• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Mahfud MD Ingatkan Para Sarjana untuk Menjadi Intelektual yang Bermoral

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 10 Desember 2023 - 02:21
in Nasional
Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). (ANTARA)

Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 3 Mohammad Mahfud Mahmodin alias Mahfud MD mengingatkan ratusan mahasiswa yang hadir pada Sidang Terbuka Senat Wisuda Ke-40 Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, Jawa Barat, untuk menjadi intelektual yang bermoral.

Mahfud mengatakan mendapat ijazah dan ilmu saja tidak cukup. Seseorang bisa menjadi sarjana, tapi belum tentu menjadi intelektual.

BacaJuga:

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Mantan Presiden RI

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Kemarau 2026 di Depan Mata, Kementan Percepat Gerakan Tanam Padi di Sukabumi

“Sarjana itu ijazah. Skill ada, tapi belum menggambarkan moralitas. Intelektual itu menggambarkan watak pendidikan bermoral,” tutur Mahfud dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu (9/12/2023).

Mahfud kemudian menegaskan materi yang disampaikannya adalah orasi ilmiah akademik, bukan orasi politik praktis elektoral.

“Saya tegaskan ini orasi ilmiah, bukan orasi politik elektoral. Yang hadir di sini sudah punya pilihan sesuai hati nurani masing-masing,” ujarnya.

Mahfud kemudian melanjutkan bahwa saat ini tercatat sebanyak 1.250 orang koruptor yang 84 persen di antaranya adalah sarjana. Bahkan ada yang profesor.

Para pelaku korupsi tersebut jelas bukan intelektual dan tak punya moralitas serta integritas untuk bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Mahfud berharap para wisudawan bukan hanya mendapat gelar sarjana, tetapi juga intelektual dan mempunyai tanggung jawab moral memajukan bangsa dan negara. Sesuai konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan hanya otak, tetapi watak.

“Orang yang ilmunya dalam, pasti punya moral dan integritas karena dia selalu beriman kepada Allah. Tidak melakukan tindakan destruktif, kalau di pemerintahan, bersih dari korupsi dan intrik politik yang merugikan masyarakat dan bangsa,” tambahnya.

Mahfud lantas bicara soal prasyarat menuju Indonesia Emas, yakni pertumbuhan ekonomi merata, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan demokrasi berkualitas

Soal pertumbuhan ekonomi yang merata, ia mengatakan pendapatan per kapita pada 2045 diharapkan sudah mencapai 23.300 dolar AS. Sekarang baru 4.600 dolar AS.

Selain itu, angka partisipasi pendidikan diproyeksikan 74 persen lulusan SMA masuk ke perguruan tinggi dengan mudah. Sekarang baru 11 sampai 13 persen.

“Maka pertumbuhan ekonomi rata-rata harus mencapai 6 persen menuju 2045,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, hukum harus ditegakkan. Kalau tidak maka negara mengalami disorientasi. Ketika dibiarkan akan terjadi distrust atau ketidakpercayaan. Ketika terus berlangsung, terjadilah disobedience atau perlawanan maka akan berlanjut pada disintegrasi.

“Inilah urutannya hancurnya negara,” imbuhnya.

“Banyak negara hancur karena penegakan hukumnya bobrok. Saat terjadi ketidakadilan, rakyat pasti melawan,” ungkap Mahfud menambahkan.

Kemudian soal pemberantasan korupsi, Mahfud menyebut indeks persepsi korupsi Indonesia masih di angka 34 dari 100. Korupsi masih berlangsung dari pusat hingga ke daerah di berbagai lembaga.

“Pemberantasan korupsi itu jangan sampai main-main. Kalau penegakan hukum ditegakkan, 50 persen masalah selesai,” kata Mahfud.

Syarat selanjutnya, demokrasi yang berkualitas. Demokrasi harus benar, bukan transaksional dan jauh dari kata teror. Keputusan keputusan yang diambil harus terbuka bukan selintutan.

“Dan terakhir, toleransi dijaga. Indonesia ini paling jamak dan plural. Jumlah suku 1.360. Agama semua dengan seluruh sekte dan alirannya ada. Bahasanya 762 bahasa daerah,” tambahnya.

Sebagai penutup, Mahfud mengingatkan bahwa Pemilu 2024 harus berjalan bermartabat dan berkualitas.

“Semua orang boleh memilih siapa pun dan partai apapun. Tidak boleh ada tekanan dan intimidasi Rakyatnya juga harus sadar. Jangan mau transaksional,” tuturnya. (dam)

Tags: CawapresIntelektualMahfud MDSarjana

Berita Terkait.

Kapolri
Nasional

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Mantan Presiden RI

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:46
sufmi
Nasional

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:31
kementan
Nasional

Kemarau 2026 di Depan Mata, Kementan Percepat Gerakan Tanam Padi di Sukabumi

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:01
dasco
Nasional

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47
karhutla
Nasional

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:08
umi
Nasional

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Buktikan Ketangguhan Perempuan Memimpin Media

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7139 shares
    Share 2856 Tweet 1785
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
Pemain-Paraguay
Olahraga

Turki Angkat Koper, Arda Guler Minta Maaf

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:01

INDOPOSCO.ID - Timnas Turki harus angkat koper lebih awal setelah menelan dua kekalahan dalam fase Grup D Piala Dunia 2026....

SelengkapnyaDetails
malarza

Piala Dunia 2026: Gol Kilat Galarza Bawa Paraguay Tumbangkan Turki 1-0

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:57
lesu

Keluhkan Performa Socceroos, Pelatih Australia: Kami Lesu, AS Lebih Bertenaga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:42
maroko

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.