapapun yang nanti terpilih itulah yang pasti terbaik untuk bangsa kita. Suka atau tidak suka, pemimpin terbaik akan lahir dan harus ada sebagai penerus kepemimpinan nasional sebelumnya.

Salah satu problematika saat ini adalah adanya kampanye negatif terkait calon yang berbeda. Tidak jarang kita lihat orang menjelekkan calon lainnya yang mereka tidak setujui. Ada semacam pikiran bahwa karena dia bukan pilihan saya maka dia harus tampil buruk, dengan begitu maka calon saya akan terlihat baik.

Memburukkan kandidat seakan menjadi salah satu cara untuk menaikkan calon pilihannya sendiri. Menurut saya, ini tidak dewasa dan tidak relevan dengan semangat kebangsaan kita. Memburukkan calon adalah bagian dari sikap tidak pancasilais, sebab pancasila mengajarkan berbagai nilai keadaban, termasuk dalam politik.

Nilai keadaban dalam politik misalnya lebih berfokus pada adu gagasan, yakni bagaimana para calon atau pendukungnya menunjukkan bahwa pemikiran mereka itu terbaik dan relevan untuk bangsa. Itu lebih pas dan progresif dan akan membuat bangsa kita lebih maju.

Sebaliknya, adu kekuatan dalam bentuk caci-maki atau memproduksi berita-berita hoaks adalah bagian dari ketidakberadaban dalam politik. Saat ini cukup mudah orang membuat berita hoaks, bahkan pada level tertentu ada yang memproduksi itu sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan.

Satu hal yang penting dalam menghadapi hoaks adalah bagaimana pandangan kita terhadap hoaks itu. Banyak orang yang tidak sadar bahwa berita atau konten yang mereka konsumsi adalah hoaks.

Pemerintah sebenarnya telah ada kanal untuk itu, dan media tertentu juga ada, akan tetapi tidak begitu banyak penjelasan ketimbang konten-konteks hoaks yang beredar. Maka, kuncinya ada pada diri kita, jangan sampai termakan berita hoaks.

Akhirnya, siapapun yang terpilih ada satu hal yang harus kita perhatikan yakni bagaimana mengantisipasi agar sisi buruk tabiat manusia atau kekuasaan itu tidak berdampak buruk pada bangsa dan negara. Manusia pada dasarnya baik akan tetapi pada posisi tertentu ia bisa saja keluar dari orbit baiknya dan menjadi yang tidak baik.

Selain memilih di pilpres nanti, antisipasi tabiat buruk dari manusia atau kekuasaan perlu kita diskusikan. Pemimpin haruslah taat pada konstitusi, dan ketaatan itu seharusnya ketaatan dalam arti sebenarnya, bukan dari arti artifisial saja.

Kita berharap pemimpin terpilih nanti adalah yang terbaik. Untuk itu, kampanye negatif dalam berbagai bentuknya perlu dihindari. Labelling yang tidak menyehatkan perlu ditinggalkan. Kita adalah bangsa beradab, dan keadaban dalam politik perlu kita tinggikan, yakni berpolitik dengan cara yang terhormat dan tidak menjatuhkan orang lain untuk menaikkan calon yang diusung.*

Tags: pemilupilpresyanuardi syukur

Berita Terkait.

Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Politik

Reshuffle Kabinet Prabowo: Politik Jalan, Teknokrasi Tak Boleh Tertinggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:02
Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Siapkan Kajian Skenario Baru Dapil
Politik

Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Siapkan Kajian Skenario Baru Dapil

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:06
Bawaslu Kaji Ulang Dapil Pemilu 2029, Soroti Ketimpangan “Harga” Kursi
Politik

Bawaslu Kaji Ulang Dapil Pemilu 2029, Soroti Ketimpangan “Harga” Kursi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:28
Bandung Dipilih Jokowi untuk Umumkan Gabung PSI, Ada Pesan Politik di Baliknya
Politik

Bandung Dipilih Jokowi untuk Umumkan Gabung PSI, Ada Pesan Politik di Baliknya

Rabu, 30 September 2026 - 12:55
Jokowi Mulai Bangun Jalur Politik Sendiri di PSI, Pisah dengan Prabowo?
Politik

Jokowi Mulai Bangun Jalur Politik Sendiri di PSI, Pisah dengan Prabowo?

Rabu, 30 September 2026 - 11:32
PDIP: Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati Mudah-mudahan saat Ultah Presiden
Politik

PDIP: Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati Mudah-mudahan saat Ultah Presiden

Selasa, 29 September 2026 - 23:47

OLAHRAGA

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Olahraga

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Editor Laurens Dami
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID — Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker menyamai catatan legenda Timnas Indonesia Iswadi Idris setelah mencetak lima gol ke gawang...

SelengkapnyaDetails
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3924 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.